Gubernur Panggil GM Pelindo Bahas Pembangunan SBP

0
412
PERTEMUAN: Gubernur Kepri Nurdin Basirun didampingi Syamsul Bahrum melakukan pertemuan dengan GM Pelindo Tanjungpinang I Wayan Wirawan di Kantor Gubernur Kepri Dompak, Kamis (23/2). F-suhardi/tanjungpinang pos

Tanjungpinang – GUBERNUR Kepri H Nurdin Basirun memanggil General Meneger (GM) PT Pelindo Tanjungpinang, I Wayan Wirawan, terkait rencana tahap 2 pembangunan Pelabuhan Sribintan Pura (SbP) Tanjungpinang yang saat ini masih terus dikebut pengerjaannya.

Pertemuan dilakukan di ruang rapat tertutup kantor Gubernur Pulau Dompak, Kamis (23/2) kemarin

”Saya tidak mau nanti pembangunan menyalahi aturan, pelindo punya negara pemerintah daerah juga bagian dari negara. Bisnis boleh yang paling utama, namun tidak boleh ada yang dirugikan,” tegas Nurdin usai menggelar pertemuannya dengan GM Pelindo Tanjungpinang.

Nurdin juga menyarankan, agar proses pembangunan SbP tahap 2 nanti memiliki konsep yang identik dengan provinsi Kepulauan Riau. Dari tiga konsep yang disampaikan GM Pelindo, yakni masing-masing konsep bangunan model kapal, tepak sirih serta kerang.

”Dari tiga konsep bangunan itu, saya minta konsepnya kapal, mengingat kita inikan provinsi maritim,” terang Nurdin

Lebih lanjut, Nurdin menambahkan pembangunan boleh bertarap internasional asalkan tidak menghilangkan indentitas serta melindungi pemandangan gedung daerah dari bibir pantai atau pintu masuk Tanjungpinang.

Nurdin menyampaikan, dirinya sengaja memanggil GM Pelindo Tanjungpinang ke kantornya kemarin. Hal ini menurutnya, selain ingin melihat secara langsung konsep yang akan dibangun pelindo. Agar nanti kemudian hari tidak saling menyalahkan antarsesama. Karena menurutnya hal tersebut hanya menghabiskan tenaga dan waktu.

”Kalau saya prinsipnya koordinasi harus sama-sama kita bangun. Kalau kita duduk sama-sama tentu apa yang kita garap akan lebih maksimal, dari pada nanti masing-masing saling menunjukkan ego, wewenang, hak. Saya rasa itukan hanya menghabiskan tenaga dan pikiran,” tambah mantan Bupati Karimun itu.

Nurdin bahkan berjanji, dirinya tidak hanya berkoordinasi di daerah Kepri ia pun berniat mengajak rombongan OPD serta tim teknis Pelindo Tanjungpinang untuk sama-sama bertemu dengan pimpinan Pelindo pusat di Jakarta.

GM PT Pelindo Tanjungpinang I Wayan Wirawan, menambahkan kedatangan dirinya di kantor gubernur atas permintaan langsung yang disampaikan belum lama ini.

Wayan menuturkan, Pak gubernur ingin menyatukan program dari gubernur dan Pelindo untuk menjadikan pelabuhan SBP sebagai satu kawasan yang memiliki nilai bisnis atau nilai komersial untuk kesejahteraan masyarakat.

Dari aspek yang memang sudah dirancang Pelindo persekala internasional, Wayan menyampaikan bahwa gubernur sangat berpesan pembangunan pelabuhan tersebut harus bersekala internasional.

Alhamdulillah dari pertemuan singkat dirinya dengan gubernur itu, Wayan menyampaikan tujuan gubernur dan Pelindo satu hati yakni sama-sama ingin mewujudkan SbP sebagai pelabuhan berskala internasional.

”Pelindo sendiri saat ini sudah menyiapkan dana untuk tahap ke 2 yakni sebesar Rp 80 miliar. Sedangkan tahap I sudah dianggarkan Rp 43 miliar, sudah direalisasikan insyallah tahun ke 2 ini kita akan lanjutkan, jadi total keseluruhan habis Rp 80 miliar,” beber Wayan.

Nah pertemuan yang singkat hari ini, Wayan menyebutkan sebagai salah satu langkah singergitas nyata antara pemerintah dan Pelindo dalam aspek membangun pengembangan pelabuhan yang bersekala internasional.

”Alhamdulillah keinginan pak Gubernur bisa kita gabung jadi satu, artinya Pak gubernur ingin mempercepat tahun ini,” tambah Wayan

Bahkan pesan gubenur terhadap dirinya, agar Pelindo bisa melakukan perluasan lapangan parkir, artinya tugas kedepan Pelindo harus memperpendek trestle, bisa saja nanti drop off penumpang di atas.

”Konsepnya sudah kita siapkan, saya akan berkoordinasi dengan dinas PU nanti rencana lebih lanjut,” katanya lagi.

Lebih lanjut, Wayan juga menyampaikan kedepan paling cepat Juli mendatang konsep penjualan tiket tidak lagi tunai, melainkan non tunai.

”Kan ada program pemerintah Bank Indonesia, yang melakukan transaksi non tunai. Nanti semua menggunakan e-money. Insyallah bulan juli sudah bisa kita terapkan. Artinya tidak ada lagi yang jual-jual cash,” bebernya.

Ke depan pihaknya tidak hanya memperpendek trestle, melainkan akan meratakan kantor eks Pelindo untuk sarana prasarana pakir, insyallah tahun 2018 tahap 2 itu sudah bisa dijalankan.(Suhardi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here