Hanya Sekali Panen, Bintan Produksi 50 Ton Padi

0
752
BUPATI Bintan H Apri Sujadi dan Ketua PKK serta OPD panen padi di area sawah kelompok tani Toapaya, Selasa (6/2). f-istimewa/kominfo bintan

BINTAN – KABUPATEN Bintan tak mau kalah dengan Lingga, soal program pengembangan pertanian budi daya padi. Di Bintan, sekali panen bisa menghasilkan 50 ton padi siap jual.

Hal itu terbukti ketika Bupati Bintan H Apri Sujadi bersama kelompok tani Karya Mandiri melakukan panen perdana padi, seluas 2 hektare dengan hasil panen mencapai 6,4 ton gabah, di Desa Toapaya Utara, Kecamatan Toapaya, Selasa (6/2) kemarin. Luas seluruh area pertanian padi itu 17 hektare.

”Panen padi hari ini (kemarin, red), merupakan yang kedua kalinya. Ini merupakan usaha petani Bintan dalam mendorong program Pemkab Bintan, sebagai upaya ketahanan pangan daerah. Sekali panen dengan luas lahan 17 hektare, Bintan bisa menghasilkan lebih 50 ton gabah,” kata H Apri Sujadi kepada Tanjungpinang Pos, di sela melakukan panen perdana, kemarin.

H Apri Sujadi mengatakan, pengembangan budi daya padi ini baru dilakukan di Kecamatan Toapaya. Ada beberapa kecamatan, seperti Teluk Sebong dan Seri Kuala Lobam, serta Bintan Utara yang memiliki potensi untuk pengembangan padi.

”Pemkab Bintan akan mendukung pengembangan budi daya padi ini, sekitar 20 hektare lagi. Paling tidak, produksi padi dari Bintan, bisa menyuplai ketahanan pangan lokal. Sekarang, Indonesia krisis beras. Makanya ada kebijakan impor beras dari pusat,” sebut H Apri Sujadi.

Kepala Dinas Pertanian Bintan Supriyono mengatakan, jenis varietas padi yang dipanen ini adalah padi unggulan varietas Sentani-14. Sistem kerja yang diterapkan dalam pengolahan sawah tersebut, para kelompok tani menggandeng PT Bintan Prima Agro. Petani yang mengerjakan lahan sawah tersebut akan menerima upah. Sedangkan hasil panen akan langsung dipasarkan oleh PT Bintan Prima Agro.

Muhammad Yunan petani Desa Toapaya mengatakan, dirinya bersama sejumlah masyarakat yang mengerjakan lahan sawah itu, merasa bangga dengan panen raya tersebut. Dirinya bersama sejumlah petani lainnya menerima upah lumayan setiap harinya.

”Kami menerima upah Rp 120 ribu per hari. Tentu saja kami sangat gembira dengan hasil panen kali ini,” ujarnya.

Kepala Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Kepri Dr Ir Mizu Istianto MS mengatakan, Bintan dinilai berhasil dalam pengembangan varietas padi Setani-14 dan Inpari 5 ini. Diharapkan, Bintan bisa mengembangkan beberapa varietas lagi, untuk masa mendatang.

”Bintan berhasil mengembangkan varietas padi. Dengan lahan 2 hektare saja, mampu menghasilkan gabah 5 sampai dengan 6 ton,” tutupnya.(YUSFREYENDI)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here