Guru dan Dosen Dapat Tambahan Ilmu

0
439
PESERTA Workshop Keselamatan Kerja di Laboratorium Kimia foto bersama usai kegiatan, Senin (1/10) lalu. F-istimewa

FKIP-UMRAH Gelar Workshop tentang Keselamatan di Laboratorium Kimia

Sejumlah dosen, guru dan mahaiswa asisten praktikum mendapat ilmu dan pengalaman baru tentang keselamatan kerja di laboratorium Kimia.

TANJUNGPINANG – MEREKA mendapat pencerahan saat mengikuti workshop dengan tema ‘Keselamatan Kerja di Laboratorium Kimia’ yang digelar Prodi Pendidikan Kimia Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Maritim Raja Ali Haji (FKIP-UMRAH) Tanjungpinang, Senin (1/10).

Kegiatan tersebut berhasil membakar keingintahuan para peserta dari berbagai kalangan seperti guru Kimia dari seluruh SMA Negeri di Kota Tanjungpinang, dosen di Prodi Pendidikan Kimia dan Biologi serta beberapa mahasiswa yang menjadi asisten praktikum.

Suksesnya kegiatan tersebut karena panitia berhasil mengundang narasumber Jamil Bin Mohamed Sapari, M.Sc yang merupakan dosen di Universiti Teknologi Mara (UiTM) Cawangan Negeri Sembilan, Malaysia.

Selain itu, kegiatan tersebut menjadi lebih hangat sebab dipimpin langsung oleh Ketua Laboratorium Kimia UMRAH Nina Adriani B,Sc (Hons), M,Sc selaku moderator.

Aturan keselamatan kerja di setiap laboratorium sangat penting peranannya. Karena menyangkut keselamatan orang-orang yang beraktivitas di dalamnya.

Namun, berdasarkan survei sebelumnya banyak laboratorium di sekolah maupun di universitas belum lengkap aturan kerja maupun tingkat keselamatan di dalam laboratorium.

Salah seorang peserta workshop menyampaikan, bahwa ketika di laboratorium hanya menggunakan wastafel sebagai tempat pembuangan bahan kimia asam pekat seperti HCl.

Sehingga narasumber pada saat itu mengatakan bahwa keselamatan di laboratorium kimia itu mesti diperhatikan lebih awal seperti sebelum melakukan experiment.

Karena apabila kecelakaan terjadi di laboratorium, walau sekecil apapun akan berakibat sangat fatal. Ia juga menambahkan, agar selalu membaca aturan penggunaan alat dan bahan kimia sebelum menggunakannya.

Dalam kegiatan tersebut, peserta workshop diajarkan tentang berbagai alat keselamatan kerja yang wajib ada di setiap sekolah maupun universitas seperti kotak P3K, fire alarm dan fire extinguisher yang seharusnya ada di setiap ruangan maupun lantai gedung.

Berbagai alat pelindung diri seperti jas, sarung tangan, kacamata, masker, dan sebagainya juga dianjurkan untuk selalu digunakan ketika di dalam laboratorium.

Peserta juga diajak berdiskusi tentang bagaimana membaca kode yang terdapat di dalam MSDS dan juga diminta membuat poster safety laboratorium semenarik mungkin. ”Tujuannya, agar dapat digunakan di setiap laboratorium,” terang Jamil Bin Mohamed Sapari, M.Sc.

Selain itu, narasumber juga menuturkan bahwa penggunaan bahan yang terbuat dari besi atau logam akan lebih cepat berkarat.

Terlebih, karena posisi Kota Tanjungpinang berdekatan sekali dengan laut. Sehingga, dianjurkan memperbanyak penggunaan bahan yang lebih tahan terhadap karat.

Mengapa demikian, lanjut Jamil, karena panas matahari membuat air laut mudah menguap (evaporasi). Ia menjelaskan, air laut mengandung garam (dibuktikan dengan rasa air laut yang asin), maka uap air hasil penguapan tersebut akan mengandung garam juga.

Angin yang berhembus di laut membuat uap-uap garam, dengan bebas bergerak dan akhirnya menempel pada bahan besi tersebut.

”Uap-uap garam yang menempel akan mempercepat terjadinya perkaratan pada logam (korosi), menyebabkannya menjadi sangat rapuh atau cepat keropos karena terjadinya reaksi oksidasi,” ungkap Jamil.

Yang terpenting sekali, Jamil menganjurkan bahwa setiap sekolah maupun universitas wajib melakukan pelatihan simulasi kebakaran yang biasanya bekerja sama dengan pihak pemadam kebakaran. Sebab, kesadaran akan penanggulangan dini terhadap kebakaran sangat penting.

Karena kerja sama atau koordinasi yang bagus dapat mencegah terjadinya kebakaran dan dapat mengurangi dampak yang ditimbulkan.

Seperti bahan kimia yang pada umumnya, yang bersifat mudah terbakar jika penanganannya kurang baik maka bahan kimia dapat meledak seketika. Sehingga, akan sangat udah memicu terjadinya kebakaran.

Prodi Pendidikan Kimia berharap, semoga kegiatan tersebut memberikan manfaat bagi semua pihak baik untuk sekolah maupun universitas.

Semoga, dapat diterapkan juga oleh mahasiswa, guru serta dosen agar lebih sadar akan keselamatan kerja di dalam laboratorium.

Upaya pencegahan itu dengan menempelkan berbagai poster safety lab di setiap laboratorium, menyediakan tempat pembuangan zat kimia berdasarkan jenis zatnya serta selalu mengecek tanggal kedaluwarsa bahan/zat kimia yang telah digunakan.(ADLY BARA)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here