Hadirkan Pabrik di Batam Tahun Depan

0
64
Air minum dalam kemasan yang diperkenalkan BP Batam belum lama ini. Air ini akan diproduksi massal. F-MARTUA/tanjungpinang pos

BP Batam-Tirta I Produksi Air Mineral Kemasan

Badan Pengusahaan (BP) Batam, memperkenalkan air mineral yang diproduksi hasil kerjasama. Air mineral yang diperkenalkan saat seminar nasional pembangunan dan pengelolaan bendungan 2018 dalam kemasan botol.

BATAM – Peserta bebas mengambil air mineral itu pada acara yang dihadiri Menteri Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono.

Saat tampil sebagai pembicara beberapa waktu lalu, Deputi BP Batam Bidang Pengusahaan Sarana Lainnya, Mayjend TNI Eko Budi Supriyanto, di hadapan Basuki Hadimuljono, mengungkapkan bisnis baru BP itu. Hanya saja, sementara ini mereka belum memasarkan secara bebas di Batam dan masih diproduksi di Malang.

”Sementara ini produk itu dihasilkan di Malang. Namun tahun 2019, pabrik air minum kemasan yang sebelumnya di Malang, akan dibuat di Batam,” kata Eko.

Diakui, produksi air minum dalam kemasan botol itu akan diproduksi bekerjasama dengan Jasa Tirta I. Sebelumnya, BP Batam dan Tirta I sudah menandatangani MoU di Batam untuk kerjasama pengelolaan air. ”Kami kerjasama dengan Jasa Tirta I (BUMN) untuk produksi,” bebernya.

Dari botol air mineral yang diperoleh Tanjungpinang Pos, tertulis dari ASA, diproduksi Jasa Tirta I. Kemudian ada tulisan, Perum Jasa Tirta I dan didistribusikan oleh Kopkar OB-BP Batam. Dikemasan botol itu, ada juga gambar pegunungan dan ada tulisan dan logo BP Batam, Badan pengusahaan Batam.

Ada juga tulisan Exp: 14042020 sebagai waktu expire minuman itu. Ada juga tulisan SNI yang menandakan sudah sesuai Standar Nasional Indonesia. Selain bukit, ada juga gambar logo dan tulisan Batam Funtastic.

Air mineral dalam kemasan untuk diminum setiap saat. ”Drinking Water for Daily Drinking Consumption,” demikian pesan dalam air botol itu.

BP Batam sendiri sebelumnya sudah menandatangani MoU dengan Perum Jasa Tirta (PJT) I Mei 2017, saat BP Batam masih dipimpin Hatanto. Namun tidak dijelaskan secara spesifik, isi MoU itu, kecuali terkait pengelolaan dan pemanfaatan air di Batam. Menurut Direktur Utama Jasa Tirta I, Raymond Valiant Ruritan, mereka membuat kesepahaman dengan BP Batam, untuk membantu sharing pengelolaan air untuk masyarakat Batam.

”Kita bangun kesepahaman dalam pertukaran informasi dalam pengelolaan air. Sehingga ke depan air dikelola dengan bijak dan daerah serapan air lestari,” kata Raymond di BP Batam.(MARTUA)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here