Gubkepri Ingin Buat Kawasan Industri dan Perdagangan Halal

0
600
RAPAT: Rapat Disperindag Kepri dengan instansi terkait. F-istimewa

Tanjungpinang – GUBERNUR Kepri Nurdin Basirun berkeinginan untuk membentuk Kawasan Industri dan Perdagangan Halal di Provinsi Kepulauan Riau. Diharapkan ke depannya, kawasan ini berperan sebagai pionir dan pintu gerbang perindustrian dan perdagangan di kawasan Indonesia Barat.

Hal ini diungkapkan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Kepri, Burhanudin, kemarin.

”Hal ini sebagai mana amanat dari Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal bahwa negara menjamin kepastian hukum mengenai jaminan kehalalan suatu produk,” tegasnya.

Tujuan dan urgensi dibangunnya Kawasan Industri dan Perdagangan Halal ini, seiring dengan pertumbuhan konsumsi halal dunia.

Saat ini produk halal bukan hanya identik bagi kebutuhan masyarakat muslim saja, namun masyarakat non-muslim di dunia juga mulai memilih mengkonsumsi produk halal.

Bahkan, perusahaan-perusahaan produk makanan di Indo-Tiongkok seperti Laos, Vietnam, Kamboja, Korea Selatan, Jepang, Australia hingga Amerika Serikat, telah melihat isu halal ini sebagai sebuah peluang bisnis yang sangat bagus untuk dikembangkan.

”Berdasarkan perhitungan Kemenperin, permintaan produk makanan halal dunia akan mengalami pertumbuhan sebesar 6,9 persen, dalam enam tahun ke depan, yaitu dari 1,1 trilliun dolar AS pada 2013 menjadi 1,6 triliun dolar AS pada 2018,” tegasnya.

Untuk itu, Pemerintah Provinsi Kepri tidak mau ketinggalan memanfaatkan potensi pasar global produk halal itu, dengan membangun Kawasan Industri dan Perdagangan Halal di Provinsi Kepri.

Sebagai negara berpenduduk muslim terbesar di dunia, diprediksikan Indonesia memiliki potensi produk halal sebesar US$ 10 Miliar. Potensi produk halal yang dimaksudkan bukan hanya produk makanan dan minuman.

Akan tetapi juga mencakup industri perbankan, pariwisata, serta aktivitas perdagangan secara luas. Masyarakat Provinsi Kepulauan Riau sendiri terdiri dari 77 persen penduduk beragama Islam.

Dengan letak geografis yang sangat strategis berada pada Laut Cina Selatan, berbatasan langsung dengan Negara Vietnam, Kamboja dibagian Utara, berbatasan langsung dengan Negara Singapore, Malaysia dibagian Barat serta didukung potensi alam yang sangat potensial, Provinsi Kepulauan Riau dimungkinkan untuk menjadi salah satu pusat pertumbuhan ekonomi bagi Republik Indonesia di masa depan.

”Sehingga Provinsi Kepulauan Riau diharapkan dapat berperan sebagai Pintu Gerbang Perdagangan Halal Kawasan Indonesia Barat,” tegasnya.

Untuk mewujudkan visi Gubernur Kepri Tahun 2016-2021 yang dijabarkan dalam 9 misi pembangunan, diantaranya mencakup pengembangan kehiduapan masyarakat Kepri yang agamais, berkeadilan di bawah payung budaya Melayu, peningkatan daya saing ekonomi Kepri dan antar Kabuaten/kota.

Sehingga dipandang perlu untuk segera mewujudkan Kawasan Industri dan Perdagangan Halal di wilayah Provinsi Kepri.

Pembentukan kawasan Perdagangan Halal ini antara lain dapat berbentuk kawasan industri Halal yang difokuskan pada lokasi khusus kawasan industri yang terjamin kehalalannya, Destinasi Halal yang terdiri atas makanan, kuliner, hotel, restoran, catering.

Kemudian, biro perjalanan wisata (tour and travel), dan spa. Adapun tujuan jangka panjangnya semua lini perdagangan dari hulu sampai hilir di Provinsi Kepulauan Riau mendapat sertifikasi halal.

Untuk merealisasikan gagasan dan pemikiran tersebut, Gubernur Kepulauan Riau memerintahkan Dinas Perindustrian dan Perdagangan untuk melakukan Rapat Koordinasi awal yang bertujuan untuk menyamakan konsep dan kerangka pikir awal mengenai Pembentukan Kawasan Industri dan Perdagangan Halal dengan stakeholder terkait.

Adapun instansi yang terlibat dalam Rapat awal ini yaitu, LPPOM MUI Kepri, Dinas Perindustrian, Perdagangan, Ekonomi Kreatif, dan Penanaman Modal Kota Tanjungpinang, dan Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan ESDM Kota Batam.

Hasil Koordinasi awal ini menyepakati langkah-langkah yang akan ditempuh lebih lanjut. Pertama membentuk Tim Percepatan Pembentukan Kawasan Industri dan Perdagangan Halal di Provinsi Kepulauan Riau.

Tugas Tim ini untuk mengkaji konsep Kawasan Industri dan Perdagangan Halal yang dapat diaplikasikan di Provinsi Kepulauan Riau. (ABAS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here