Gubernur Dukung Keputusan DPRD

0
622
H Isdianto

DOMPAK – Gubernur Provinsi Kepri H Nurdin Basirun mengaku tak keberatan apa yang sudah diputuskan dalam sidang paripurna DPRD Kepri atas terpilihnya Isdianto sebagai Wakil Gubernur Kepri secara aklamasi.

Hanya saja, menurut dia, sejak diputuskan aklamasi tersebut Nurdin mengaku sampai saat ini belum bertemu dan membahas masalah keputusan DPRD Kepri tersebut, atas terpilihnya mantan Kadispenda Pemprov Kepri itu.

”Alhamdulillah sekarang sudah tidak pusing-pusing lagi saya,” ujar Nurdin di Gedung DPRD Provinsi Kepri, Pulau Dompak, Senin (11/12).

Bagi mantan Bupati dua periode di Kabupaten Karimun tersebut, berbeda pendapat dalam politik itu adalah hal yang biasa. Nurdin tak mau ambil pusing dengan apa yang diputuskan DPRD Kepri saat ini terkait hasil pemilihan wagub.

Nurdin bahkan mengucapkan terima kasih kepada DPRD Provinsi Kepri yang mempercepat proses pemilihan Wagub Kepri. ”Terima kasih atas kerja DPRD yang mempercepat proses ini,” sebutnya.

Terkait dengan adanya pro kontra dari sebagian masyarakat yang menolak penetapan Isdianto sebagai Wagub Kepri, Nurdin menyebut, di era demokrasi saat ini hal itu merupakan hal yang lumrah terjadi. ”Pro kontra itu hal yang biasa. Itulah yang namanya demokrasi,” tuturnya.

Disinggung apakah ia sudah menjalin koordinasi dengan Isdianto pascaterpilih sebagai Wagub Kepri, Nurdin menyampaikan, belum ada pertemuan khusus, mengingat padatnya kegiatan Nurdin pasca meninjau sejumlah proyek fisik di seluruh kabupaten/kota se-Kepri. ”Saya baru balik juga, jadi mungkin belum sempat ketemu,” ucapnya demikian.

Isdianto mengatakan, dirinya memang belum bertemu dengan gubernur. Namun, bukan berarti ada masalah. Sebab, kegiatan gubernur cukup padat. Namun, komunikasi tetap jalan.

Puluhan Ormas Ajak Akhiri Polemik
Isdianto telah terpilih menjadi Wakil Gubernur (Wagub) Kepri. Namun, pro kontra di lapangan masih terdengar. Untuk itu, pengurus Aliansi Masyarakat Peduli Kepri (AMPK) mengajak semua pihak untuk menghentikan polemik itu.

Alasan mereka, selama ini masyarakat sudah lama menantikan terpilihnya Wagub. Kini, DPRD Kepri sebagai wakil rakyat sudah melaksanakan permintaan tersebut. Karena, semua elemen diajak untuk sama-sama mendukung jalannya pemerintahan nanti di tangan H Nurdin Basirun dan H Isdianto.

AMPK secara khusus juga mengucapkan terimakasih atas sidang paripurna pemilihan Wagub Kepri yang sudah terlaksana. Sebab, sekitar sembilan bulan lamanya AMPK memantau Pilwagub ini.

Kini, prosesnya secara administrasi akan ditangani Pemprov dan DPRD Kepri, mereka pun akan terus mendampinginya. Senin (11/12) kemarin, sejumlah ormas yang tergabung di AMPK berkumpul menyatakan sikap akan terus mendampingi proses administrasi Wagub ini sampai ke Mendagri.

Mereka juga akan mengawal dan mengajak elemen yang kontra agar sama-sama mendukung putusan para wakil rakyat itu. Sebagaimana Provinsi Kepri dibentuk dulu atas kebersamaan, maka, saat ini juga diajak sama-sama mendukung pemerintahan yang sudah ada.

Hadir saat itu Andi Cori (Koordinator AMPK), Syaiful SE (koordinator), Raja Mansur Razak (Ketua Garda Fisabilillah), Ucok Pelor Panglima Gagak Hitam dari Batam (di bawah naungan LAM), Andi Anhar Chalid (tokoh masyarakat Kepri/staf khusus gubernur), termasuk Arifin tokoh masyarakat Karimun yang menghubungi Tanjungpinang Pos.

Andi Cori mengatakan, saat ini jumlah ormas yang bergabung di AMPK 48. Sebelumnya hanya 39. ”Rencananya ada 56 ormas nanti. Sisanya sedang rapat internal mereka. Kita lah yang akan mengawal ini nanti,” jelasnya, kemarin.

Ia mengatakan, AMPK bukan membuat tandingan apabila ada yang kontra. Namun, ormas ini memang sudah menyatu sejak sembilan bulan lalu untuk mengawal perjalanan pemilihan Wagub ini.

”Sekarang sudah dipilih. Kita berterimakasihlah kepada DPRD Kepri. Jadi, kita akhirilah. Orangtua kami yang kontra, sebaiknya sama-sama lah kita mendukung. Sekarang, masyarakat Kepri sudah memiliki wakil gubernur,” ungkapnya.

Raja Mansur Razak menambahkan, dirinya akan berada di garis depan untuk mengawal ini. Ia menegaskan, apa yang diinginkan warga Kepri sudah terpenuhi. Saatnya membangun Kepri bersama-sama.

”Bukan menciptakan polemik lagi. Dulu Kepri dibentuk karena jasa bersama-sama. Perjuangan bersama-sama. Jangan pecah gara-gara pro kontra ini. Tidak ada kepentingan di sini, kecuali untuk masyarakat,” katanya secara mengatakan, langkah yang dilakukan DPRD Kepri sudah tepat.

Ia juga meminta jangan ada lagi suara sumbang yang bikin suasana panas. Apalagi dengan menyebutkan, Nurdin Basirun selaku Gubernur Kepri tidak menerima putusan DPRD Kepri tersebut.

Saat mereka tanya ke Nurdin, Mansur Razak mengaku, Nurdin menerimanya karena itu putusan dewan yang dijalankan sesuai konstitusi. Mansur juga menambahkan, perlu ditelaah, bahwa Agus Wibowo (AW) bukan mengundurkan diri dari Cawagub. Namun dia dinyatakan gugur karena berkas pendaftarannya tidak lengkap.

Sehingga, sesuai undang-undang agar dua calon diusulkan, itu sudah dilakukan parpol pengusung. Tidak perlu lagi ada pergantian calon karena AW bukan mengundurkan diri.

Ucok Pelor juga mengatakan, dirinya pun akan berusaha merangkul masyarakat untuk sama-sama mendukung proses yang telah dilakukan DPRD Kepri. Jangan ada lagi polemik terutama untuk memecah konsentrasi masyarakat.

Arifin dari Karimun mengatakan, dirinya sangat setuju pemilihan Isdianto. Sebab, keinginan warga Kepri agar putra tempatan memimpin Kepri ini sudah terwujud.

”Sudah lah, apalagi yang diributkan. Putra daerah sudah memimpin, kan itu dulu impian kita bersama. Kita juga berharap prosesnya dipercepat,” ungkapnya.

HM Rasyid Tab, mantan anggota DPRD Riau yang juga tokoh masyarakat Kepri mengajak agar pihak yang kontra jangan membuat polemik lagi. Sebab, masyarakat sudah menerima putusan itu.

Ia juga mengajak untuk duduk bersama membahas persoalan di Kepri agar sama-sama membangun daerah ini sama seperti saat memperjuangkan Kepri jadi provinsi.

Andi Anhar Chalid mengatakan, untuk membangun Kepri diperlukan pemikiran-pemikiran bersama. Banyak persoalan Kepri yang harus dipecahkan bersama.

Ia pun mengajak pihak yang tidak terima kenyataan ini agar sama-sama membahas persoalan yang ada. Karena untuk mengurusi persoalan di Kepri, tentu harus dilakukan bersama.

”Kalau ada yang memancing polemik, rakyat Kepri lawannya nanti. Warga sudah menerimanya. Dan saya lihat, langkah yang dilakukan DPRD Kepri sudah sesuai prosedur,” ungkapnya.

Sementara Isdianto mengatakan, dirinya akan merangkul semua pihak baik keluarga, teman dan seluruh masyarakat Kepri. Jika terjadi kerenggangan di kalangan keluarga, ia bisa memahaminya.

”Saya mengerti kondisinya. Tapi, saya juga berjuang untuk keluarga, untuk semua warga Kepri. Saya juga merindukan keluarga,” katanya singkat. (mas/ais)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here