Gubernur Minta Jalan Lingkar Cepat Dilelang

0
1639
Beginilah gambaran Detail Engineering Design (DED) jalan lingkar yang dibuat oleh Pemprov Kepri. F-ISTIMEWA

Memasuki Maret ini, proyek pembangunan jalan lingkar atau proyek penataan Gurindam 12 Tepilaut, Tanjungpinang belum juga dilelang.

TANJUNGPINANG – Rencana pembangunan mega proyek ini akan dianggarkan selama tiga tahun oleh Pemprov Kepri dan dimulai dari APBD murni 2018. Total anggarannya Rp 530 miliar. Meskipun belum dilelang, pemprov tetap optimis pelaksanaan proyek tidak akan molor dan semua pekerjaan akan selesai bersamaan dengan tutup anggaran.

Pembangunan jalan lingkar sendiri akan dimulai dari Tanjùng Ayun Sakti (Depan Ramayana,red) atau percis bersinggungán dengan Jembatan 1 Dompak. Kemudian dari sana berlanjut ke daerah Teluk Keriting, Kampung Kolam, Sei Nyirih, Kampung Baru Madong, Sei Ladi, hingga ke KM 14 tepatnya belakang bandara.

Sedangkan wilayah Kabupaten Bintan sendiri dimulai dengan Simpang Desa Tembeling dan kembali ke Sei Nyirih. Total jalan yang akan dibangun di wilayah Tanjungpinang sepanjang 36.13 KM, sedangkan wilayah Bintan sepanjang 12.95 KM.

Gubernur Kepri H Nurdin Basirun, minta kepada stafnya agar terus meningkatkan koordinasi dan pemantapan sebelum proyek jamak tersebut resmi dibangun April mendatang. ”Inikan proyek besar. Saya minta supaya cepat dilaksanakan lelang,” kata HM Nurdin Basirun, di Gedung Daerah, Kamis (9/3).

Lebih lanjut, Nurdin menjelaskan bahwa proyek Gurindam 12 tersebut merupakan proyek yang mampu menyedot banyak investasi yang cukup besar khususnya untuk masyarakat Ibukota. ”Selain saya terus mendorong, juga saya minta dipersiapkan teman-teman OPD yang mengerjakan untuk menyiapkan payung hukumnya, supaya belakang hari tidak terjadi persoalan,” jelas Nurdin.

Lewat penataan Gurindam 12 tersebut, Nurdin berharap wajah Ibukota Kepri mampu mengangkat derajat masyarakat Kepri khususnya masyarakat Tanjungpinang. ”Perintah Presiden Jokowi, yang kita bangun bukan saja penunjang aspek ekonomi, melainkan juga martabat bangsa dan negara dimata dunia luar,” terangnya.

”Saya minta masyarakat Ibukota, sama-sama menjaga kestabilan, ketentraman supaya jangan semua ini jadi celah politik,” timpalnya.

Sementara itu, Kepala Biro Layanan Administrasi Pengadaan Pemprov Misbardi menjelaskan proyek jamak tersebut, sampai saat ini belum masuk proses lelang di LPSE Pemprov. Disampaikan dirinya, jika sudah di LPSE maka semua pihak bisa mengakses bahkan semua calon yang ingin membangun proyek ratusan miliar tersebut, bisa terlibat.
Asalkan, memenuhi persyaratan. ”Kalau sudah di masuk ke LPSE, siapapun bisa jadi peserta,” terangnya.

Disinggung saat rapat evaluasi bersama Gubernur, Misbardi menyampaikan, bahwa sudah ada lebih dari Rp 150 miliar proyek fisik maupun non fisik selesai lelang. Bahkan, Gubernur menyarankan khusus proyek jamak Tepilaut Tanjungpinang, supaya benar-benar profesional. ”Beliau menyarankan, agar siapa yang mengerjakan proyek ini pihak yang berpengalaman. Profesional tinggi,” tegas Misbardi.(SUHARDI-ABAS)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here