Habiskan APBD, Honorer Pemprov akan Dipangkas

1
3298
APEL: Pegawai Pemprov Kepri saat apel pagid i Kantor Gubernur di Dompak, belum lama ini. f-suhardi/tanjungpinang pos

TANJUNGPINANG – Gubernur Kepri H Nurdin Basirun didampingi Sekdaprov Kepri H TS Arif Fadillah mengancam akan mengurangi tenaga honorer di semua Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemprov Kepri.

Hanya saja, pengurangan pegawai honor ini tidak dilakukan sekaligus dan akan dimulai saat pembahasan APBD Perubahan 2018 nanti. Sehingga, para pegawai ini masih bisa bernafas setahun lagi.

Gubernur mengatakan, absen kehadiran pegawai secara elektronik diberlakukan untuk semua pegawai di lingkungan Pemprov Kepri tanpa terkecuali Tenaga Harian Lepas (THL) atau honorer.

”Saat ini sudah berjalan penilaiannya. Ke depan kita sudah menilai lewat elektronik siapa yang produktif dan siapa yang disiplin. Kita sekarang sudah sistem elektronik,” tegas Nurdin, kemarin.

Nurdin mengeluh bahwa beban belanja pegawai termasuk membayar gaji honorer saat ini cukup besar dan menguras APBD. Hal ini tentu sangat berdampak terhadap semangat pembangunan ke depan.

Baca Juga :  Ayo, Ikut Tulisan Kearifan Lokal Berhadiah Rp100 Juta!

”Jujur saja, saya prihatin sekali terlalu banyak tenaga-tenaga honorer yang harus ditanggung gajinya oleh pemerintah. Ini tentu sangat membebani anggaran pemerintah daerah dalam membayar gaji,” jelas Nurdin.

Nurdin mengaku dirinya sangat kecolongan atas ulah masing-masing kepala OPD yang tanpa koordinasi dengan pimpinan, langsung menerima dan merekrut pegawai lepas.

Padahal, sistem birokrasi seharusnya menerapkan praktik efektif, efisien dan dinamis. Satu orang pegawai harus bisa mengerjakan 10 pekerjaan. Namun pada kenyataannya, pada sistem birokrasi saat ini malah ditemui pekerjaan dikerjakan beramai-ramai.

Hal ini tentu saja, kata Nurdin, membuat sistem birokrasi Pemerintah Daerah tidak efektif. Padahal, gaji para tenaga kontrak di lingkungan Pemprov Kepri sangat membebani anggaran.

Kepala Badan Perencanaan Penelitian dan Pengembangan (Bapelitbang) Pemprov Kepri, Naharuddin menyampaikan, pihaknya sesuai arahan Gubernur Nurdin juga akan melakukan moratorium perekrutan THL yang saat ini menerima gaji berkisar Rp 1,8 juta per orang.

Baca Juga :  Dokter Lulusan Batam Tempatkan di Kepri

Kebijakan tersebut menurutnya adalah hal yang tepat. Karena saat ini beban Pemprov untuk urusan bayar membayar gaji THL dan honorer lainnya di OPD berkisar puluhan miliar rupiah. ”Anggaran segitu banyak, kalau dibangun sekolah, bisa dua unit,” ujarnya.

Naharuddin menyampaikan, sesuai arahan gubernur, Pemprov Kepri akan melakukan efisiensi pegawai honorer yang jumlahnya bervariasi di setiap OPD saat ini. ”Sekarang sudah mulai penilaian. Jadi target kita jelang APBD Perubahan 2018 nanti, pemangkasan THL itu baru akan dilakukan,” tegasnya.

”Penilaiannya, salah satu dilihat dari kedisiplinan serta SOP yang dikerjakan setiap hari. Kalau tidak ada kerja, setiap hari datang, hanya ngisi absen, tidak punya SOP kerja maka salah satu yang terkena dampaknya,” beber Naharuddin.

Gubernur juga mengakui, sudah menyampaikan permasalahan ini dan mengimbau kepada masing-masing OPD untuk tidak menambah tenaga kontrak di instansinya. Karena akan berdampak pada belanja pemerintah daerah.

Baca Juga :  Korsel Investasi Bidang Kecantikan di Bintan

”Ke depan kita harus menerapkan sistem yang efisien,” kata Gubernur.

Tak hanya itu, Gubernur juga mengharapkan, perguruan tinggi di Kepri juga tidak melulu mencetak pengangguran yang SDM-nya hanya berharap masuk ke birokrasi. Namun, bisa mencetak lulusan sarjana yang berjiwa entrepreneur atau pengusaha.

Sehingga lulusan sarjana, tidak hanya mengejar masuk ke birokrasi pemerintah. Tapi, membuka peluang usaha yang lebih berpotensi besar dalam peningkatan perekonomian.

Niat Gubernur untuk mengurangi tenaga honorer di pemprov diharapkan benar-benar tulus. Jangan sampai jumlah honorer malah bertambah banyak dan hanya pergantian orang saja. (ais)

Loading...

1 KOMENTAR

  1. Alhamdulilah…. semoga thl di lanjotkan ke Pns bagi yang telah lama mengabdi… amiin yra. Tq pak gubernur.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here