Gubernur Minta Listrik ke Menteri ESDM

0
608
TINJAU FPU Jangkrik: Gubernur Kepri H Nurdin Basirun bersama Menteri ESDM Jonan meninjau Kapal FPU Jangkrik di PT Saipem Karimun, Selasa (21/3). F-Istimewa/humas pemprov kepri

Karimun – GUBERNUR Kepri H Nurdin Basirun terus melobi-lobi Menteri ESDM RI, Jonan untuk memprioritaskan listrik di Karimun.

Nurdin mengatakan, Karimun akan menjadi pusat investasi kedua terbesar di Kepri setelah Batam. Apalagi, saat ini masyarakat dan industri sangat membutuhkan listrik.

Gubernur mengatakan, salah satu langkah yang bisa dilakukan agar listrik Karimun bisa disediakan adalah dengan menyalurkan gas dari Batam ke Karimun.

Kepada Jonan, gubernur mengaku masih ada janji yang belum ditunaikannya di Karimun yakni soal listrik.

”Pak menteri, saya sudah lama berjanji ke PT Saipem dan masyarakat Karimun untuk memperjuangkan listrik untuk mereka. Bila persoalan listrik di Karimun ini bisa diselesaikan, saya yakin investasi di Karimun akan tumbuh drastis,” katanya ke Jonan di Karimun, Selasa (21/3).

”Untuk itu, mohonlah Karimun ini diprioritaskan pak menteri. Sering-seringlah datang ke sini,” pinta Nurdin.

Nurdin mengatakan, bahwa dirinya sangat yakin potensi investasi di Karimun sangat besar bila persoalan listrik bisa diatasi. Nurdin mencontohkan dengan hadirnya PT Saipem di Karimun.

Karimun, kata Nurdin, mempunyai kelebihan aman dan nyaman. Masyarakatnya terbuka dan perizinannya sangat dimudahkan oleh pemerintah setempat.

”Segeralah sambung pipa dari Pemping Batam ke Karimun pak menteri. Saya kalau perlu, ikut nyelam ke laut,” tambah Nurdin dengan nada gurauan.

Kehadiran Jonan ke Karimun untuk meresmikan Kapal FPU Jangkrik. Prosesi pemecahan kendi dilakukan Ratnawati Jonan, istri Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sebagai tanda diresmikannya Kapal FPU Jangkrik, Selasa (21/3) di Kawasan Proyek PT Saipem Karimun.

Proyek pengolahan gas dengan kapasitas hingga 450 juta standar kaki kubik per hari (mmscfd) ini dikerjakan oleh ENI Teluk Bakau dengan memperkerjakan tenaga kerja Indonesia akan beroperasinya dan mulai memproduksi gas pada Mei 2017 nanti.

”Atas nama Tuhan Yang Maha Kuasa kami memohon, lindungilah dan mudahkan segala hal mengenai kapal kami Jangkrik. Dan kami berlindung hanya kepadamu,” doa Ratnawati Jonan setelah memecahkan Kendi yang kemudian diiringi dengan bunyi serine.

Setelah itu, rombongan Menteri Jonan beserta istri, gubernur dan rombongan menuju ke anjungan untuk meninjau secara dekat Kapal FPU Jangkrik yang berukuran 46×192 meter itu.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut Ketua Komisi VII DPR-RI KY H.Gus Irawan Pasaribu, Direktur Jendral Migas I Gusti Nyoman Wiratmaja, Bupati Karimun Aunur Rafiq, Kepala BKPM Batam Adi Sugiarti, Executive Vice Presiden Asia Pacific ENI Franco Polo, Mantan KSAL staf khusus Gubernur Prasetyo.

Sebelumnya, Menteri ESDM Ignasius Jonan menyerahkan penghargaan safety award kepada pekerja proyek Jangkrik atas pencapaian 10 juta jam kerja tanpa kecelakaan.
Lapangan Jangkrik dikerjakan oleh kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) Eni Muara Bakau BV, perusahaan migas asal Italia.

Eni mengklaim sekaligus membuktikan bahwa proyek megaraksasa tersebut sangat mempedulikan kesehatan dan keselamatan kerja karyawannya.

Menteri ESDM Ignasius Jonan dalam sambutannya menyampaikan ucapan terima kasih atas nama Pemerintah Republik Indonesia kepada Eni Muara Bakau yang telah berhasil menyelesaikan pembuatan kapal canggih dengan teknologi tinggi, Kapal FPU Jangrik.

Selain sesuai dengan anggaran yang telah ditetapkan, pengerjaan proyek kapal ini lebih cepat 12 bulan dari waktu yang diperkirakan.

”Saya atas nama Pemerintah RI memberikan apresiasi yang tinggi kepada perusahaan Eni Muara Bakau yang telah menyelesaikan kapal terbesar di Indonesia dengan teknologi tinggi ini lebih cepat 12 bulan dari perkiraan semula. Juga sesuai dengan anggaran,” katanya.

Dan yang paling luar biasa adalah tanpa kecelakaan kerja. Pujian Jonan itu disambut dengan tepuk tangan para undangan. Dengan demikian penghematan yang diperoleh mencapai 300 juta USD. Angka yang menurut Jonan sangat fantastis.

Kepala SKK Migas Amin Sutaryadi menyebutkan proyek ini merupakan salah satu proyek gas besar setelah Masela, proyek IDD Chevron dan kilang gas LNG Tangguh di Papua.

Tahun lalu operator blok tersebut, Eni Muara bakau BV dan mitranya telah meneken Perjanjian Jual Beli Gas (PJBG) dengan PT Pertamina (Persero). Setelah proyek ini beroperasi, Pertamina akan mendapat gas alam cair (LNG) sebanyak 1,4 juta ton untuk pasokan dalam negeri.

”Untuk awal produksi kita menargetkan 450 juta standar kaki kubik per hari (mmscfd). Itu berlangsung selama 6 tahun. Tahun berikutnya produksi akan menurun. Untuk penjualan gas, kita sudah sepakat dengan memakai Pertamina. Sebanyak 52 persen dijual ke Pertamina, Pertamina jual ke PLN. Sisanya 38 persen dijual ke perusahaan ENI yang lain. Dan 10 persen untuk ke pupuk Kaltim,” terang Amin.

Gubernur sangat gembira atas beroperasinya kapal unit produksi terapung (floating production unit/FPU) Jangkrik yang menandakan gas dari Blok Muara Bakau segera berproduksi.

Nurdin berharap Kabupaten Karimun bisa juga menikmati hasil dari gas tersebut. Kapal FPU Jangkrik akan beroperasi di Blok Muara Bakau yang berlokasi di Cekungan Kutei, lepas pantai Selat Makassar, yakni sekitar 70 km dari garis pantai Kalimantan Timur.(Martunas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here