Gubernur Serukan Tiru Semangat Juang Boedi Oetomo

0
323
GUBERNUR Kepri H Nurdin Basirun foto bersama dengan pejabat teras Kepri usai peringatan Harkitnas di Dompak, Senin (21/5). f-istimewa/humas pemprov kepri

DOMPAK – Gubernur Kepri H Nurdin Basirun mengajak masyarakat untuk senantiasa menjaga persatuan. Bersatu, menurutnya merupakan kata kunci ketika ingin menggapai cita-cita yang mulia meskipun di saat yang sama tantangan yang kuat menghadang di depan mata.

Boedi Oetomo telah memberi contoh bagaimana dengan berkumpul dan berorganisasi tanpa melihat asal-muasal primordial. ”Mari kita tiru semangat persatuan yang diserukan oleh Boedi Utomo. Karena dengan semangat persatuan akan bisa mendorong tumbuhnya semangat nasionalisme yang menjadi bahan bakar utama dalam mengisi kemerdekaan,” ujar Nurdin saat menjadi Irup pada peringatan Hari Kebangkitan Nasional ke-110 Tingkat Provinsi Kepri Tahun 2018 di Kantor Gubernur Dompak, Senin (21/5).

Nurdin melanjutkan, bahwa Boedi Oetomo menjadi salah satu penanda utama bahwa Indonesia untuk pertama kali menyadari pentingnya persatuan dan kesatuan. Ditambah lagi Presiden Pertama RI yang sekaligus Proklamator Kemerdekaan RI Ir. Soekarno, pada peringatan Hari Kebangkitan Nasional tahun 1952 mengatakan bahwa, pada hari itu Indonesia mulai memasuki satu cara baru untuk melaksanakan satu ‘ide’, satu naluri pokok dari pada bangsa Indonesia. Naluri pokok ingin merdeka, naluri pokok ingin hidup berharkat sebagai manusia dan sebagai bangsa.

Para pendahulu yang berkumpul dalam organisasi-organisasi seperti Boedi Oetomo itu memberikan yang terbaik bagi terbentuknya bangsa melalui organisasi. Bukan semata-mata dengan memberikan harta atau senjata, melainkan dengan komitmen sepenuh jiwa raga.

”Dengan segala keterbatasan sarana dan prasarana saat itu, mereka tetap semangat dan terus menghidupkan api nasionalisme dalam diri masing-masing. Dan semangat itu harus senantiasa kita kobarkan di jiwa kita,” tegas Nurdin.

Gubernur yang dalam kesempatan ibu membacakan sambutan Menteri Komunikasi dan Informatika ini menambahkan bahwa ketika rakyat berinisiatif untuk berjuang demi meraih kemerdekaan dengan membentuk berbagai perkumpulan lebih dari seabad lalu, bangsa Indoneaia nyaris tidak punya apa-apa. Melainkan hanya memiliki semangat dalam jiwa dan kesiapan mempertaruhkan nyawa.

”Sejarah kemudian membuktikan bahwa semangat dan komitmen itu saja telah cukup, asalkan kita bersatu dalam cita-cita yang sama yaitu kemerdekaan bangsa. Dan akhirnya kita meraihnya,” katanya.

Adapun perkembangan dunia yang saat ini terus bergerak cepat mengharuskan sumber daya manusia yang ada untuk mampu menghadapi setiap tantangan. Untuk itu upaya penyadaran tiap masyarakat terus dilakukan untuk mengembangkan diri dan merebut setiap peluang. (mas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here