Guru di Anambas Pukul 14 Siswanya

2
3475
Memar di tangan seorang siswi SD di desa Candi Anambas yang mendapat kekerasan dari gurunya F-Indra Gunawan/tanjungpinang pos

ANAMBAS – Seorang guru di Sekolah Dasar (SD) di desa Candi, kecamatan Palmatak, Anambas memukul 14 siswanya di kelas 6 akibat tidak mengerjakan pekerjaan rumah (PR) yang diberikan. Bahkan, akibat kekerasan di dalam kelas yang dilakukan guru berinisial A ini, salah seorang siswa sampai dibawa ke Puskesmas Palmatak untuk mendapatkan perawatan.

Berdasarkan penuturan korban-korban, mereka mendapatkan hukuman oleh guru berstatus PNS itu berupa dipukul dengan kayu yang membuat badan mereka lebam dan memar. “Akibat kekerasan ini kami para orang tua dan wali murid terpaksa melaporkan kejadian tesebut ke Polsek Palmatak,” kata Bang Ade, oang tua salah satu siswa, Kamis (1/3).

Sebenarnya, tambah Ade, kejadian ini bukan yang pertama. Namun, baru kali ini yang paling parah dan tidak bisa lagi ditoleransi oleh wali murid. “Ini yang paling fatal, sampai 14 siswa,” ungkap Bang Ade.

Ade menceritakan, sebenarnya A sudah sering kali diingatkan oleh kepala sekolah untuk tidak melakukan kekerasan dalam mendidik, bahkan kepala sekolah telah melaporkan hal ini kepada dinas. Sayangnya belum ada tindakan sampai hal ini kembali terjadi.

Tindak pemukulan yang dilakukan oleh A benar-benar membekas, bahkan, lanjut Ade, ada orang tua yang sampai membawa anaknya untuk divisum ke Puskesmas Palmatak.

“Kalau saya sebagai orang tua siswa walaupun guru tersebut merupakan teman, tetapi saya meminta anak saya untuk tidak diajar dia lagi, untuk kekerasan yang dilakukanya itu kami serahkan ke polisi. Biarlah anak saya tidak sekolah karena saya tidak berkenan dengan cara dia mengajar anak saya,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Desa Ladan Abdul Hayan menyangkan kekerasan terhadap para siswa ini, dan mengimbau kepada dinas untuk mengambil tindakan, dan jangan dibiarkan.

“Apa yang dilakukan ini mesti menjadi pelajaran, jangan sampai mendidik anak dengan kekerasan karena akan menimbulkan trauma kepada anak-anak nantinya,” tuturnya. (end)

2 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here