H Lis Darmansyah Berdialog Dengan PKL Kota Lama

0
597
TUNGGU PEMBELI: Seorang PKL menjual telur di kawasan Pasar Baru, menunggu pembeli. f-adli bara/tanjungpinang pos

TANJUNGPINANG – Wali Kota Tanjungpinang H Lis Darmansyah, mengumpulkan pedagang yang ada di pusat bisnis Kota Lama.

Hal ini berkaitan dengan rencana pemerintah menghidupkan kembali perekonomian masyarakat di wilayah Kota Lama pada malam hari, terutama di Jalan Merdeka dan Teuku Umar dan sekitarnya.

Dialog PKL dengan Wali Kota Tanjungpinang, H. Lis Darmansyah, SH, berlangsung di ruang rapat Kantor Dinas Perhubungan Kota Tanjungpinang, Kamis (23/2).

Dalam dialog tersebut, Lis menjelaskan kalau pemerintah tetap memberi perhatian kepada para PKL. Salah satu perhatian pemerintah adalah bagaimana pemerintah berupa agar dapat memberdayakan pedagang kaki lima. Sebab PKL merupakan salah satu bagian dari aset pemerintah.

Karena itulah, pemerintah akan memberi peluang bagi pedagang kaki lima untuk berjualan di tempat yang nanti sediakan pemerintah.

Tahun ini pemerintah punya program membuka Jalan Teuku Umar hingga Jalan Merdeka sebagai wadah bagi para PKL berjualan secara mobile. Konsepnya dengan tetap menjaga keindahan kota, selesai berjualan bisa langsung dikemas, jadi tak ada sampah yang ditinggalkan.

”Pemerintah minta kepada BUMN agar mensupot bantuan pinjaman lunak yang bisa digunakan para pedagang untuk membuat mobile shop sebagai tempat berjualan,” tegasnya.

Mengenai Taman Laman Boenda, kata Lis saat ini lokasi itu belum bisa di manfaatkan sebagai tempat berjualan.

Karena masih dalam tahap pemeliharaan dan proses pembangunan. Ke depan akan memberi ruang bagi PKL yang ingin berjualan di taman itu, tetapi akan kita tata dulu sedemikian rupa.

”Untuk itu, bapak/ibu harus segera mengumpulkan data pribadi dan jenis dagangannya kepada pihak Satpol PP,” tegasnya.

Lis menginginkan kepada para pedang kaki lima untuk bisa bekerja sama dengan mentaati aturan yang telah ditetapkan, apabila sudah diberikan tempat jualan. Jangan pernah menyalah gunakan tempat yang sudah diberikan.

Lis pun minta agar para pedagang bisa bersabar, jagan berfikir dimana akan di tempatkan yang terpenting adalah bagimana dagangan nanti bisa laris terjual. Hasil penjualan berkah untuk keluarga.

”PKL bersabar untuk menempati Taman Lama Boenda. Terpenting bagaimana dagangan ibu/bapak laris terjual,” kata Lis. (bas/humas)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here