Guntur Sakti Resmi Dilantik Kemenpar

0
1750
GUNTUR Sakti saat dilantik Kemenpar RI Arief Yahya di Jakarta, Rabu (28/2). f-istimewa

JAKARTA – Menteri Pariwisata, Arief Yahya, melantik pejabat Eselon I dan II di lingkungan Kementerian Pariwisata, Rabu (28/2). Pelantikan berlangsung di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona, Kemenpar, Jakarta Pusat.

Salah satu dari belasan pejabat yang dilantik adalah Guntur Sakti pejabat yang sebelumnya menjabat Kadiskominfo Pemprov Kepri. ”Pak menteri berpesan, bahwa usai dilantik langsung bekerja,” kata Guntur kepada Tanjungpinang Pos, via ponsel Rabu (28/2) kemarin.

Menurut Guntur, saat ini Menpar Arief Yahya tengah melakukan restrukturisasi organisasi di internal pejabat Eselon I dan II secara luas. Beberapa posisi jabatan strategis, direstrukturisasi oleh Menteri Arief.

Hanya ada dua pejabat dari luar internal, dirinya dari Pemprov Kepri, kemudian ada Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Aceh Reza Pahlevi dipercaya menempati posisi Asisten Deputi Destinasi Regional II pada Deputi Bidang Pengembangan Destinasi Pariwisata.

Disinggung siapa saat ini yang menggantikan dirinya sementara sebagai Kadiskominfo Kepri, Guntur menyampaikan bahwa hal itu bukan wewenang dirinya, ia hanya berharap, bahwa posisi Kadiskominfo harus merupakan, sosok pejabat yang paham dengan keinginan Gubernur Nurdin Basirun.

”Sebelum berangkat ke Jakarta, saya sudah lapor dan pamitan secara resmi dengan gubernur dan sekda. Bahkan beliau mengaku bangga. Tentunya, jabatan siapapun dia yang jabat Kominfo harus lebih baik,” tegas Guntur.

”Harapan kita semoga dapat pengganti yang lebih baik, punya leadership dan managerial serta dapat meneruskan program-program yang telah direncanakan oleh tim Kominfo,” timpalnya demikian

Menpar Arief Yahya mengatakan, para pejabat yang dilantik akan menempati posisi dalam struktur organisasi baru Kemenpar. Para pejabat baru diharapkan bisa memenuhi tuntutan strategis yakni mendatangkan 20 juta wisatawan mancanegara tahun 2019.

”Saya sudah mencermati struktur organisasi yang kita gunakan selama ini. Saya berkesimpulan, dengan struktur organisasi tersebut mustahil kita bisa mewujudkan visi 2019,” katanya.

Selain pejabat Eselon I dan II, Menpar Arief Yahya juga melantik sejumlah pejabat Eselon III dan IV. Juga beberapa pejabat di Badan Pelaksana Otorita Danau Toba, dan Badan Pelaksana Otorita Borobudur. Mantan Dirut Telkom itu menjelaskan, struktur organisasi lama masih dominan menggunakan dimensi fungsi (functional structure). Sedangkan organisasi baru menggunakan dimensi customer sebagai primary dimension.

”Pada hakekatnya, Kemenpar adalah kementerian pemasaran. Jadi tugasnya adalah memasarkan produk destinasi wisata untuk mendatangkan 20 juta wisman, bukan sekedar menjalankan aktivitas rutin kepemerintahan,” jelas Menpar Arief.

Menurutnya, Kemenpar tidak berbeda jauh dengan perusahaan. Yakni, punya target tahunan dan punya omzet. Yaitu jumlah devisa wisman yang dihasilkan tiap tahun.

Bedanya, di perusahaan, omzet (profit) itu masuk ke kantong pemegang saham. Sedangkan di Kemenpar, omzet dikembalikan ke masyarakat. Tujuannya untuk kesejahteraan seluruh rakyat Indonesia.

Melalui restrukturisasi organisasi, Arief Yahya berharap, Kemenpar menjadi lebih fokus pada wisatawan. Dan, akan lebih sensitif dalam memahami kebutuhan wisatawan. Juga adaptif menciptakan produk-produk wisata untuk memenuhi kebutuhan wisatawan. (ais/net)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here