Gubernur Minta Semua Anak Pulau Sekolah

0
387
H Nurdin Basirun

SMA dan SMK Bakal Dilengkapi Asrama

TANJUNGPINANG – Gubernur Kepri, H Nurdin Basirun meminta anak sekolah di hinterland terutama anak nelayan agar sekolah minimal tamat SMA atau SMK.

Bahkan, harapan gubernur agar anak-anak nelayan bisa melanjutkan pendidikannya ke perguruan tinggi. Dengan demikian, akan memutus rantai kemiskinan di hinterland.

Dijelaskannya, Pemprov Kepri termasuk kabupaten/kota sudah berusaha membantu nelayan dengan memberi bantuan alat tangkap termasuk sampan dan mesin ketinting.

Namun, persoalan terjadi di kemudian hari. Ketika anaknya sekolah hanya tamat SD atau SMP, mereka kembali ke sampan milik orangtuanya dan menangkap ikan dengan orangtuanya.

Sampan bantuan yang diberi sudah tua umurnya. Persoalannya makin rumit. Bukan hanya orangtuanya lagi yang menggunakan sampan ini, malah anaknya pun memanfaatkannya.

Harusnya, sampan itu berakhir di tangan orangtuanya saja. Sedangkan anak-anaknya harusnya mengenyam pendidikan agar nasib mereka berubah.

Untuk itu, Nurdin menegaskan akan terus memperjuangkan nasib anak nelayan jangan sampai putus sekolah. Pola pikir mereka harus diubah untuk mengejar pendidikan dulu.

Karena itu, tidak menutup kemungkinan sekolah-sekolah SMA/SMK menyediakan asrama siswa khusus anak pulau sehingga bisa konsentrasi belajar di sekolah.

Jika harus pulang pergi tiap hari ke pulau-pulau dengan jarak tempuh yang jauh serta melalui laut, dikhawatirkan anak sekolah justru malas sekolah dan berhenti hingga putus sekolah.

”Itu nanti akan kita pikirkan bagaimana agar mereka tuntaskan pendidikannya dulu. Jangan sampai bapa nelayan, anak nelayan. Turun temurun begitu. Kita ingin anak pulau mengejar pendidikan dulu,” ujarnya pekan lalu.

Membantu nelayan, kata dia, tidak dihentikan karena alat tangkap ikan dibutuhkan nelayan untuk memenuhi kebutuhannya sehari-hari.

Namun, bantuan yang diberikan itu hendaknya dimanfaatkan untuk menyekolahkan anaknya. Apabila ada yang tidak mampu, maka akan dibantu pemerintah.

Jadi, tidak ada alasan siswa putus sekolah karena anggaran tidak ada. Sebab, pemerintah akan menanggung biaya pendidikannya. (mas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here