Gubernur Tabur Hadiah di Karimun

0
378
KUIS: Gubernur Kepri H Nurdin Basirun saat memberi pertanyaan atau kuis kepada siswa di Karimun, kemarin. f-istimewa/humas pemprov kepri

Asal Bisa Jawab Pertanyaan

KARIMUN – Gubernur Kepri H. Nurdin Basirun memberikan hadiah 7 unit laptop untuk siswa/siswi SMK/SMA Karimun, puluhan payung dan uang tunai untuk guru dan masyarakat saat mengadakan kuis wawasan kebangsaan.

Saat itu, Nurdin menghadiri acara silaturahmi dengan Tenaga Pendidik dan Kependidikan Serta Peserta Didik SMA, SMK dan SLB Se-kabupaten Karimun di Gedung Serbaguna Kantor Bupati Karimun, Rabu (11/10).

Beberapa pertanyaan Nurdin untuk menambah wawasan kebangsaan kepada siswa-siswi adalah menyebutkan sila dalam Pancasila, nama-nama pahlawan, nama-nama menteri serta hari-hari penting nasional.

Diantara yang membuat heboh dan gelak tawa semua hadirin yang hadir pada acara ini adalah ketika seorang siswa diharuskan gubernur menyebutkan 20 pulau yang ada Indonesia secara cepat.

Antara gugup dan bingung siswa tersebut menjawab pulau-pulau yang hanya ada di sekitaran Pulau Karimun.

Lupa bahwa Indonesia adalah Sabang sampai Merauke yang terdiri dari 17 ribu pulau lebih. Namun setelah dibimbing dan dibantu gubernur akhirnya siswa tersebut bisa menyebutkan 20 pulau yang ada di Indonesia dan mendapatkan hadiah 1 buah laptop.

Bukan hanya kepada para siswa, Nurdin juga mengajukan pertanyaan kepada para guru dan wartawan yang hadir pada saat itu.

Tampak suasana riuh karena semua orang ingin menjawab pertanyaan dari Gubernur untuk mendapatkan hadiah berupa payung dan uang tunai.

Gubernur mengatakan, wawasan kebangsaan sangat penting ditanamkan pada setiap warga negara sebagai proses pembentukan sikap moral agar memiliki kecintaan terhadap tanah air dan terpeliharanya NKRI.

Gubernur menegaskan, bangsa Indonesia terdiri dari berbagai suku-suku, bangsa, agama, dan adat istiadat.

Maka pemahaman tentang nilai-nilai wawasan kebangsaan merupakan kebutuhan mutlak, terutama bagi generasi muda di tengah arus globalisasi dan proses demokrasi.

Untuk itu Nurdin berharap, kehidupan berbangsa ke depan harus menjadi lebih baik lagi. Apalagi era globalisasi dewasa ini, menuntut bangsa memiliki daya saing.

Sehingga kepada para siswa dan generasi muda, persoalan kebangsaan menuntut perhatian kita bersama. Sebab persoalan itu tidak hanya masalah moralitas yang kian memprihatinkan, namun juga masalah persoalan radikalisme, terorisme, aliran sesat, dan lainnya.

Berbagai ancaman itu perlu diwaspadai bersama, termasuk ancaman penyalahgunaan narkoba yang kini sudah menjadi bencana nasional. (mas/ais)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here