Gurita Jadi Penghasilan Bagi Nelayan

0
238
SEORANG nelayan ketika akan pergi melaut mencari Gurita di Pantai Serasan. F-HARDIANSYAH/tanjungpinang pos

Sekitar empat bulan belakangan ini, warga berlomba-lomba memadati bibir pantai untuk mencari gurita. Gurita tersebut, nantinya akan dijual dan menjadi sumber penghasilan bagi masyarakat. Satu kilonya Rp50 ribu hingga Rp60 ribu.

NATUNA – Mereka menangkap gurita dengan cara manual, dan ada juga yang menggunakan alat.

Nelayan tradisional, menangkap gurita dengan tangan kosong atau tombak di pinggir pantai. Sedangkan mereka yang punya alat, masuk ke laut menggunakan kapal pompong.

”Alhamdulillah hasilnya lumayan untuk menunjang kehidupan. Harganya sekilo Rp50 ribu yang basah. Untuk yang kering Rp60 ribu,” kata Man, seorang pencari Gurita di Ranai, Selasa (6/7).

Menurutnya, Gurita di Natuna ada musimnya dan bermunculan pada pertengahan hingga menjelang akhir tahun.

Pada saat musim Gurita, warga baik laki-laki dan perempuan dengan berbagai kalangan usia turun ke laut mencari gurita.

”Kalau dapat 5 kilo sehari udah lumayan, kadang satu ekor Gurita bisa mencapai 5 kilo lebih. Tapi sekarang udah agak sepi, mungkin musimnya mau berakhir,” ujar Man.

Ia menambahkan, mengenai pasar Gurita warga tidak khawatir karena pasarnya ramai dan sangat laku dijual.

”Apalagi sekarang ada Perindo, perusahaan itu siap membeli berapapun yang kita mau jual. Makanya kalau guritanya ramai, enak sekali,” sebutnya.

Ia berharap, pemerintah dapat membekali warga dengan alat tangkap yang memadai agar mereka dapat mencari gurita ke tengah laut.

”Saya rasa gurita masih banyak di tengah laut, tapi kan warga tidak punya alat untuk menangkapnya. Mudah-mudahan lah pemerintah bisa bantu,” harapnya.

Manajer Perum Perindo Unit Natuna Yogi Adri Firnanto mengaku, Gurita merupakan salah satu produk prioritas yang dikembangkannya di Natuna.

Menurutnya, produk ini didukung oleh ketersediaan Gurita dan semangat nelayan dan pangsa pasar yang terbuka lebar.

”Makanya kami secara khusus merangkung nelayan Gurita ini. Ada sekitar 181 orang nelayan plasma kami, dan kami juga meng-cover semua produk hasil tangkapan nelayan lain. Ini bagian prioritas di perusahaan kami,” ujarnya.

Selain itu, kasus pencurian ikan di perairan Natuna disebut masih tinggi. Setiap bulan, penegak hukum dan keamanan laut masih disibukkan dengan belasan bahkan puluhan perkara pencuri ikan.

Demikian ditegaskan Kajati Kepri, Asri Agung Putera pada acara ramah tamah yang digelar Pemerintah Kabupaten Natuna di Rumah Makan Sisi Basisir, Ranai, Ahad (28/10) malam.

Ia melanjutkan, pemerintah telah menempuh berbagai langkah dalam upaya penegakan hukum di laut mulai dari pengerahan kapal perang, kapal pengawas, sarana keamanan laut, penguatan instansi terkait. (HARDIANSYAH)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here