Gubernur Ikut Promo Sasono Punggowo

0
900
Zia5ah: Gubernur Kepri H Nurdin Basirun saat ikut ziar5ah pada peringatan 40 hari wafatnya almarhum Hj Rekaveny binti Fadli Gatam, Minggu (5/3).f-istimewa/tanjungpinang pos

BATAM – Gubernur Kepri H Nurdin Basirun seakan ‘mempromosikan’ Pemakaman Sasono Punggowo untuk beberapa aktivitas warga.

Dalam dua kesempatan peringatan 40 hari wafatnya almarhum Hj Rekaveny binti Fadli Gatam, Nurdin menyebutkan tempat tersebut sangat inspiratif.

”Tempat sangat indah. Kami sudah beberapa kali melihat. Kami mengundang atas nama keluarga untuk datang, untuk takziah,” kata Nurdin pada peringatan 40 hari wafatnya istri mantan Wagub Kepri HM Soerya Respationo di Sasono Punggowo, Sambau, Nongsa, Minggu (5/3) pagi.

Peringatan itu diikuti ratusan anak yatim. Tamoak hadir juga Ketua DPRD Kepri Jumaga Nadeak, Sekdaprov H TS Arief Fadillah dan sejumlah masyarakat.

Lokasi yang cukup alami ini memang menyediakan sejumlah tempat. Ada aula yang bisa digunakan untuk berbagai aktivitas, kondisi lokasinya juga sangat menarik.

Dalam beberapa kesempatan, memang ada kelompok masyarakat yang berkemah, ada juga yang melakukan rapat atau aktivitas perguruan silat sempat meminjam lokasi ini.

”Tempat ini bisa mendatangkan inspirasi,” kata Nurdin.

Baca Juga :  Pelayanan Korpri Harus Meningkat Setiap Saat

Selain peringatan Ahad pagi, pada Sabtu (4/3) malam di kediaman HM Soerya Respationo di Duta Mas, Batam Centre, juga digelar doa bersama tahlil dan baca Surat Yasiin untuk almarhumah Hj Rekaveny.

Di antara ratusan masyarakat yang memenuhi kediaman almarhumah, tampak hadir Ketua DPRD Kepri Jumaga Nadeak, Kapolda Kepri Irjen Polisi Sam Budigusdian, Sekdaprov Kepri H TS Arif Fadillah, Wali Kota Tanjungpinang Lis Darmansyah, Bupati Karimun Aunur Rafiq, mantan Pejabat Gubernur Kepri Nuryanto, mantan Kapolda Kepri Irjen Arman Depari, dan mantan Bupati Bintan Ansar Ahmad.

Pada kesempatan itu, Nurdin mengajak keluarga dan segenap masyarakat untuk membalas cinta dan sayang almarhuman Hj Rekaveny binti Fadli Gatam selalu mendoakannya. Apa yang dilakukannya semasa hidup, kepedulian terhadap masyarakat dapat menjadi teladan.

”Dia menjadi suri tauladan yang membaktikan diri kepada negeri ini,” kata Nurdin saat menghadiri doa 40 hari wafatnya Hj Rekaveni di Perumahan Duta Mas, Batam, Sabtu (4/3) malam.

Baca Juga :  Pejuang Kepri Harus Terus Dikenang

Gubernur Kepri Nurdin basirun juga mengajak semua yang hadir untuk mengambil iktibar terhadap peristiwa ini. Empat puluh hari yang dilalui terasa sangat cepat.

”Sejak wafat hingga hari ini, tak putus-putus yang mendoakan almarhumah, menyedekahkan Yasin,” kata Nurdin.

Rekaveny yang merupakan istri mantan Wakil Gubernur Kepri HM Soerya Respationo wafat pada 25 Januari 2017 di Singapura.

Kepada Soerya Respationo, dalam kesempatan itu, Nurdin Basirun mengajak untuk terus memberikan tenaga waktu dan pemikiran untuk bersama-sama membangun Kepri.

Soerya dalam kesempatan itu mengucapkan terima kasih kepada sejumlah pihak yang menghadiri doa empat puluh hari ini. Menurut Soerya, dia dan keluarga senantiasa memohon doa agar almarhuman diterima di sisi Allah SWT.

Menurut Soerya agama senantiasa mengajarkan manusia untuk ikhlas menerima cobaan dari Allah. Meski sangat ikhlas dengan kepergian almarhuman, Soerya mengaku jujur bahwa dirinya dan keluarga merasa sangat kehilangan.

”Di satu sisi kami mengikhlaskan. Tapi di sisi lain kami merasa almarhuman terlalu cepat meninggalkan kami,” kata Soerya.

Baca Juga :  Cari Peluang Penerbangan Letung-Singapura

Soerya mengutip tulisan Khalil Gibran, tentang memaknai seorang ibu, seorang perempuan. Wanita dibuat dari tulang rusuk pria. Bukan dari kepala. Karena kalau dari kepala dia akan sewenang wenang terhadap suami. Bukan juga dari kaki nya.

”Tapi dari tulang rusuk. Supaya dekat dengan lengannya untuk dilindungi. Dekat dengan hatinya untuk dicintai,” kata Soerya.

Mantan Bupati Bintan, Ansar Ahmad mengisi tausiah pada kesempatan itu. Menurut mantan Bupati Bintan ini kehidupan seperti lampu minyak tanah.

Kalau hari ke hari lampu itu hidup minyaknya berkurang. Kalau habis mati lampu itu. Ketika Allah menghendak, tak ada yang bisa mengintervensi.

”Kematian adalah ujian, ikhtibar bagi kita yang masih hidup,” kata Ansar. (mas)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here