Hanya Empat Siswa Mendaftar

0
382
SEPI: Siswa yang hendak mendaftar di SMAN 7 sepi. Nampak panitia tidak banyak kegiatan. f-yoan/tanjungpinang pos

Kurang Sosialisasi, SMAN 7 Tanjungpinang Sepi Peminat

Ketika pendaftar siswa baru di sekolah negeri yang lain membeludak, beda dengan di SMAN 7 dan SMKN 5 Tanjungpinang yang justru sepi.

TANJUNGPINANG – Suasana Kantor Pengawas SMA/SMK/SLB di Jl.Wiratno depan Ramayana Tanjungpinang yang tampak hanya beberapa orang pegawai mengenakan seragam putih hitam sedang bercengkerama dengan santai. Sesekali salah satu dari mereka menjengahkan kepalanya ke luar pintu kantor ruko sembari menjauhkan pandangan kalau-kalau ada orang yang datang.

Hampir 30 menit lamanya Tanjungpinang Pos memperhatikan kantor tersebut, selama itu juga tidak ada satupun pengunjung yang datang, padahal di kantor itulah lokasi pendaftaran penerimaan siswa baru untuk di sekolah yang baru yaitu SMAN 7 Tanjungpinang. Memberanikan diri untuk mengetahui lebih jauh, awak media memilih untuk berkomunikasi secara langsung dengan pegawai di sana. Adalah Muskan yang memberikan sambutan hangat dan bersedia untuk meluangkan waktu berbagi informasi.

”Sebenarnya yang tepat itu wawancara ke Pak Samsul, dia pengawasnya, namun berhubung beliau sedang keluar tak apalah dengan saya, selagi pertanyaannya masih bisa saya jawab,” kata dia mengawali percakapan. Dari raut wajahnya, Muskan yang merupakan ASN berlatar pendidikan Kimia ini tampak gelisah, pasalnya di hari ke-3 dibukanya pendaftaran siswa baru untuk SMAN 7 hanya menerima 4 map berkas yang artinya hanya 4 orang calon siswa yang berminat.

”Ya inilah faktanya, masyarakat masih tersugesti dengan istilah sekolah favorit. Padahal dengan aturan baru sistem zonasi ini ada pemerataan dalam kekuatan siswa, serta penghapusan istilah sekolah favorit seperti itu,” kata dia sambil mengungkapkan identitas dari 4 pendaftar tersebut. Map merah muda itu dibukanya.

”Dua dari Tanjungpinang, 2 lagi dari luar, yaitu Medan dan Jambi untuk jenis kelaminnya, 3 perempuan dan 1 laki-laki,” beber Muskan. Diakuinya, kurang gencarnya sosialisasi kepada masyarakat merupakan faktor penyebab minimnya pengetahuan warga tentang kehadiran sekolah baru di Tanjungpinang. Kenyataan tersebut berbanding lurus dengan survei wartawan, dari 15 wali murid di beberapa sekolah yang ditanyai oleh awak media tentang keberadaan SMAN 7, semua menyatakan tidak tahu.

”Ada SMAN 7 tapi di Batam kan? kalau di Pinang, saya baru dengar pula,” ujar Wiwik, salah satu orangtua siswa yang mendaftarkan anaknya di salah satu SMA Negeri di Tanjungpinang. Padahal, cukup dengan mata telanjang sudah bisa melihat keberadaan gedung sekolah baru tersebut berada di Sungai Carang, gedung 3 lantai yang awalnya digadangkan sebagai gedung baru untuk SMAN 3 itulah yang dijadikan SMAN 7 Tanjungpinang. Untuk tenaga pendidik dan kependidikan, Muskan yang juga calon pengajar bidang studi matematika tersebut mengaku sudah disiapkan oleh dinas sebanyak 11 orang.

”Kami yang ada di sini, bukan pengawas, tetapi panitia penerimaan siswa sekaligus sebagai guru di SMAN 7 itu nanti. Insya Allah,” jelasnya yang mengaku 1 orang tersebut tidak semuanya ASN melainkan dicampur dengan pegawai berstatus GTT Provinsi. Ditanya mengenai langkah yang diambil oleh panitia penerimaan siswa baru terkait minimnya peminat, Muskan hanya mengaku menyebarkan informasi di jejaring sosial untuk di viralkan.

”Mampunya kami cuma itu, tapi kalau untuk sosialisasi yang intens, merupakan wewenang dinas. Kami tidak berani melampaui wewenang,” kata dia. Hujan rintik yang membasahi halaman kantor depan Ramayana tersebut tidak hanya membuat jalan raya tampak lengang. Namun juga kepada calon siswa SMA baru tersebut. Padahal sudah disiapkan 3 ruang belajar dengan daya tampung yang sama dengan sekolah lainnya yaitu berkapasitas 36 orang.

”Kalau siswanya tidak banyak, bisa juga dibuat 1 kelas itu 20 orang, angka 36 itu kan pada kapasitas maksimalnya, tetapi kalau hanya 4 orang ini yang kami bingung mau diapakan hehehe,” lanjut Muskan yang mengaku akan kembali menyerahkan ke Disdik Kepri untuk keputusan lanjutan. Sejatinya, SMAN 7 dibangun untuk zona Tanjungpinang Timur, namun dikarenakan jumlah pendaftar sangat jauh dari kuota yang disediakan, panitia penerimaan siswa baru membuka selebar-lebarnya ruang bagi pelajar zona manapun untuk mendaftar.

”Kalau siswanya mau, maka kami sebagai panitia tidak keberatan juga,” tandasnya. Disinggung mengenai sosok Kepala Sekolah yang akan memimpin SMAN 7, tidak ada satupun yang mengetahuinya, termasuk Muskan.

”Kalau soal itu saya dan kami yang ada di sini tidak tahu. Hanya dinas lah yang tahu, bisa jadi diantara kami, atau pegawai mutasi atau yang lainnya,” jelas satu-satunya pria yang mengenakan peci di ruangan tersebut. Besar harapan Muskan dan rekan sejawatnya mampu memaksimalkan jumlah pendaftar yang bakal menjadi siswa di sekolah baru tersebut, sebab di diri mereka masih kental tersemat Tut Wuri Handayani demi kemajuan pendidikan Kepri, khususnya Kota Tanjungpinang.

Sebagai tambahan, untuk SMKN 5 Tanjungpinang, gedung yang disiapkan berlokasi di sekitaran Senggarang dengan kapasitas 2 lokal jurusan Nautika (Perkapalan). Tentunya taruna yang disiapkan nantinya akan menjadi perwira kapal niaga seperti kargo, tanker, kapal passenger dan sejenisnya atau menjadi mualim kapal hingga nakhoda. Lokasi pendaftaran masih satu atap dengan SMKN 3 Kampung Bulang, Berminat? SMAN 7 atau SMKN 5 sama-sama sekolah baru.(YOAN S)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here