Gudang Hang Nadim Sudah Overload

0
457
PESAWAT sedang parkir di Bandara Hang Nadim Batam sambil menunggu jadwal keberangkatan. f-istimewa/humas bp batam

BATAM – Arus barang dari Bandara Hang Nadim masih tinggi sampai saat ini. Dampaknya terhadap pengiriman yang sedikit melambat dibanding sebelumnya.

Dimana, tingginya arus barang tidak diimbangi dengan kapasitas angkut pesawat. Peningkatan disebut sekitar 20 sampai 40 persen dari biasanya. Akibatnya, kapasitas gudang di bandara Hang Nadim mengalami overload.

Kondisi ini diungkapkan Ketua Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Sumatera Bagian Tengah (Sumbagteng) Sumbagteng, Ahmad Muhari, menanggapi kelambatan arus barang dari Batam.

Disebutkannya, kondisi peningkatan itu diketahui dari informasi perusahaan jasa titipan (PJT) dan otoritas Hang Nadim Batam.

”Beberapa penyebab terjadinya penumpukan barang di gudang bandara, karena tingginya arus barang yang keluar Batam melalui jalur udara. Arus barang tidak bisa diimbangi kapasitas angkut pesawat,” ungkap Muhari.

Disebutkannya, jumlah pesawat yang melakukan penerbangan keluar Batam tidak mengalami perubahan. Dampaknya terjadi pada penumpukan. ”Informasi dari pengelola bandara seperti itu. Barang naik dari 20 persen sampai 40 persen. Gudang bandara overload,” katanya.

Dinilai jika penumpukan dialami seluruh PJT yang ada di Batam. Termasuk Lion Parcel yang satu grup dengan Lion Air. Karena itu, dia mengajak PJT lain untuk bekerja sama, agar pengiriman barang yang selama ini tersendat, bisa kembali normal.

”Lion Parcel mengajak bekerja sama, karena memang Lion Parcel bekerja sama dengan Lion Air,” saran Muhari.

Selain itu, dia menyarankan agar dilakukan upgrade tipe pesawat. Dimana, setiap hari Jumat, maskapai Garuda Indonesia menggunakan pesawat Airbus 330. Namun hari lain tipe pesawat yang digunakan Boeing 737. Demikian dengan Lion Air.

”Perlu ditingkatkan pesawat dengan kapasitas lebih besar. PJT lain ada juga carter pesawat kargo untuk mengurangi penumpukan,” imbuh dia.

Sebelumnya, Direktur BUBU Bandara Hang Nadim, Suwarso menyebutkan, di Batam ada peningkatan pengiriman barang keluar.

Kondisi ini sebenarnya sudah disikapi beberapa maskapai dengan mengubah tipe pesawat yang masuk ke Batam. Perubahan tipe pesawat ke Batam dilakukan Lion, Garuda dan pesawat kargo, JNE.

”Kita dan persero kewalahan karena ada permintaan meningkat melalui Hang Nadim, khususnya barang keluar. Makanya maskapai meng-update pesawatnya,” ungkapnya.

Disebutkannya, yang mengubah tipe pesawatnya, ada Lion meng-update pesawat dari 737IR menjadi 747. Selain itu, pesawat yang masuk juga diselingi air bus.

”Demikian dengan Garuda yang mengubah pesawat setiap Jumat jadi air bus 303, untuk mengantisipasi kebutuhan kargo, dengan pesawat berbadan besar,” beber Suwarso.

Sementara untuk perusahaan jasa pengiriman barang, JNE juga diakui melakukan perubahan pesawat yang digunakan untuk mengangkut barang. Dimana kini menggunakan pesawatnya Mandala tipe 737.

”Mudah-mudahan dengan peningkatan, akan menjadikan aktivitas kargo normal dan tidak ada lagi penumpukan,” harap dia. (mbb)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here