Gubernur Ingin Nelayan Kepri Sejahtera

0
1410
NELAYAN: Gubernur H Nurdin Basirun memberikan makanan kepada nelayan yang berada tengah melaut saat melakukan kunjungan kerja di Karimun, belum lama ini.f-istimewa/humas pemprov kepri

Gubernur Kepri berkomitmen tidak hanya dalam bentuk bantuan langsung kepada nelayan, tapi berbagai program juga diarahkan untuk nelayan.

DOMPAK – Mulai program pengentasan kemiskinan, rumah-rumah nelayan, juga ada yang mendapat program Rehabilitasi Rumah Tak Layak Huni (RTLH) tahun 2015 lalu. Anak-anak nelayan, harus terus mendapat program pendidikan dan kesehatan.

Hal ini disampaikan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kepri Edy Sofyan, kemarin. ”Seiring perkembangan zaman, Pak Gubernur tetap mengedepankan nasib dan peningkatan kesejahteraan bagi nelayan di Kepri,” kata Edy Sofyan.

Kata dia, Gubernur juga ingin produksi tangkap maupun hasil produksi budidaya ikan meningkat. Untuk mewujudkan produksi budidaya ikan, Pemprov Kepri menyalurkan bantuan setiap tahun.

Hanya saja, ke depan sifatnya bantuan yang diberikan lebih tepat sasaran, sesuai kebutuhan.

Baca Juga :  Kepri Simpan Energi Terbarukan

Tahun 2017 ini, Pemprov sudah membagikan 224 unit kapal ketinting, beserta alat tangkap dan fiber tempat ikan kepada nelayan di Kepri. Pemprov sedang membuat kapal pompong kayu ukuran 1 sampai 2 Grosston (GT) untuk masyarakat Lingga.

”Kita lebih fokus sampai kapal ketinting. Ada dua jenis kapal terbuat dari fiber dan kayu. Kalau nelayan di Batam, Bintan dan Karimun mereka ingin jenis ketinting fiber saja. Tapi bagi nelayan Lingga ia banyak permintaan bantuan kapal kayu,” papar Edy.

Rencananya 2018 mendatang, Pemprov akan terus meningkatkan bantuan untuk nelayan. Bantuan inipun harus melihat ketersediaan anggaran dan kebutuhan di lapangan. Bantuan alat tangkap ikan atau kapal ikan diberikan karena melihat kondisi masyarakat di lapangan. ”Kita memberikan bantuan biasanya atas dasar kebutuhan. Kita juga berharap ke depan, masyarakat nelayan kita bina untuk jadi nelayan yang mandiri. Jadi tak boleh kita bangun satu sikap, setiap tahun menunggu bantuan. Artinya mereka tidak mandiri jadinya,” jelas Edy.

Baca Juga :  Kepri & Sumut Kerja Sama Pangan

Mantan Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga menyampaikan, sudah banyak masyarakat nelayan mengajukan proposal bantuan. Ia akan cek langsung proposal yang mereka ajukan, kemudian ada tim yang melakukan verifikasi ke lapangan.

”Jadi tak semua proposal kita oke kah. Proposal itukan biasanya atas dasar keingin, bukan karena kebutuhan. Kemudian biasanya saat turun ke lapangan bersama Gubernur, melihat secara nyata, kondisinya harus kita bantu, ya, pasti kita bantu,” tegasnya.

Menurutnya, bila hasil verifikasi di lapangan ditemukan nanti, nelayan telah mengajukan proposal tapi tidak layak dibantu dengan berbagai pertimbangan, ya nelayan itu belum mendapatkan bantuan untuk tahun 2018. Sejak sepinya aktivitas illegal fishing di perairan Kepri saat ini, hasil tangkapan nelayan juga mulai nampak mengalami peningkatan.

Baca Juga :  Nurdin Berharap Turis Kapal Pesiar Betah di Kepri

”Cukup bagus hasil tangkap ikan sekarang. Tinggal pengaturan alat tangkapnya saja masih sangat heboh. Seperti alat tangkap pukat harimau, bom ikan,” tuturnya demikian.(SUHARDI)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here