Hape Nokia Diproduksi di Batam

0
713
POTONG TUMPENG: Gubernur Kepri H Nurdin Basirun memotong tumpeng saat peluncuran Pemenuhan Persyaratan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) HMD sekaligus Pengumuman & Peresmian Produksi Smartphone Nokia di PT Sat Nusaperdasa, Pelita, Batam, Senin (4/9) kemarin. f-istimewa/humas pemprov kepri

BATAM – PT Satnusa Persada milik Abidin Hasibuan kini sudah memproduksi ponsel pintar (smartphone) Nokia. Gubernur Kepri H Nurdin Basirun pun mengapresiasi terobosan perusahaan tersebut. Gubernur mengatakan, Pemprov Kepri selalu mendukung perusahaan yang melakukan terobosan dalam pengembangan usaha, termasuk menyesuaikan perkembangan teknologi informasi.

Senin (4/9) kemarin, dilakukan peluncuran Pemenuhan Persyaratan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) HMD sekaligus Pengumuman & Peresmian Produksi Smartphone Nokia di PT Sat Nusaperdasa, Pelita, Batam. ”Abidin (Presdir Satnusa Persada, red) sudah membuktikan kepiawaiannya. Orang yang visioner tak akan berdiam menghadapi perkembangan zaman. Kreativitasnya pasti muncul,” kata Nurdin di acara itu.

Ponsel pintar Nokia, saat ini sedang diproduksi di Batam. Pada 14 September nanti, produksi Batam ini akan diluncurkan ke pasar global, di Jakarta.  Ada beberapa pihak yang terlibat dalam produksi Nokia ini. Saat ini sudah tercapai 30,52 persen TKDN untuk produksi smartphone oleh HMD Global selaku pemegang lisensi Nokia.

Di antaranya kerja sama dengan PT. TSM di bidang desain. Untuk distribusi dan pemasaran di Indonesia dipegang oleh PT Erajaya Swasembada. Erajaya Swasembada sendiri sudah menjalin kerja sama yang lama dengan Nokia.

Gubernur menyampaikan, momen ini menjadi salah satu kegembiraan masyarakat Kepri. Bahwa ponsel pintar diproduksi di Batam, Kepri. Nurdin yakin, terobosan-terobosan ini akan membangkitkan kembali ekonomi daerah ini.  ”Kita harus bangkit bersama. Jangan salah menyalahkan. Terus cari solusi dan berinovasi untuk kemajuan negeri ini,” kata Nurdin yang menyebutkan dia sampai saat ini masih menjadi pemakai Nokia edisi lama, sambil mengangkat dua ponselnya.

Pemerintah, kata Nurdin, sangat berkomitmen untuk investasi dan pengembangan usaha. Malah Presiden RI Joko Widodo selalu mendorong dan memberikan dukungan kepada setiap investor untuk berusaha dengan menginstruksikan memberikan kemudahan dalam pengurusan perizinan sehingga tidak perlu membawa berkas yang banyak dan rumit serta berkoper-koper.

Pada kesempatan itu, tampak hadir Dirjen Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika (ILMATE) Kementerian Perindustrian RI, I Gusti Putu Suryawirawan, Wali Kota Batam H. Muhammad Rudi, Ketua DPRD Kota Batam Nuryanto, Kepala Kantor Bea Cukai Kota Batam Susila Brata, CEO HMD Global Florian Seiche, Chairman PT TSM Sam Ali, CEO PT. Erajaya Swasembada Hasan Aula.

Presdir Sat Nusapersada, Abidin Hasibuan mengaku sangat terhormat karena ditunjuk sebagai mitra lokal pembuat smartphone Nokia di Indonesia. Serta akan terus mengembangkan hubungan kemitraan ini di tahun-tahun mendatang. ”Nokia adalah merek yang bergengsi, dimana catatan sejarah sudah terbukti dipergunakan oleh orang banyak di dunia,” kata Abidin.

Dalam pada itu, CEO HMD Global Florian Seiche menyebutkan, pihaknya memilih Batam dan Sat Nusapersada karena daerah dan perusahaan ini memiliki kompetensi yang sangat baik dan tinggi. Untuk produksi smartphone pihaknya memerlukan perusahaan dengan kualitas internasional.

Florin menambahkan, Indonesia merupakan pasar yang sangat penting di Asia. Sehingga berkomitmen untuk mengembangkan bisnis, dan mematuhi kebijakan serta peraturan-peraturan pemerintah yang ada. ”Merek Nokia telah lama dikenal, dan di era ponsel pintar saat ini, Nokia memasuki babak baru dimana HMD menggabungkan merek Nokia yang ikonik dengan penggunaan sistem operasi Android terbaru,” kata Florin.

Dirjen ILMATE I Gusti Putu Suryawirawan menyebutkan, Nokia merupakan mereka yang tak asing bagi pengguna ponsel di negeri ini. Mereka yang pertama menggunakan ponsel, diyakininya pasti bersentuhan dengan Nokia.

Perkembangan dunia teknologi informasi semakin memasuki level yang lebih tinggi. Dia berharap, produksi Nokia di Batam akan membawa kemajuan bagi pihak-pihak yang terlibat di dalamnya.

Gusti juga mengilustrasikan pelambatan perekonomian di Batam. Saat ini sektor industri galangan kapal di Kota Batam sedang lesu karena pertambangan mengalami penurunan produksi, sehingga pemesanan kapal dan tongkang menurun. Karena itu, industri di Batam, misalnya harus bisa secara bersama-sama untuk mengembangkan sektor industri lainnya seperti perakitan smartphone. ”Kita harus berani mengubah Batam ke industri yang lain. Hari ini Nokia datang. Mari kita dorong tak hanya merakit tetapi juga membawa teknologi ke sini,” kata Gusti Suryawirawan.

Pada kesempatan itu, Gubernur dan rombongan juga melihat produksi ponsel pintar Nokia di Sat Nusapersada. Mulai dari awal hingga siap diedarkan. Standar tinggi terlihat dalam produksi ini. Produk Nokia tersebut memperlihatkan kebanggaan Indonesia, karena di belakang ponselnya jelas terlihat made in Batam, Indonesia. (mas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here