Gubernur Berinisiatif Temui Edy Rahmayadi

0
979
H Nurdin Basirin

TANJUNGPINANG – GUBERNUR Kepri H Nurdin Basirun gerah (tak tenang) dengan kepengurusan Asprov PSSI Provinsi Kepri, yang belum membuat aksi nyata, hingga saat ini. Justru itu, gubernur berinisiatif untuk menemui Ketua Umum PSSI pusat, Edy Rahmayadi, dalam waktu dekat ini.

Hanya sekedar mengulas, kepengurusan lama Asprov PSSI Kepri sempat ingin melaksanakan Musprov. Musprov ini akan digelar sebelum masa jabatan Marzuki selaku ketua dan Firsandi selaku Sekum serta pengurus lain berakhir, per 20 Desember 2017 lalu. Namun, agenda Musprov untuk pemilihan kepengurusan Ketua dan pengurus Asprov PSSI Kepri periode berikutnya, batal dilaksanakan.

Padahal, calon Exco dan calon Ketua Asprov PSSI Kepri sudah mendaftar ke panitia. Bahkan Gubernur Kepri H Nurdin Basirun dan Bupati Bintan H Apri Sujadi sudah lolos masa verfikasi, untuk calon Ketua Asprov. Musprov PSSI Kepri tiba-tiba batal dilaksanakan. Ketua Umum PSSI pusat mengeluarkan SK pengangkatan Johar Lin Eng sebagai Plt Ketua PSSI Kepri, bersama Firsandi selaku Sekretaris Umum. Pengurus pelaksana tugas ini diberi mandat untuk menggelar Musprov, paling lambat Maret 2018.

”Ya, sekarang belum ada kejelasan,” kata H Nurdin Basirun, Gubernur Kepri saat ditanya koran ini, Jumat (23/2) kemarin.

Padahal, lanjut Nurdin, pemilihan Ketua Asprov PSSI Kepri ini dinilai sangat penting, guna menghadapi laga Liga 3 Indonesia, maupun Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) ke-IV Kepri, serta agenda cabor sepak bola lainnya. Nurdin pun menunggu rekomendasi penetapan Musprov atau penunjukan Ketua PSSI Kepri, sesuai dengan pencalonan Musprov pada akhir 2017 lalu. Begitu juga dengan regulasi Liga 3 Indonesia, tidak ada sosialisasi dan respon dari Plt Asprov PSSI Kepri sekarang.

”Saya segera berkoordinasi dengan Ketua Umum PSSI pusat, Pak Edy Rahmayadi, terkait lambannya rekomendasi yang sudah diajukan belum lama ini,” jelas Nurdin.

”Nanti saya akan menghubungi langsung Pak Edy Rahmayadi, Ketua PSSI supaya ini cepat diproses,” tegasnya.

Bagi Nurdin, Ketua dan pengurus Asprov PSSI Kepri sangat penting, dan harus segera didefinitifkan. Saat ini semangat olahraga sepak bola terus tumbuh. Apalagi, Kepri sendiri melalui tim sudah menyeleksi pemain 757 Kepri Jaya FC. Menurutnya, 757 Kepri Jaya FC tengah gencar mencari bibit berbakat U-23, yang langsung dipimpin pelatih profesional Ibnu Grahan.

Nurdin tak mau, hanya gara-gara masalah kepengurusan Asprov seperti ini, semangat sepak bola Kepri yang sedang bangkit, justru akan melemah. Karena tidak ada pembina olahraga sepak bola yang terkoordinir dari organisasi induknya.

”Karena kita ketahui, pembina olahraga seperti sepak bola, juga sangat penting,” demikian ditambahkan Nurdin.

Regulasi Liga 3
Pada kesempatan lain, Manajer Harimau Kampar (Harkam) FC Tanjungpinang Seviyandi Bakar. berharap, kepengurusan Asprov PSSI Kepri segera terbentuk. Sehingga, regulasi Liga 3 Indonesia disosialisasikan kepada klub-klub, atau Askab dan Askot yang bakal bertanding di Liga 3 Indonesia wilayah Kepri.

”Kami cuma hanya bisa mengikuti perkembangan regulasi liga itu lewat media,” sebut Seviyandi Bakar.

Dari informasi berkembang, ada lima poin penting yang diungkap oleh Sekjen PSSI Ratu Tisha, mengenai regulasi Liga 3 Indonesia di musim 2018 ini. Setiap klub Liga 3, terdiri pemain kelahiran 1996, dan setahun setelahnya dan diperbolehkan menggunakan maksimal 3 orang pemain senior. Sehingga bisa dikatakan kompetisi ini adalah kompetisi untuk U-22 pemain Indonesia.

Setiap klub bisa mendaftarkan 30 pemain dengan rincian 30 pemain U-22, dan tiga pemain senior. Liga 3 terbagi dalam 3 putaran, yang diawali dari tingkat provinsi, regional dan nasional. Ada 6 klub yang akan promosi ke Liga 2, di musim 2019 mendatang. Yaitu terdiri dari juara 1, runner-up, juara ketiga plus peringkat 4, 5 dan 6 menggantikan enam klub terbawah Liga 2 yang degradasi ke Liga 3. Sementara, jadwal Liga 3 wilayah provinsi akan dimulai, April mendatang. Sedangkan putaran regional sekaligus nasional Agustus.

”Nah, sekarang sudah akhir Februari. Pengurus Asprov PSSI Kepri belum jelas. Bagaimana mau digelar kompetisi Liga 3 di Provinsi Kepri ini. Saya rasa, sangat tepat jika Pak Gubernur Kepri berinisiatif, untuk mencari solusi ini,” ujar Seviyandi.(SUHARDI – YENDI)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here