Gubernur Didesak Sikapi Cawagub

0
648
JUMAGA NADEAK

Prosesnya Berlarut-Larut di Kemendagri

Perwakilan beberapa pimpinan Fraksi partai politik DPRD Kepri menyikapi persoalan yang mendera Cawagub Kepri yang hingga kini belum jelas apakah disetujui Kemendagri atau tidak.

DOMPAK – PARA wakil rakyat ini pun menuntut keseriusan Gubernur Kepri H Nurdin Basirun menindaklanjuti terkait Wakil Gubernur (Wagub) Kepri yang sudah dipilih lewat rapat paripurna pada Desember 2017 lalu di kantor DPRD Kepri, Pulau Dompak.

Ketua DPRD Kepri Jumaga Nadeak mengatakan, pemilihan Cawagub Kepri yang sudah sampai di Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) sampai saat ini sudah lebih dari tiga bulan belum diproses.

Dan pihaknya meminta kepada Gubernur sebagai user, menindak lanjuti terhadap apa hasil yang sudah dibuat DPRD terkait masalah ini.

”Kami merasa tidak puas, karena gubernur sebagai kepala daerah, sebagai user tidak pernah berkomunikasi dengan kami. Padahal beliau user,” terang Jumaga di Gedung DPRD Kepri di Dompak, kemarin.

Ruslan Casbulatov dari Fraksi PDI Perjuangan Dapil Kota Batam menambahkan, pihaknya mewakili Fraksi PDIP sangat menyayangkan atas sikap Gubernur. Bahwa proses wagub ini terindikasi sengaja diperlambat.

Karena informasi yang dia himpun, bahwa proses wagub sampai di sidang gugatan PTUN Tanjungpinang, karena gubernur menginterfensi pengadilan tinggi terhadap proses wagub ini.

Baca Juga :  Raja Ariza Buka O2SN Kota Tanjungpinang

Hal ini sangat disayangkan. Kalau memang hal tersebut terbukti, maka Fraksi PDIP Kepri mewakili DPRD akan menerapkan hak interplasi dan hak angket. ”Kalau seperti ini jadinya, kami Fraksi PDI Perjuangan akan menjalankan hak-haknya seperti tertera dalam undang-undang yaitu hak angket dan hak interplasi,” terangnya.

Tak hanya dari Fraksi PDIP, melainkan juga salah satu partai pengusung yakni Partai Demokrat juga menyampaikan, pernyataan sikap mereka terhadap proses Wagub Kepri saat ini.

”Kami merasa dirugikan karena menurut kami proses yang dilakukan DPRD selama ini, ternyata tidak ada kesesuaian dari pihak gubernur. Kita sudah beberapa kali mengkritik, bahwa Kepri saat ini stagnan, terutama gubernur sering berada di luar kota, akan tetapi tidak memiliki wakil gubernur,” terang Hotman Hutapea dari Fraksi Demokrat yang saat itu bersama anggota lainnya, Husnizar Hood.

”Kami berharap segera memberikan statement, maunya apa? kalau memang tidak mau kita tanya kembali ke Mendagri, apa tindakan selanjutnya. Jadi tidak bisa lagi main kucing-kucingan seperti ini,” tambah Ketua Komisi II DPRD Kepri tersebut.

Bahkan perwakilan Partai Golkar Kepri juga turut memberikan tanggapan terhadap proses Wagub Kepri yang sampai saat ini belum kunjung diterima Gubernur dengan baik.

Baca Juga :  Kembalikan Kekuasaan Gubernur

Juru bicara Fraksi Golkar Kepri Taba Iskandar menyarankan supaya DPRD mengambil sikap untuk menggunakan hak-haknya bertanya kepada gubernur, sehingga konkrit bisa dipertanggungjawabkan dalam forum resmi.

”Karena selama ini kita belum dengar pernyataan gubernur secara resmi,” terang Taba.

Karena menurutnya, bahwa selama proses ini selesai di tahap pemilihan dan menentukan satu calon, Gubernur seperti tidak ada keinginan untuk memiliki wagub, karena tidak ada upaya sama sekali. harusnya Nurdin menunjukkan, kerja nyata, untuk mengisi wagub.

”Upaya atau niat baik tersebut tidak ada,” terangnya.

Sedangkan Hanura Kepri diwakili Syukri Fahrial mengatakan, ada seorang dari DPRD mengklarifikasi bahwa tidak ada interfpensi gubernur terkait proses selama ini yang sudah sampai di Mendgari.

Sedangkan perwakilan dari PKS-PPP melalui juru bicaranya, Suryani juga memberikan tangapan serius terkait proses Cawagub Kepri saat ini.

Suryani menyampaikan, selama ini bahkan baru-baru ini pihaknya reses di lapangan, banyak masyarakat menduga bahwa proses pemilihan wagub Kepri ini ada tindakan DPRD Kepri yang mengganjal, menghalangi.

Padahal justru, DPRD yang meminta supaya gubernur segera menentukan wakilnya, agar pekerjaan yang dilakukan saat ini, terbantu.

Baca Juga :  Natuna dan Anambas Pecah Kongsi

”Masa sudah di paripurna berlarut-larut,” tambahnya.

Dalam memberikan pernyataan sikap tersebut, tak semua fraksi memberikan pandangannya. Beberapa fraksi yang tak memberikan tanggapan, antara lain Gerindra, PKB, dan PPP.

Dalam pertemuan tersebut, Jumaga dan anggota lainnya yang hadir menyampaikan bahwa proses pemilihan Cawagub Kepri sampai menentukan salah satu calon Wagub Kepri yakni Isdianto mantan Kadispenda Kepri sudah sesuai prosedur dan perundang-undangan.

Proses tersebut, menurut Jumaga dan Taba Iskandar sampai di Mendagri, Setneg sampai Dirjen Otda. Hanya saja memang gubernur tidak mau menindaklanjuti apa yang sudah dihasilkan DPRD kepada Presiden atas dukungannya terhadap apa yang sudah dilakukan DPRD terkait proses pemilihan Wagub.

”Berarti memang ada niat, gubernur tidak mau memakai wakilnya sampai masa baktinya selesai,” terangnya.

Hadir juga Wakil Ketua DPRD Kepri, Husnizar Hood, Rizki Faisal, Amir Hakim, Taba Iskandar, Ruslan Casbulatov, Sahat Sianturi, Rudi Chua, Syukri Farial dan Jusrizal (Hanura) tampak mendampingi Jumaga memberikan keterangan.(SUHARDI)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here