Gubernur Diminta Tangani Banjir di Ibu Kota

0
832
PINANG - Banjir di kawasan Batu 9 hingga tergenang komplek prumahan Wakil Wali Kota Syahrul (6) f-suhardi/tanjungpinangpos

Gubernur H Nurdin Basirun diminta turun tangan mengatasi banjir di Ibu Kota Provinsi Kepri. Gubernur jangan hanya turun tangan di persoalan banjir di Batam saja. Apalagi banyak titik banjir di Ibu Kota Provinsi Kepri ini. 

TANJUNGPINANG – Hal ini diungkapkan tokoh masyarakat Tanjungpinang, H Abdul Razak, juga menjabat Ketua Lembaga Adat Melayu (LAM) Kepri. ”Kita malu, Ibu Kota Provinsi Kepri terus jadi langganan banjir. Ini perlu ditangani oleh Pemprov Kepri. Kita minta Pak Gubernur menganggarkan dana penangganan banjir di ibu kota,” kata Abdul Razak kepada Tanjungpinang Pos Selasa (6/6).

Kata dia, mestinya Tanjungpinang tidak boleh ada banjir. Karena Tanjungpinang memiliki dua pemerintahan, baik Pemko dan Pemprov, bisa bersinergi untuk mengatasi banjir bila terjadi banjir.

Titik banjir masih di temukan depan Taman Harapan Indah (THI) tepatnya di Jalan DI Panjaitan Km IX Tanjungpinang. Kemudian di kawasan kampung kolam. Belum lagi saudara-saudara kita yang tinggal di daerah rendah, dekat dengan laut, saat hujan turun, mulai cemas dan galau. Razak katakan, Pemko Tanjungpinang dalam hal ini Wali Kota (Wako) Tanjungpinang, H Lis Darmansyah sudah berupayah untuk melakukan penanganan banjir di Ibu Kota Provinsi Kepri.

Jadi, sekarang tinggal Pemprov Kepri yang membantu Pemko Tanjungpinang untuk mengentaskan titik banjir yang terus melanda di Ibukota Tanjungpinang. ”Ini perlu dilakukan Pak Gubernur Provinsi Kepri, H Nurdin Basirun,” ucap dia.

Upayah yang sudah dilakukan Pemko Tanjungpinang, kata dia, Jalan Pemuda salah satunya. Karena daerah Jalan Pemuda merupakan daerah yang menjadi langganan banjir, apabila hujan mengguyur Kota Tanjungpinang, kini secara berangsur-ansur mulai diatasi.

”Kita memang belum tahu hasilnya seperti apa. Mudah-mudahan saja, bisa menangani banjir di Jalan Pemuda,” harap dia. Sementara itu, Endy Maulidi, tokoh masyarakat ini mengatakan, Pemprov Kepri bersama Pemko Tanjungpinang harus bersinergi untuk menangani banjir di Ibukota Provinsi Kepri.

Intinya, dua pemerintahan ini harus membangun komunikasi lebih baik lagi. Sehingga ada permasalahan apapun, seperti banjir salah satunya, Pemko Tanjungpinang bisa melakukan koordinasi dengan Pemprov Kepri. Sebaliknya, Pemprov Kepri harus menanggapi secepatnya yang jadi keluhan oleh Pemko Tanjungpinang terkait banjir. Artinya, bagaimana dua pemerintahan ini bisa kerjasama untuk mengatasi banjir di Ibu Kota Tanjungpinang. ”Ini sangat perlu sekali. Sehingga tidak ada lagi banjir melanda di Ibu Kota Provinsi Kepri,” terang dia.

Ada beberapa faktor yang menyebabkan banjir. Pertama, kata dia, adanya penimbunan lahan. Kemudian, lahan tersebut dibangun sebuah bangunan, yang tidak menyediakan drainase atau parit. Kalaupun ada fasilitas tersebut, bisa jadi kemungkinan tidak bisa menampung air yang mengalir di saluran tersebut. Sehingga air meluap dari drainase.
”Atau bisa jadi drainasenya dangkal.

Banyak tanah atau sampah yang menumpuk di dalam drainase tersebut. Ini yang perlu diperhatikan oleh pemerintah serta masyarakat. Jangan dibiasakan untuk membuang sampah tidak pada tempatnya,” sebut dia.(ABAS)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here