Guru Agama Dalami Aplikasi E-learning

0
404
CONTOH siswa yang belajar teknologi informasi untuk kebutuhan pembelajaran di sekolah secara online. f-istimewa

Prodi MPI STAIN SAR Gelar Dialog Via WA

Para guru agama di SMPN Kabupaten Bintan mendalami cara penggunaan media pembelajaran secara online (E-learning) bersama para dosen Program Studi Manajemen Pendidikan Islam (MPI), Kampus Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Sultan Abdurrahman Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).

TANJUNGPINANG – LEWAT dialog interaktif via online, kegiatan itu dilakukan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran secara online, sehingga kualitas pembelajaran tetap terjaga.

Kegiatan itu berlangsung melalui aplikasi WhatsApp, Senin (11/5) kemarin. Dialog interaktif tersebut mengangkat tema, ‘Penggunaan e-learning Dalam Menjaga Kualitas Mutu Pembelajaran Selama Kondisi Covid-19’.

Sedangkan untuk pemateri, merupakan dosen-dosen dari STAIN Sultan Abdurrahman Kepri serta Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Pendidikan Agama Islam (PAI) tingkat SMP se-Kabupaten Bintan.

Kegiatan ini merupakan, salah satu bentuk Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) dari Prodi MPI-STAIN Sultan Abdurrahman Kepri.

Vita Dwi Lestari.S, M.Pd

Ketua Tim PKM Prodi MPI-STAIN Sultan Abdurrahman, Vita Dwi Lestari.S, M.Pd menjelaskan, kegiatan PKM Prodi MPI yang merupakan implementasi dari Memorandum of Understanding (MoU) antara STAIN Sultan Abdurrahman Kepri dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Bintan.

Vita sapaan akrabnya menambahkan, apalagi di tengah pandemi Covid-19, e-learning merupakan kebutuhan utama sebagai media belajar mengajar alternatif dari sistem belajar tatap muka langsung, karena adanya imbauan physical distancing oleh pemerintah.

Dengan beralihnya sistem pembelajaran melalui daring, tentunya kualitas pembelajaran harus tetap terjaga. Untuk itu, hendaknya guru memiliki knowledge tentang jenis-jenis aplikasi e-learning.

Namun juga disesuaikan dengan keadaan peserta didik dan lingkungan hingga ketersediaan jaringan internet. Semoga teknologi bisa menjadi bagian dari kita semua, di era 4.0 menuju 5.0.

”Kita bisa karena biasa menggunakannya,” jelas Vita yang juga sebagai Plt. Sekretaris Pusat Penjaminan Mutu melalui pesan WhatsApp-nya, Rabu (13/5) kemarin.

Seiring dengan perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) yang semakin pesat, masih kata Vita, kebutuhan akan suatu konsep dan mekanisme belajar mengajar (pendidikan) berbasis TI menjadi tidak terelakkan lagi.

Konsep yang kemudian terkenal dengan sebutan e-learning, kini telah membawa pengaruh terjadinya proses transformasi pendidikan konvensional ke dalam bentuk digital baik secara isi (contents) dan sistemnya. Seperti pada aplikasi bernama Moodle, Edmodo, Google Classroom dan lainnya.

”Sedangkan untuk aplikasi yang jenisnya video conference/virtual meeting (tata muka) secara online. Ada aplikasi Zoom, Google Meetings. Kita juga bisa melalui whatsapp melakukan proses pembelajaran dengan aplikasi bernama telegram. Untuk telegram akan lebih menghemat kuota internet,” kata dosen cantik itu.

Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau diprakarsai oleh Badan Pengelola yang dibentuk Gubernur Kepuluan Riau dengan SK. No.193 Tahun 2009 sebagai langkah awal terbentuknya STAIN di Provinsi Kepulauan Riau.(ADLY ‘BARA’ HANANI)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here