Guru Minta Insentif, Warga Keluhkan Biaya BBM Kapal Ambulans

0
119
WARGA Desa Numbing menyambut kedatangan rombongan Bupati Bintan H Apri Sujadi, didampingi Camat Bintan Pesisir Zulkhairi sebelum temu wicara, Kamis kemarin. f-istimewa

Oleh-oleh dari Temu Wicara Apri-Dalmasri di Desa Numbing

NUMBING – Sekali turun ke pulau, banyak oleh-oleh yang dibawa Bupati Bintan H Apri Sujadi dan Wabup H Dalmasri Syam. Tapi, oleh-oleh yang dibawa pasangan Apri-Dalmasri dari temu wicara di Desa Numbing, Kecamatan Bintan Pesisir ini, berupa aspirasi dan keluhan warga, yang harus diwujudkannya untuk pembangunan ke depan.

Sekitar 150-an orang warga Numbing dari tiga dusun sudah berkumpul di halaman Kantor Desa Numbing, Kamis (1/2) pagi kemarin. Temu wicara dimulai, warga pun hening dan menyimak apa yang disampaikan bupati. Di bawah tenda sederhana itu, pimpinan OPD se-Kabupaten Bintan, Anggota DPRD Bintan Azman, Camat Bintan Pesisir Zulkhairi, Kades Numbing sampai dengan RT/RW serius mendengar sambutan bupati. Sekali-sekali mereka pun bertepuk tangan.

Betapa tidak, program dan pelayanan yang dijalankan Pemkab Bintan itu antara lain rencana pembangunan pembangkit listrik di Desa Numbing. Masyarakat sudah bermimpi, kampungnya tak gulita lagi. Selain itu, Bupati Bintan H Apri Sujadi menyampaikan, alokasi dana untuk pembangunan Desa Numbing di tahun 2018 ini paling besar dibandingkan 35 desa di Kabupaten Bintan. Selama setahun, Numbing diberikan dana Rp 2,5 miliar dalam APBDes.

Selain itu, Desa Numbing telah diberikan sarana kapal ambulans untuk pelayanan kesehatan. Bahkan nelayan Numbing pun diberikan bantuan alat tangkap nelayan, sama seperti nelayan di kecamatan lain. Kemudian, siswa SD dan SMP yang masuk sekolah diberikan perlengkapan sekolah dan biaya masuk gratis. Tahun 2018 ini, pendidikan gratis kembali diberikan kepada warga Bintan, termasuk di Numbing. Bahkan, warga Desa Numbing tetap disediakan transportasi sekolah gratis.

Untuk pelayanan kesehatan, warga Numbing tak perlu khawatir. Karena, setiap warga diberikan pelayanan kesehatan gratis. Bahkan, pasien yang dirujuk ke rumah sakit, juga diberikan fasilitas berobat gratis, untuk kelas III. Wajar jika tahun 2017 lalu, jumlah warga Bintan yang mendapat pelayanan kesehatan gratis itu mencapai 50 ribuan orang, dari 150 ribuan jumlah penduduk Bintan.

Begitu juga dengan pelayanan akta kelahiran gratis, warga Numbing juga mendapat pelayanan tersebut. Yang menggembirakan lagi, di tahun 2018 ini, warga mendapat kesempatan kerja dari alokasi APBDes Numbing yang besar itu. Pemerintah desa diminta agar merekrut petugas pertahanan sipil (Hansip), dibayar dari APBDes.

”Untuk pendidikan, tahun ini kita mencanangkan wajib mengaji 15 menit sebelum belajar. Kami berharap masyarakat terus berpartisipasi dan mendukung kegiatan pemerintah,” kata H Apri Sujadi.

Warga pun bertepuk tangan, setelah bupati meninggalkan podium. Di sela temu wicara ini, Bupati Bintan H Apri Sujadi dan Wabup H Dalmasri memberikan kuis berhadiah kepada warga dan pelajar. Hal menyenangkan itu pun turut dilakukan oleh Anggota DPRD Bintan Azman dan Camat Bintan Pesisir Zulkhairi.

Suasana temu wicara kembali hening. Tatapan mata bupati, wabup dan pimpinan OPD tertuju kepada seorang guru yang menyampaikan aspirasi. Awalnya, guru ini memberikan apresiasi terhadap program Pemkab Bintan.

”Tapi Pak Bup dan Pak Wabup, tolong insentif guru TK ditambah lagi. Karena, biaya hidup dan harga bahan pokok sudah naik. Selama ini, insentif guru TK itu hanya Rp 500 ribu per bulan,” ujarnya.

Tak hanya insentif guru, seorang perangkat RT berharap agar pembangunan jaringan listrik PLN secepatnya direalisasikan. Karena, warga Numbing di daerah pulau ini hanya menikmati listrik selama tiga jam. ”Untuk pelayanan kapal ambulans, selama ini biaya minyak (BBM) dibebankan kepada warga yang memakainya Pak,” sebutnya.

Tak hanya itu, warga pun mengeluhkan jumlah armada transportasi darat untuk angkutan sekolah yang minim. Dengan armada bus yang sedikit, siswa harus berdesakan naik bus itu. Kemudian, bus angkutan sekolah menggunakan jalan tanah di kawasan perkebunan karet PT Numbing Jaya. Jalan ini, tidak diperbaiki. ”Karena jalannya bergelombang, naik bus itu pun seperti di laut saat kena gelombang,” keluh seorang ibu rumah tangga.

Mendengar keluhan itu, Bupati Bintan H Apri Sujadi dan Wabup H Dalmasri Syam tertegun sejenak. ia berbisik dengan kepala OPD terkait. ”Aspirasi seperti ini lah yang saya harapkan, dan menjadi oleh-oleh untuk dibahas dan direalisasikan dalam pembangunan daerah ke depan,” demikian dijanjikan H Apri Sujadi, sebelum meninggalkan Desa Numbing, untuk meresmikan beberapa proyek pembangunan di Desa Kelong, Kecamatan Bintan Pesisir tersebut. (fre)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here