Gunakan Gas Bumi‎, Warung Makan Bisa Hemat Rp5 Juta

0
547
Salah satu rumah makan yang menggunakan sambungan gas dari PT PGN

BATAM – Pembangunan akses energi gas bumi hemat dan ramah lingkungan dari PT PGN memberikan keuntungan kepada pelaku usaha komersil. Seperti usaha rumah makan, bisa menghebat biaya hingga jutaan rupiah terhadap pengeluaran bahan bakar gas.

Hal ini diungkapkan salah satu pemilik rumah makan di Batam, yaitu Warung Bu Joko. Mengaku bisa berhemat hingga 30 persen bahan bakar untuk dua lokasi usahanya, yaitu di Nagoya dan Batam Center.

“Semenjak berganti ke PGN, lebih ringan jadi gak usah beli gas. Kami bisa menghemat 30 persen pengeluaran bahan bakar. Kalau pakek tabung gas perhari bisa sampe Rp800 ribu tapi tergantung pemakaian sih kadang Rp 600 ribu pernah. Sekarang perbulannya kami bisa menghemat Rp5 jutaan lebih lah,” kata Pengelola Warung Makan Sunda Bu Joko Nagoya, Rika Hardiyanti, Rabu (31/7/2019).

Dituturkannya, konsumsi gas cukup tinggi untuk memasak setiap harinya, membuat usaha komersil seperti warung Bu Joko ini, sangat merasakan dampak beralih ke saluran gas PGN. Setiap harinya gas mereka selalu menyala sekitar sembilan jam setengah nonstop. 

Baca Juga :  Jadikan Harkitnas Penyemangat Menangkap Peluang

Lanjut Rika, selain menghemat pengeluaran, beralih ke Gas PGN juga turut menghemat waktu dan tenaga. Sehingga biaya yang tinggi saat investasi pemasangan sudah terbayarkan dengan manfaat yang jauh lebih menguntungkan. Saat ini mereka juga tak perlu lagi menghabiskan waktu untuk mengangkut dan memasang gas.

“Di sini nyala-nyala terus, kalau tabungkan harus masang lagi, apalagi masak di lantai tiga, harus naik turun tabungnya pake kerekan, lebih susah itu harus angkat. Kalau jaringan gas PGN kan tinggal nyalain kompor aja, gas udah selalu tersedia,” ujarnya. 

Dituturkannya, sudah dua tahun pemakaian gas, tidak memiliki keluhan yang berarti terhadap pelayanan PGN. Hanya dua kali saja itupun gangguan tak terencana. Menurutnya itu bukan masalah besar karena waktu perbaikannya cepat. 

“Kami jarang nelpon, paling mereka yang menghubungi karena ada gangguan penyaluran gas, ada gangguan cuma dua kali aja sejak pertama kali pasang,” ucapnya. 

Sales Area Head PT PGN Batam, Wendi Purwanto, mengatakan selama beroperasinya ada dua macam gangguan yang mungkin di alami di jaringan gas PGN ke pelanggan. Yaitu gangguan terencana dan gangguan tak terencana. 

Baca Juga :  Semua Bisa Untung Bersama Smartfren SmartPoin

Ketika gangguan tersebut terencana seperti perawatan pipa gas, PGN akan memberikan informasi kepada pelanggan sejak hari sebelumnya. Bahka ketika terjadi gangguan tak terencana dalam waktu lama, untuk menopang produksi pelanggan, PGN saat ini bisa menyiapkan CNG untuk back up sementara. 

“Kalau mati lama dan satu kawasan tersebut sangat membutuhkan aliran gas untuk produksi kita bawa gas CNG untuk digunakan sementara sesuai kebutuhan mereka,” jelasnya.

Dituturkannya, gas CNG ini hanya disediakan untuk gangguan yang terjadi di atas 24 jam. Bisa digunakan oleh usaha komersil dengan produksi tinggi jika melapor ke PGN. 

Setiap ada gangguan, PGN selalu memprediksi waktu perbaikan dan menjadikan patokan waktu penyelesaian terlama. Menurut Wendi, perbaikan selalu selesai kurang dari waktu yang diinformasikan ke pelanggan. 

“Kami biasanya ambil waktu terburuk, tapi biasanya ketika kami bilang selesai waktu perbaikan 8 jam, justru sudah selesai 6 jam. Makanya belum pernah ada pelanggan yang mengajukan peminjaman gas CNG, karena gas CNG inikan butuh waktu pengisian. Ketika dalam pengisian kadang perbaikan sudah selesai,” ungkapnya.

Baca Juga :  Ekspor Batam Naik 987 Juta Dolar AS

Saat ini PGN melayani 4.809 pelanggan di Batam. 43 pelanggan industri besar, 65 pelanggan komersil seperti hotel dan rumah makan, serta 4.701 rumah tangga.

Wendi mengakui ke tiga kategori tersebut ada perlakuan yang berbeda karena tekanan yang dibutuhkan juga berbeda. Sehingga memerlukan waktu dan cara perbaikan yang berbeda. Menurutnya, manajemen PGN tetap menjamin layanan yang sama kepada pelanggan dengan kecepatan tanggap petugasnya. 

Setiap keluhan yang diajukan pelanggan terhadap aliran gas PGN, petugas mempunyai standar waktu maksimal dua jam untuk sampai ke tempat. Untuk kondisi lalu lintas Batam, biasanya hanya membutuhkan waktu 30 menit saja untuk tiba di lokasi gangguan.‎ (mbb)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here