Haji Kepri Aman dari Travel Gadungan

0
485
JAMAAH HAJI: Petugas saat melayani jemaah haji di embarkasi Batam. f-dok/TANJUNGPINANG POS

TANJUNGPINANG – Kantor Wilayah (Kanwil) Kemenag Kepri mendata sedikitnya, ada lima biro jasa yang mengurus keberangkatan ibadah haji dan umrah di wilayah Kepri yang masih aktif saat ini. Sejauh ini Kemenag belum menerima aduan apalagi ada biro yang bermasalah seperti First Travel. ”Untuk masyarakat Kepri, terkait keinginan melaksanakan ibadah umrah, kami mohon menjadi masyarakat yang cerdas dalam memilih travel-travel. Jangan sampai kita tergiur dengan iming-iming fasilitas yang akhirnya tidak bertanggungjawab,” tegas Kepala Bidang (Kabid) Haji Kemenag Kepri, Subadi, akhir pekan lalu di Senggarang.

Oleh karena itu, Subadi menyebutkan, Kemenag mengimbau calon jemaah harus mematuhi lima kepastian khusus dan mutlak untuk masalah keberangkatan ibadah haji maupun umrah. Lima kepastian khusus itu, antara lain kata dia, memastikan travel yang memiliki izin telah melaksanakan ibadah umrah. Karena tidak semua travel yang memiliki izin untuk melaksanakan kegiatan ibadah umrah ini.  ”Jadi travel-travel harus berizin, meskipun mereka berkantor pusat di Jakarta dan membuka cabang di daerah, harus ada kepastian travel yang berizin,” tegasnya.

Kemudian, memastikan, bahwa visanya sudah keluar. Jadi untuk berangkat umrah itu tidak semata-mata persyaratannya ada paspor, melainkan harus mengurus visa. ”Kalau izin visanya belum keluar, tidak bisa keluar negeri,” ujarnya.

Selanjutnya, yang tak kalah penting memastikan jadwal keberangkatan dan kepastiannya. Misalnya Oktober berangkat, hal itu harus sudah dari awal di berikan skedul atau jadwal selama perjalanan itu dilaksanakan.
Bahkan harus juga jelas, dari sisi tempat penginapannya, jadi apabila sudah ada kejelasan, apakah hotel itu bintang 3, atau bintang 5, semua harus ada kepastiannya.

Kemudian tak kalah pentingnya lagi, kesepakatan jenis layanannya. Misalnya akan diberangkatkan melalui maskapai apa, apakah Lion Air, Sriwijaya, Saudi Arabian Airline. ”Misalnya sepanjang perjalanan, kita mau dibawa kemana, dalam berapa hari perjalanan dilakukan,” tambahnya. ”Apabila satu hal penting ini tidak dilakukan travel ini, maka calon jemaahnya segera melapor ke Kemenag,” tegas Subadi demikian.

Sejauh ini, di Kepri pihaknya belum menerima laporan ada tindakan curang dari penyelenggara travel yang melakukan pelanggaran seperti yang terjadi saat ini First Travel. ”Alhamdulillah, sejauh ini travel yang resmi dan sering memberangkatkan jemaah, sekitar lima biro travel. Mereka yang memiliki kinerja baik, menurut kami,” beber Subadi.

Hanya saja catatan evaluasi ke depan, saat ini Kemenag belum menentukan standarisasi harga normal penyelenggaraan ibadah haji dan umrah. Minimal harus ada standarisasi pelayanan, indeks atau kepatutan harga. Karena semua ini, harus berkoordinasi dengan pihak maskapai. ”Idealnya memang harus ada standarisasi harga, misalnya dari Indonesia sampai ke Mekah,” tegasnya demikian. (ais)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here