Hakim Putuskan Haryadi Divonis Enam Tahun Penjara

0
598
Haryadi terdakwa korupsi Pelabuhan Dompak menggunakan baju batik saat digiring petugas kejaksaan.

TANJUNGPINANG – Haryadi terdakwa korupsi pembangunan lanjutan fasilitas Pelabuhan Dompak dihukum selama enam tahun enam bulan penjara oleh majelis hakim pengadilan Negeri Tanjungpinang, Selasa (2/7). Akibat perbuatan terdakwa, negara mengalami kerugian sebesar Rp5,05 miliar.

Haryadi sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Tanjungpinang.

Ketua majelis hakim Sumedi didampingi Jonni Gultom dan Yon Efri menuturkan, terdakwa dinyatakan bersalah bersama-sama sebagai mana dakwaan primer pasal 2 ayat 1 Jo pasal 18 Undang-undang nomor 31 tahun 1999 Jo. Undang-undang nomor 20 tahun 2001 tentang Perubahan Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Baca Juga :  Tak Diurus, Investor Masih Nihil

“Menjatuhkan terhadap terdakwa hukuman selama enam tahun enam bulan denda Rp300 juta apabila tidak membayar maka diganti selama lima bulan penjara,” katanya.

Sumedi menyebutkan, selain itu juga menghukum terdakwa untuk membayar uang pengganti sebesar Rp420 juta rupiah apabila tidak diganti dalam satu bulan maka harta benda akan disita untuk dilelang.

“Kalau tidak mempunyai harta benda diganti hukuman selama tiga tahun penjara,” jelasnya

Atas putusan ini terdakwa dan penasehat hukum menerima putusan sementar JPU Noly Wijaya pikir-pikir.

Baca Juga :  Pemko Bagi-bagi Penghargaan

“Pikir-pikir yang mulia selama satu Minggu,” jelas Nolly.

Sebelumnya terdakwa Hariyadi dituntut 8 tahun 6 bulan penjara, denda Rp300 juta dan subsider 3 bulan kurungan.

Terdakwa juga dituntut membayar uang penganti sebesar Rp500 juta, jika mampu membayarnya maka harta benda kedua terdakwa disita dan jika tidak mencukupi maka diganti dengan hukuman empat tahun penjara. (ray)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here