Hafal 30 Juz, Gratis Kuliah Kedokteran

0
784
FOTO BERSAMA: Gubernur Kepri H Nurdin Basirun foto bersama dengan anak sekolah. f-suhardi/tanjungpinang pos

Setiap kali melakukan perjalanan ke daerah, Gubernur Kepri selalu memotivasi pelajar agar rajin membaca dan menghafal Alquran.

TANJUNGPINANG – Upahnya, jika bisa hafal 30 Juz, maka dikuliahkan gratis oleh Pemprov Kepri sampai tamat. Jurusannya pun sangat menjanjikan, yakni kedokteran. Apalagi tahun ini, beasiswa kembali diadakan dan sudah diposting anggarannya di APBD 2017. Ini kabar gembira untuk siswa di Kepri.

Juli mendatang Dinas Pendidikan (Disdik) Kepri sudah mulai membuka kesempatan para mahasiswa untuk mengajukan beasiswa bantuan pendidikan. Baik untuk penelitian, penulisan skripsi, hingga biaya hidup selama menempuh pendidikan tinggi.

Kepala Disdik Kepri, Arifin Nasir mengakui, Pemprov Kepri sudah menyiapkan anggaran sebesar Rp 5,6 miliar untuk beasiswa tersebut. Saat ini, pihaknya bersama Biro Hukum sedang menyiapkan Peraturan Gubernur (Pergub) untuk bantuan para calon sarjana tersebut.

”Sekarang kita persiapkan Pergub-nya dulu. Saya rasa Juli sudah bisa proposal beasiswa diajukan,” ungkapnya di Masjid Raya Dompak, kemarin. Ia menerangkan, ada dua jenis beasiswa yang dipersiapkan Pemprov Kepri. Yakni, berupa beasiswa penuh dan bantuan pendidikan. Beasiswa penuh diperuntukkan kepada pelajar yang memiliki kemampuan menghafal Alquran.

Maka, ditanggung biaya pendidikan dan hidupnya ke sekolah kedokteran hingga lulus. Sementara, yang hanya menghafal minimal tiga juz Alquran, digratiskan masuk ke sekolah Politeknik Kesehatan (Poltekes) di Tanjungpinang.

Hal ini sesuai dengan salah satu misi yang diusung Gubernur Kepri, yakni Mengembangkan Perikehidupan Masyarakat yang Agamis, Demokratis, Berkeadilan, Tertib, Rukun dan Aman di Bawah Payung Budaya Melayu.
”Ini komitmen kita. Agar ada kemauan anak untuk bisa dan mau menghafal Alquran,” katanya.

Sementara, untuk beasiswa bantuan pendidikan, lanjut Arifin, sifatnya tidak penuh. Diperuntukkan bagi mahasiswa asli Kepri, baik yang kuliah di dalam maupun di luar daerah boleh mengajukannya ke Disdik Kepri. Pengajuan beasiswa tersebut bersifat bantuan pendidikan berupa bantuan biaya penelitian, menulis skripsi atau tesis, maupun biaya hidup selama menempuh pendidikan.

Ia menambahkan, sudah dua tahun kebelakang Pemprov Kepri tidak mengalokasikan anggaran untuk beasiwa. Oleh karena itu, sebagai komitmen meningkatkan kualitas SDM Kepri melalui bidang pendidikan, maka tahun ini bantuan biaya pendidikan tersebut dianggarkan. Yang awalnya, diajukan sebesar Rp 7 miliar, tapi yang disetujui hanya Rp 5,6 miliar. ”Tapi, tidak apa-apa. Saya pikir dengan jumlah tersebut akan tercukupi,” tutupnya.

1.400 Beasiswa S2 dan S3
Ini kabar baik bagi yang hendak mencari beasiswa untuk biaya kuliah S2 dan S3. Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) menyediakan beasiswa bagi 1.400 mahasiswa yang hendak menempuh pendidian magister ataupun doktoral. Dirjen Sumber Daya Iptek-Dikti Kemenristekdikti Ali Ghufron Mukti mengatakan, ada tiga jenis beasiswa yang disediakan kementerian pimpinan M Nasir itu.

Yakni beasiswa untuk Pendidikan Pascasarjana Dalam Negeri (PPDN), beasiswa Afirmasi PTN Baru, serta beasiswa Pendidikan Magister menuju Doktor untuk Sarjana Unggul (PMDSU).

Menurut Ghufron, pendaftaran ketiga program beasiswa itu dibuka serentak mulai kemarin, Senin (5/6) sampai Jumat (30/6) mendatang.
”Informasi pendaftaran bisa dilihat di website Kemenristekdikti,” katanya dalam jumpa pers di Kemristekdikti, Jakarta, Senin (5/6).

Mantan wakil menteri kesehatan itu lantas memerinci kuota masing-masing program beasiswa tersebut. Kuota untuk beasiswa PPDN sebanyak 1.000 orang. Sedangkan kuota beasiswa Afirmasi PTN Baru sebanyak 150 kursi.(SUHARDI)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here