Guru Honor Ikut Sosialisasi BPJS

0
312
Replika kartu: Sekda Kota Tanjungpinang Riono, menyerahkan replika kartu BPJS ke perwakilan GTT. f-istimewa

TANJUNGPINANG – Sejumlah Guru Tidak Tetap (GTT) se-Kota Tanjungpinang mengikuti Sosialisasi Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan di Gedung PKK Tanjungpinang, Senggarang, Senin (16/10).

Sosialisasi ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman tenaga kependidikan Kota Tanjungpinang mengenai pelaksanaan dan cara memanfaatkan program BPJS Ketenagakerjaan.

Sekertaris Daerah Kota Tanjungpinang, Riono, mengharapkan, sosialisasi dapat memberikan keyakinan kepada guru tidak tetap mengenai manfaat program BPJS Ketenagakerjaan. Menurutnya, program ini dapat memberi rasa tenang kepada guru-guru dalam bekerja. Jaminan asuransi program ini dapat digunakan dengan sebaik-baiknya.

”Mari buka wawasan bapak/ibu agar lebih memahami dan memanfaatkan program ini, dengan berkorban sedikit setiap bulannya akan memberi manfaat di masa yang akan datang,” ucap Sekda.

Selain itu, lanjut Sekda, Program BPJS ini memberi santunan dalam hubungan pekerjaan. Jaminanya sama seperti PNS, yang dapat diwariskan kembali kepada istri maupun anak, jika terjadi kecelakaan kerja atau kematian, asuransi ini akan dikembalikan oleh pihak BPJS,” pungkasnya

Sementara itu, Kepala BPJS Cabang Kota Tanjungpinang, Jefri Iswanto, menjelaskan saat ini, BPJS punya 4 program asuransi, yaitu program jaminan kesehatan kerja, program jaminan kematian, program jaminan hari tua, dan program jaminan pensiun. Melalui jaminan sosial ini seluruh guru tidak tetap dapat terlindungi oleh BPJS, bila ikut serta dalam semua program BPJS ini. Untuk itu, ia mengimbau ke para guru honorer untuk melindungi diri dari berbagai resiko saat menjalankan pekerjaannya.” ucapnya

Pada kesempatan ini pula Jefri berharap semua GTT bisa memiliki jaminan pensiun, sehingga ke depan bisa dimanfaatkan pada masa usia tidak produktif. ”Program BPJS akan melindungi PTT yang telah terdaftar selama 24 jam dan juga melindungi Pegawai Tidak Tetap (PTT) untuk resiko kematian dan kecelakaan kerja. Guru PTT hanya mengeluarkan 0,24 persen dari gajinya, bila gaji guru PTT Rp1 juta, jadi dalam 1 bulan hanya membayar iuran sebesar Rp 5.400, misalnya terjadi kecelakaan kerja yang berujung dengan meninggal dunia, maka akan terima santunan sebesar 48 kali gaji,” ucapnya.

Sosialisasi program BPJS Ketenagakerjaan ini, dihadiri Asisten, Staf Ahli, Kepala OPD dan jajaran BPJS Ketenagakerjaan Kota Tanjungpinang. (*/jek)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here