HANI, BNN Gelar Dialog P4GN

0
91
Kepala BNN Tanjungpinang Darsono menandatangani MoU Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) bersama Ketua DPRD Tanjungpinang Suparno.

TANJUNGPINANG – Peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) sedunia yang diperingati setiap 26 Juni, Badan Nasional Narkotika (BNN) Kota Tanjungpinang gelar dialog Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) bersama instansi Pemko Tanjungpinang.

Kegiatan dilaksanakan di Aula Kantor Arsip Kota Tanjungpinang, Rabu (26/6) pagi. Dihadiri berbagai kalangan, mulai dari perwakilan OPD, ormas, organisasi termasuk siswa.

Hadir sebagai narasumber, Kadinkes Kota Tanjungpinang, Rustam, ketua DPRD Tanjungpinang, Suparno dan Kepala Kantor BNN Kota Tanjungpinang, Darsono.

Darsono mengatakan berbagai program dilaksanakan dalam pencegahan penggunaan Narkoba. Diantaranya sosialisasi di sekolah-sekolah serta forum-forum yang berada di tengah masyarakat.

Ia menuturkan, berencana memiliki program yang diberi nama ‘Pojok’. Petugas memberikan sosialisasi di lingkungan lebih kecil di tengah masyarakat.

“Jadi petugas dari BNN datang ke kelompok masyarakat memberikan sosialisasi dan sharing bahaya penggunaan Narkoba,” tuturnya.

Terkait lokasi pertemuan, Darsono berencana di balai pertemuan masyarakat atau Posyandu-Posyandu yang ada di setiap kelurahan.

“Jadi kita bekerjasama juga dengan masyarakat setempat. Melalui program Pojok masyarakat bisa tanya apa saja kepada petugas,” tuturnya.

“Ini masih wancana, mudah-mudahan terealisasi,” paparnya.

Disinggung mengenai jumlah masyarakat yang direhabilitasi, Darsono menuturkan 25 orang dari kuota 40 orang per tahun ini. Kuota ini berkurang dari tahun sebelumnya 120 orang.

“Meski kuota berkurang yang kami rehabilitasi masih lebih sedikit, ini bisa saja berarti pengguna Narkoba di Tanjungpinang berkurang dari sebelumnya,” tuturnya

Ia menuturkan, sistem rehabilitasi pengguna Narkoba masih rawat jalan. Artinya tidak menginap di kantor, namun diberikan jadwal konsultasi.

“Tidak rawat inap. Biasanya bila rawat inap dengan indikator tertentu,” sembari mengakui fasilitas di BNN Tanjungpinang bukan inap melainkan rawat jalan.

Ditambahkannya, memberantas P4GN tentu pihak BNN tidak bisa sendiri, khususnya dibidang pencegahan, butuh kerjasama dan bantuan Pemko Tanjungpinang serta pihak kepolisian dalam penyelidikan.

Darsono mengatakan,  sesuai tema dialog itu, anak-anak selaku generasi milenial sebagai generasi penerus bangsa harus benar-benar dipersiapkan agar terhindar dari bahaya Narkoba.

“Sebenarnya sangat banyak jenis Narkoba, mencapai 800 jenis,  namun yang beredar disekitar kita hanya beberapa seperti sabu, ekstasi, ganja dan lainya,” kata Darsono.

Ia meminta kepada masyarakat yang mengetahui peredaran, perdagangan, dan penggunaan barang tersebut silahkan laporkan kepada BNN dan tidak perlu khawatir identitas orang yang melaporkan akan dirahasiakan.

Wali Kota Tanjungpinang, H Syahrul pada peringkat HANI membacakan sambutan Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla. Ditegaskan, masyarakat Indonesia memiliki tantangan memberantas penggunaan Narkoba.

“Saat ini Indonesia sedang perang melawan penyalahgunaan dan peredaran gelap Narkotika,” kata Syahrul. 

Lanjutnya menjelaskan, jika tidak dilawan bersama oleh semua elemen masyarakat maka akan mengancam eksistensi bangsa yang berdampak pada kerusakan tatanan sosial serta mengamcam kondisi ketahanan sosial suatu negara.

Dituturkannya, mengawasi peradaran Narkoba di kalangan pelajar dan mahasiswa perlu dilakukan sosialisasi. Serta kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan pembinaan kerohanian.

Diwaktu yang bersamaan juga dilaksanakan lomba mewarnai tingkat TK. Diikuti 50 peserta yang terdiri dari 15 perwakilan TK. Koordinator pelaksana lomba, Lisna menuturkan tema kegiatan lomba sama seperti tema besar yaitu Millenial Sehat Tanpa Narkoba Menuji Indonesia Sehat. (dlp)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here