Gubernur Serahkan Bantuan

0
880
TINJAU: Gubernur Kepri H Nurdin Basirun meninjau lokasi kebakaran di Kampung Cina Daik, Lingga, Rabu (29/11) (foto atas). Gubernur membawa bantuan untuk korban kebakaran.

Di pagi hari, Nurdin menyerahkan secara simbolis bantuan dari Pemprov Kepri kepada Wakil Bupati Lingga. Dalam penyerahan bantuan tersebut, Nurdin mengatakan bahwa pemberian bantuan ini merupakan wujud simpati pemerintah terhadap korban

”Walaupun tidak sama nilainya dengan yang telah terbakar, tapi kami berharap bantuan ini bisa membantu korban kebakaran untuk melakukan aktivitas ke depannya. Semoga ini bermanfaat,” ujar Nurdin saat penyerahan bantuan kepada korban kebakaran Kampung Cina, Daik, Lingga melalui Wakil Bupati Lingga yang diawali dengan coffee morning bersama di Masjid Jam’I Sulthan Lingga, Kamis (29/11).

Bantuan dari Pemprov Kepri untuk korban kebakaran terdiri dari 35 paket perlengkapan makan, 35 paket perlengkapan kesehatan keluarga, 35 pak lauk pauk, 35 pisis matras, 35 tikar. 125 selimut, 35 sandang, 26 paket Perlengkapan sekolah, 200 dus mie instan 200, 250 paket sembako, 45 daster batik, 45 sarung, 45 paket perlengkapan dapur, 12 paket pakaian dan ratusan pakaian layak pakai.

Baca Juga :  Download Aplikasi Langit Musik, Hadirkan Pengalaman Musik Digital

Selain itu, gubernur juga menyerahkan uang tunai yang diamplop untuk diserahkan kepada 35 KK yang menjadi tertimpa bencana. Bantuan dari Provinsi Kepri ini selanjutnya akan didistribusikan oleh Pemerintah Kabupaten Lingga kepada yang berhak menerimanya.

Setelah penyerahan bantuan, Nurdin bergegas ke lokasi kejadian untuk mendapatkan informasi langsung dari masyarakat yang terkena musibah kebakaran. Kepada warga yang menjadi korban yang ditemui di lokasi kejadian gubernur mengimbau untuk tetap berhati-hati dan waspada agar kejadian serupa tidak terulang lagi. ”Sekecil apapun yang namanya api harus kita waspadai dan kita cegah agar tidak melengahkan kita,” katanya.

Baca Juga :  Stok BBM Aman Jelang Akhir Tahun

Adapun pada kejadian ini jumlah bangunan yang terbakar adalah 59 unit yang terdiri dari 48 toko, 4 tempat tinggal, 4 gudang, 1 pos kamling dan 2 penginapan. Ikut terbakar sepeda motor sebanyak 13 unit. Kerugian akibat kebakaran ini ditaksir mencapai Rp 53 miliar dengan rincian Rp 10 miliar lebih untuk kerugian berupa materi dan Rp 42 miliar lebih untuk bangunan.

Sejauh ini, penyebab pasti kebakaran yang melanda pertokoan mayoritas warga Tionghoa yang terdiri dari 35 KK ini belum diketahui secara pasti. Namun, dugaan sementara, kebakaran terjadi akibat adanya korsleting pada arus listrik. (mas/ais)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here