Gubernur Launching Aplikasi Cek Dare

0
489
APLIKASI CEK DARE: Gubernur Kepri H Nurdin Basirun meninjau aplikasi Cek Dare Kepri di kantor Gubernur Dompak. F-suhardi/tanjungpinang pos

Aplikasi Cek Dare Kepri diluncurkan Gubernur H di halaman Kantor Gubernur Kepri, Pulau Dompak, Selasa (10/10), kemarin. Saat peluncuran Gubernur didampingi Ketua YKI Kepri Hj Noorlizah.

DOMPAK – Nurdin langsung meninjau aplikasi tersebut setelah meluncurkannya. Aplikasi ini, selain menyiapkan item soal pengaduan kekerasan anak, ada juga item mengenai pelayanan dan konsultasi hukum.

”Aplikasi Cek Dare ini bisa dimanfaatkan seluruh masyarakat Kepri yang menggunakan ponsel Android,” kata Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Pemprov Kepri Misni, kemarin.

Kata dia, untuk memanfaatkan aplikasi ini masyarakat harus men-download aplikasi tersebut. Setelah masyarakat men-download aplikasinya, masyarakat bisa memilih fitur-fitur sesuai persoalan yang akan disampaikan.

Misalnya ingin berkunsultasi masalah hukum, masalah anak dan perempuan. Lewat aplikasi ini, calon pengadu bisa memilih masalah apa yang ingin ia adukan. Dan pengaduan langsung terhubung ke operatornya.

Misalnya kalau mengenai hukum, ada pengacara kita yang siap memberikan penjelasan soal hukum. ”Jadi operator kita langsung merespon, jika menerima aduan ini,” timpal Misni.

Lewat aplikasi ini sambung dia langsung juga bisa masuk pengaduan khususnya yang menyangkut masalah Perempuan dan Anak baik untuk seluruh wilayah di Provinsi dan Kabupaten/Kota.

”Kita juga sudah mengajak pemerintah di kabupten dan kota untuk sama-sama menyukseskan aplikasi Cek Dare ini. Dan ini juga sebagai penghubung antara kita dengan masyarakat yang ada di daerah-daerah hinterland,” ucapnya.

”Kan ponsel Android sudah booming di masyarakat, setiap rumah pasti punya. Dia langsung bisa memanfaatkan aplikasi kita,” jelasnya.

Sambung dia, biasanya kalau sudah demikian masuk aduan ke operator, si korban atau orang yang melakukan aduan sudah langsung didampingi, kalau memang ada beberapa kasus itu butuh mediasi.

Kalau memang perlu sampai di inapkan, Pemprov Kepri katanya, punya Celter, bisa langsung di inapkan. ”Jadi semua daerah sangat mendukung terlaksananya aplikasi ini. Semua bisa bersinergi. Kabupaten dan kota,” tegasnya.

Kata Misni, selama ini berdasarkan data perkembangan dari tahun ke tahun, angka kekerasan terhadap Perempuan dan Anak di wilayah Kepri terus saja terjadi peningkatan. Tahun 2017 ini saja, sudah terdata sekitar 269 korban. Selama ini tercatat dari tahun ke tahun perkembangan kasus sudah mencapai 746 kasus.

Saat peluncuran aplikasi ini turut hadir Sekdaprov Kepri H TS Arif Fadillah, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berecana Pemprov Kepri Misni, Kepala KPPAD Kepri Muhammad Faisal, beberapa Komunitas peduli Perempuan dan Anak Kepri serta perwakilan OPD.(SUHARDI)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here