Gubernur Tutup DBR FBK 2017

0
528
JADI TEKONG: Gubernur Kepri H Nurdin Basirun menjadi tekong salah satu tim saat lomba DBR dalam rangka FBK 2017 di Sungai Carang. f-suhardi/tanjungpinang pos

Nurdin Ambil Alih Posisi Tekong

TANJUNGPINANG – Gubernur Kepri H Nurdin Basirun mendukung penuh perhelatan Dragon Boat Race (DBR) internasional yang merupakan rangkaian Festival Bahari Kepri 2017.

Gubernur mengatakan, momen-momen yang menggalakkan kepariwisataan Kepri harus didukung penuh. Olahraga bahari juga harus dikembangkan mengingat posisi Kepri yang merupakan daerah kepulauan.

Apalagi Kepri sudah ditetapkan Kementerian Pariwisata menjadi Pintu Gerbang Utaam Wisata Bahari Indonesia. Karena itu, segala yang bersentuhan dengan bahari harus dikembangkan.

”DBR Ini harus menjadi agenda wajib tahunan. Sungai Carang juga harus dijadikan lokasi wisata, juga lokasi perhelatan Dragon Boat Race,” kata Nurdin saat menghadiri even ini menjelang dilakukan penutupan, Minggu (22/10) siang.

Pada kesempatan itu, Nurdin menyampaikan permohonan maafnya karena saat pembukaan even ini dirinya sedang di Batam. Saat itu, bersama Kapolda dan Wakapolda Kepri, Nurdin mengikuti vidio conference dengan Kementerian Desa tentang Pengawasan Dana Desa.

Saat hadir di Sungai Carang, Nurdin tampak ikut bermain dengan salah satu perahu. Sesekali dia tampak menjadi tekong mengarahkan perahu menuju pinggiran.

Setelah naik ke darat, Nurdin langsung menemui sejumlah pelajar yang hadir dan bersenda gurau dengan para pemimpin bangsa itu. Ada 10 sepeda yang dibagi-bagi Nurdin untuk para pelajar kala itu.

Tapi mereka harus diuji dulu wawasan kebangsaan dan hal-hal terkait Keindonesiaan. Nurdin melontarkan kuis, juga menguji penghafalan Pancasila para pelajar. Termasuk Bhineka Tunggal Ika. ”Mereka harus terus diperkuat wawasan kebangsaannya. Juga sikap toleransi yang menjadi jati diri masyarakat Kepri,” kata Nurdin.

Karena padatnya kegiatan FBK, sejak Jumat (20/10) hingga Sabtu (21/10) Gubernur Kepri harus menghadiri puluhan kegiatan yang lokasinya berbeda-beda. Menurut Kepala Biro Humas Protokol dan Penghubung Pemprov Kepri, Nilwan, pada Jumat lalu, Gubernur Kepri Nurdin Basirun sudah memulai kegiatannya pukul 04.00 menghadiri safari subuh di Masjid Agung Al-Hikmah Tanjungpinang.

Lantas pada pukul 07.00 Gubernur sudah berada di Mapolda Kepri di Batam untuk mengikuti video conference. ”Karena saat bersamaan pembukaan Dragon Boat Race di Sungai Carang, sehingga pembukaan DBR dihadiri Sekdaprov. Saat itu posisi gubernur di Batam dan ada acara FGD BP POM Se-Indonesia di Hotel Best Western Panbil Batam,” ucap Nilwan, kemarin.

Pada jam yang sama, sambung Nilwan yakni pukul 08.30 ada pembukaan World Batik Competition di Sun Resort Bintan. ”Untuk Acara World batik yang hadir Bu Nurlizah Nurdin dan Pak Asisten 1,” terangnya.

Lantas, sambungnya, pada pukul 12.00 ada penyambutan kedatangan 10 Duta Besar Negara sahabat di VIP Bandara RHF Tanjungpinang yang dihadiri Gubernur dan asisten 1. Setelah Zuhur, sambungnya, gubernur Kepri Nurdin Basirun menghadiri rapat koordinasi bupati/wali kota se-Provinsi Kepri disejalankan dengan penyerahan piagam WTP di Gedung Daerah.

Pada pukul 15.00 WIB, gubernur menyambut arak-arakan Kapal Hias Festival Sungai Carang yang finisnya di depan Gedung Daerah. ”Pada malam harinya, Gubernur Kepri menghadiri acara malam puncak Festival Bahari Kepri yang diawali yachters dinner di Gedung Daerah,” bebernya.

Menurut Nilwan, Pemerintah Provinsi Kepri sangat mendukung upaya pengembangan dan kegiatan sektor pariwisata. Tujuannya, selain untuk mempromosikan objek wisata di Kepri juga agar pendapatan daerah dari sektor pariwisata terus meningkat.

”Untuk event-event wisata yang kecil saja, gubernur selalu berupaya untuk hadir. Itu karena Pemprov Kepri sangat konsen untuk pengembangan sektor wisata tanpa mengabaikan sektor yang lain,” kata Nilwan.

Semua Piala Diboyong Tim Luar
Tim perahu naga Koarmabar DKI Jakarta kembali mempertahankan piala bergilir Gubernur Kepri setelah meraih juara pertama di ajang Dragon Boat Race (DBR) Internasional yang digelar Pemko Tanjungpinang di perairan Suncai Carang, Minggu (22/10).

Posisi kedua diraih oleh tim Persatuan Olahraga Dayung Indonesia (PODS) Siak, Riau, juara ketiga PODSI Soralangun Jambi dan juara keempat PODSI Batang Hari Jambi.

Semua piala yang disiapkan panitia diboyong tim dari luar Kepri. Tim Malaysia juga tidak ada piala. Pagelaran event tahunan Pemko Tanjungpinang melalui Dinas Pariwisata Tanjungpinang sudah yang ke-16 kalinya digelar ini, secara umum sukses.

DBR tahun ini diikuti lima tim dari Malaysia. Diperkirakan lebih dari 100 orang dari Malaysia baik pemain keluarga pemain hadir di Sungai Carang untuk menyaksikan perlombaan tersebut. ”Alhamdulillah tahun ini lebih meriah. Bukan hanya banyak tim dari luar negeri tapi penonton cukup ramai,” kata Sekretaris Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Tanjungpinang, Raja Kholidir, kemarin.

Kata dia, ramainya penonton tahun ini juga atas kerja keras pihak kelurahan dan kecamatan termasuk Dinas Pendidikan yang telah mendatangkan warganya dan siswanya.

Di lokasi DBR, panitia menggelar lomba sadar wisata dan yel-yel dari siswa. Tapi, meskipun sukses, ke depannya masih ada yang perlu dibenahi. Terutama sistem parkir kendaraan dan penataan pedagang kaki lima, yang mendapatkan rezeki di event tahun ini. ”Ke depan masih ada catatan yang harus kita benahi. Tapi secara umum pelaksaaan DBR tahun lebih baik dari tahun sebelumnya,” bebernya. (jek/bas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here