Hanya Tiga Daerah Titik Lego Jangkar

0
219
ING Iskandarsyah meninjau daerah pesisir Moro, baru-baru ini. f-istimewa

Peruntukan Laut Kepri Sudah Dibahas Dan Masuk RANPERDA RZWP3K

Laut Kepri sedang ditata. Laut akan dibagi sesuai peruntukannya. Tidak seperti selama ini bebas. Akan jelas nanti apa saja penempatannya dan lokasinya. Peruntukan laut sekaligus ada payung hukumnya.

TANJUNGPINANG – UNTUK titik lego jangkar misalnya, hanya tiga kabupaten/kota di Kepri yang disiapkan yakni, Batam, Bintan dan Karimun. Itupun, tak semua laut Batam, Bintan Karimun bisa dijadikan titik lego jangkar. Lokasinya yang lebih spesifik akan disiapkan kemudian.

Sedangkan Tanjungpinang, Lingga, Natuna dan Anambas tidak kebagian titik lego jangkar. Selain lokasinya yang jauh, juga sarananya belum mendukung.

Seperti disampaikan anggota panitia khusus (Pansus) rancangan peraturan daerah tentang Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil (Ranperda RZWP3K) DPRD Kepri, Ing Iskandarsyah, untuk lego jangkar, tak semua daerah cocok. Karena itu, hanya tiga daerah itu yang dipilih.

Untuk lego jangkar, meski empat daerah ini tidak kebagian, tetap bisa dapat hasilnya melalui Dana Bagi Hasil (DBH). Karena yang mengelolanya nanti adalah Pemprov Kepri. Sehingga, pendapatan dari lego jangkar bisa dibagi seperti Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) seperti selama ini.

Hal ini juga pernah disampaikan Gubernur Kepri H Nurdin Basirun, bahwa hasil lego jangkar nanti tidak akan diolah semuanya oleh pemprov. Akan ada bagi hasil ke kabupaten/kota.

Ing Iskandarsyah mengatakan, meski empat kabupaten/kota lainnya di Kepri tak kebagian titk lego jangkar, tak perlu berkecil hati. Laut empat kabupaten/kota ini tetap ada peruntukannya. Ada yang khusus pengembangan budidaya ikan, ada juga sektor pariwisata.

Yang jelas, seluruh kabupaten/kota di Kepri tetap sama-sama disediakan lahan untuk pengembangan budidaya ikan meski luasnya tidak sama.

Untuk seluruh Kepri, akan disiapkan lahan budidaya sekitar 400 ribu hektare. Di Tanjungpinang misalnya, salah satu titik budidaya ikan nanti tak jauh dari Pulau Dompak.

Lokasinya sudah dipilih cocok untuk budidaya dan belum banyak aktivitas manusia atau perumahan. Karena lautan Tanjungpinang tidak begitu luas, lahan yang disediakan juga terbatas.

Untuk shipyard dan offshore, hanya empat kabupaten kota yang kebagian yakni Batam, Bintan, Karimun dan Tanjungpinang. Selama ini, industri galangan kapal dan offshore sudah berkembang di empat daerah itu terutama Batam.

Setiap daerah di Kepri nanti, kata politisi PKS Kepri ini, akan ada kelebihannya. Anambas misalnya, sudah disiapkan 100 ribu hektare untuk budidaya ikan.

Investasi di bidang budidaya ini juga menyerap pekerja yang sangat banyak dan bisa menjadi Anambas pengekspor ikan terbesar. Di sana ada juga pengembangan kawasan wisata pantai dan resort.

Untuk Bintan, selain pengembangan sektor wisata, laut atau pantainya juga dimanfaatkan untuk budidaya, offshore, shipyard hingga lego jangkar dan hampir sama dengan Batam.

Untuk Natuna, lautnya juga akan dijadikan geopark nasional, kawasan konservasi nasional dan lainnya. Untuk Lingga, lautnya pada pengembangan wisata dan budidaya.

Namun perlu diketahui, Ranperda tersebut mengatur laut 0-12 mil sesuai dengan kewenangan Provinsi Kepri yang tertuang di Pasal 27 UU No.23 tahun 2-14 tentang Pemerintahan Daerah.

Ke depan, Ing yakin, warga Kepri akan sejahtera dari laut. ”Makanya, tata laut itu adalah tata uang. Potensi laut kita kaya raya. Harus dimanfaatkan untuk kesejahteraan masyarakat,” bebernya.(MARTUNAS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here