Hang Nadim akan Berkualitas Dunia

0
392
Lukita

Bandara Hang Nadim Batam akan dijadikan salah satu bandara kelas dunia. Karena itu, kualitas pelayanan juga harus berkelas dunia. Untuk itu, Bandara Hang Nadim akan dikelola swasta.

BATAM – SEBELUM dikelola pihak swasta, Badan Pengusahaan (BP) Batam melakukan konsultasi publik proyek Kerja Sama Pemerintah Badan Usaha (KPBU) pengelolaan Bandara Internasional Hang Nadim.

Konsultasi publik ini menjadi syarat sebelum dilakukan lelang pengelolaan secara terbuka. Dimana, saat ini sebanyak 12 perusahaan dalam negeri dan mancanegara menyatakan minat atas pengelolaan Bandara Hang Nadim.

Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam, Lukita, Selasa (3/4) memaparkan rencana KPBU Hang Nadim itu. Hadir dalam kesempatan itu, perwakilan Pemerintah Provinsi Kepri, Asisten Ekonomi Pembangunan, Syamsul Bahrum. Selain itu, hadir juga pengusaha dan Kadin Batam serta pihak BUBU Bandara Hang Nadim.

”Konsultasi publik proyek KPBU Bandara Hang Nadim sangat penting dalam rangka memulai penyerahan pengelolaan ke pihak investor,” kata Lukita.

Saat persentase saat acara konsultasi itu, Deputi II BP Batam, Yusmar Anggadinata menjelaskan, Hang Nadim sendiri diakui masih memiliki landasan pacu terpanjang saat ini di Indonesia dengan 4.025 meter dan luas 45 meter.

Sementara untuk Apron 110.451 meter. Skenario KPBU yang disiapkan dengan beberapa keunggulan. Dimana, pemerintah dalam hal ini BP Batam tetap memegang kendali proyek. Selain itu, percepatan pembangunan infrastruktur tanpa membebani APBN/APBD.

”Keunggulan lain, pemanfaatan keahlian teknis dan komersial badan usaha. Pembagian risiko dengan badan usaha dan value for money (VIM) yang lebih baik melalui proses pengadaan yang transparan dan kompetitif,” bebernya.

Lebih lanjut Lukita mengatakan, BP diakui Lukita akan menjadi Bandara Hang Nadim berkualitas dunia. Nantinya, sesuai desain yang disiapkan, pemenang tender pengelolaan akan memindahkan kargo, mengembangkan terminal, landasan dan mengembangkan real estate di sekitar bandara.

”Lelang akan dilakukan nanti dengan menerbitkan dokumen prakualifikasi. Saat ini sudah mulai market sounding,” jelas Lukita.

Bandara Hang Nadim menjadi yang pertama pengelolaan ditangani swasta di Indonesia. Keinginan agar pengelolaan di pihak swasta diakui, sudah lama. Skema KPBU sendiri diakui diatur dalam Peraturan Presiden. Dengan demikian, Bandara Hang Nadim menjadi pilot project yang dikelola swasta.

”Skema KPBU kami rasa yang terbaik dalam upaya BP membangun infrastruktur dalam meningkatkan daya saing Hang Nadim. BP ingin melibatkan swasta seluas-luasnya, juga untuk mengurangi risiko dalam pengadaan,” harap Lukita.

Rencana BP ini diakui sudah didukung Kemenkeu, Bapenas, Kemenhub, Kemeko Perekonomian dan lainnya. Dimana, saat ini ada 12 para pelaku usaha yang menyatakan minat ikut serta KPBU ini. ”Pelaku berminat, ada bertaraf nasional dan internasional di bidang pengelolaan bandara,” ujarnya.

Kondisi Hang Nadim diakui kurang memadai untuk menjadikan Bandara Hang Nadim sebagai Hub. Sehingga dengan KPBU, akan mendapat pelaku usaha bandara dan investasi yang bertaraf internasional dan memberikan yang terbaik untuk pembangunan Batam.

”Sehingga kemacetan penumpang saat jam sibuk teratasi. Saat ini terminal kargo sekitar 1.760 meter persegi. Kita ingin menjadikan sebagai pusat logistik juga,” sambungnya.(MARTUA)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here