Gubernur Minta Semua OPD Bantu Menyulap Teluk Keriting

0
1026
KAMPUNG WISATA: Masyarakat yang tinggal di Teluk Keriting sebagian besar nelayan. Pemprov Kepri akan menyulap daerah ini menjadi kampung wisata.f-suhardi/tanjungpinang pos

Gubernur Kepri, H Nurdin Basirun meminta semua kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemprov Kepri untuk menyulap Teluk Keriting Tanjungpinang menjadi kampung wisata.

Teluk Keriting – NURDIN menunjuk Syamrul Bahrum Asisten II Perekonomian dan Pembangunan Pemprov Kepri serta Abu Bakar Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Pemprov Kepri sebagai leading sector-nya.

Salah satu OPD yang terlibat di dalamnya adalah, Kepala Dinas Perumahan dan Pemukiman (Disperkim) Provinsi Kepri, Heru Sukmoro.

Heru mengatakan, gubernur memberikan mandat kepada seluruh OPD pemprov untuk melakukan pembangunan di Teluk Keriting sebagai kampung wisata yang baru di Ibu Kota Provinsi Kepri ini.

”Pak gubernur sudah memberikan mandat kepada masing-masing OPD Kepri. Rencana pembangunannya mulai tahun 2018. Tapi leading sector-nya Pak Syamsul dan Pak Abu Bakar,” tegas mantan Kadis PU Kepri tersebut, Selasa (7/3) kemarin.

Baca Juga :  Rumah Nyaris Ambruk, Tak Dibantu Dinsos

Menurut Heru, dirinya hanya diberi kesempatan melihat contoh site plan perencanaan pembangunannya saja. Rencana kawasan itu akan diperbagus sebagai upaya mendukung rencana gubernur yang ingin mengubah Teluk Keriting sebagai kawasan wisata.

”Saya sudah lihat site plan-nya. Untuk gambar jadi seperti apa keiinginan pak gubernur ada di Kadis PU, Pak Abu Bakar,” tambahnya.

Kepada koran ini, Heru sekilas memberikan gambaran terkait rencana kerja jangka pendek maupun jangka panjang Disperkim saat ini.

Menurutnya, salah satu tugas dan tanggungjawabnya untuk mengalokasikan anggaran kegiatan terhadap pembangunan kampung wisata Teluk Keriting yang diwacanakan gubernur Kepri tersebut.

Baca Juga :  Dadang Mendaftar Menjadi Kadisdik Kepri

”Nanti di sana, Disperkim akan fokus di masalah perumahannya, sarana prasarana di dalamnya, kalau misalnya perlu bangun jalan pelantar. Site plan globalnya sudah ada,” tambahnya.

”Saya sangat setuju dikeroyok ramai-ramai supaya segera bisa terwujud untuk mengubah wajah ibu kota,” timpalnya.

Berbeda dengan rencana gubernur yang informasinya sudah mengalokasikan lahan seluas 50 hektare di kawasan Pulau Dompak untuk pembangunan komplek pegawai.

Hanya saja, kata dia, tidak harus sampai 50 hektare. Setelah dihitung-hitung Disperkim hanya membutuhkan lebih kurang 20 hektare khusus untuk kawasan itu.

”Jadi nanti di atas lahan 20 haktare itu sudah cukup. Rencananya konsepnya ada rumah dinas, rumah pegawai negeri, rumah susun tidak jauh dari kawasan kampus UMRAH. Ini pun site plan-nya sudah ada, nanti masalah air bersih, persampahan, drainase kita bangun,” tambah Heru lagi.

Baca Juga :  Pemprov Kepri Terima Bantuan Alkes dari BRRI Tiongkok

Bahkan, sambung Heru, dirinya tidak hanya fokus di Ibu Kota Provinsi Kepri saja. Rencana pembangunan yang dialokasikan menggunakan anggaran kegiatan Disperkim antara lain, di Natuna.

”Natuna itu ada di Pulau Laut, penataan kawasan. Di daerah depannya, kita tata dari jalan sampai rumahnya. Bahkan kita sudah sepakat dengan kabupaten kota, kita keroyokan membangun beberapa titik termasuk daerah hinterland seperti Natuna ini,” tutupnya.(SUHARDI)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here