Harga Barang Di-markup

0
732
DIAMANKAN: Empat tersangka dugaan korupsi di UMRAH diamankan Polda Kepri dan digelar jumpa pers di Mapolda Kepri di Batam, Selasa (31/10). f-martua/tanjungpinang pos

Empat Tersangka Korupsi UMRAH Ditangkap

DOMPAK – Akhirnya Polda Kepri berhasil menangkap satu lagi tersangka kasus dugaan korupsi di Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) Tanjungpinang.

Sehari sebelumnya, tiga dari empat tersangka kasus dugaan korupsi proyek ‘Pengadaan Barang Program Integrasi Sistem Akademik dan Administrasi’ antara UMRAH dan PT Jovan Karya Perkas sudah diamankan. Dimana, keempat tersangka itu sudah diamankan di Mapolda Kepri. Mereka disangkakan dengan dugaan korupsi anggaran tahun 2015.

Kapolda Kepri Irjen Pol Drs. Sam Budigusdian, mengungkapkan, keempat tersangka yang sudah diamankan, HS sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK).

Ada juga HG yang merupakan Direktur PT Jovan Karya Perasa, UZRA sebagai Direktur Utama PT BMKU dan Y sebagai Direktur PT Baya Indonesia dan pemilik PT Inca Trifia Indonesia.

Dijelaskan Sam, tahun anggaran 2015, UMRAH melaksanakan tiga paket pekerjaan pengadaan barang. Anggaran diterima dari APBN tahun 2015 dengan Dipa sejumlah Rp 100 miliar.

Baca Juga :  Kamis, Pemilihan Wagub Kepri

Di dalamnya ada pekerjaan pengadaan barang program Integrasi Sistem Akademik dan Administrasi antara UMRAH dan PT Jovan Karya Perkasa. Dipa sebesar Rp 30 miliar.

”Ada pekerjaan pengadaan barang sarana dan prasarana untuk studi kemaritiman tahun anggaran 2015 antara UMRAHh dengan PT Kiera Inti Energi dengan Dipa Rp 40 miliar,” ujar Kapolda, Selasa (31/10).

Selain itu, ada pekerjaan pengadaan barang sarana dan prasarana untuk studi alternatif pada daerah kepulauan antara UMRAH dan PT Azka Indo Teknik dengan Dipa Rp 30 miliar.

Dari hasil penyelidikan, ditemukan jika sesuai surat perjanjian untuk melaksanakan paket pekerjaan, antara HS dengan HG ditandatangani dengan nilai kontrak sebesar Rp 29.187.250.000. Dengan waktu penyelesaian pekerjaan selama 120 hari dan berakhir pada tanggal 28 Desember 2015.

Namun paket pekerjaan pengadaan barang program integrasi sistem akademik dan administrasi, dinilai bertentangan dengan Perpres nomor 54 tahun 2010 dan perubahannya tentang pengadaan barang dan jasa pemerintah. ”Bertentangan mulai dari perencaan pelaksanaan sampai dengan pembayaran,” bebernya.

Baca Juga :  Minyak Hitam dari Lambung Tugboat Tangkapan Lantamal

Ditemukan, pada perencanaan, HS selaku PPK menyuruh pihak PT BMKU untuk membuat proposal, spesifikasi barang dan rincian anggaran biaya, harga perkiraan sendiri (HPS).

PT BMKU bersama dengan PT Baya Indonesia, PT Daham Indo Perkasa Dan PT Inca rifia Indonesia selaku distributor, menyusun spesifikasi barang yang sudah mengarah kepada merek tertentu dan harga yang sudah di-mark up.

Kemudian, PT BMKU meminjam PT Jovan Karya Perkasa yang kemudian menjadi pemenang pertama dan PT Alfath Karya Nusantara sebagai pemenang cadangan untuk dipergunakan mengikuti lelang pengadaan barang itu.

PT BMKU menggunakan PT Jovan Karya Perkasa menjadi perusahaan penyedia barang. PT Jovan Karya Perkasa mendapat fee sebesar Rp 300 juta. ”Akibat dari perbuatan para tersangka negara telah dirugikan sebesar Rp 12.398.344.306, sebagaimana dalam laporan hasil audit penghitungan kerugian keuangan negara BPKP,” ungkap Sam.

Baca Juga :  94 Persen Indikator Kinerja Pemprov Tinggi

Dari kasus itu, Polda sudah mengamankan barang bukti sebanyak 18 surat perintah penyitaan yang disita. Sementara saksi-saksi yang sudah diperiksa, sebanyak 61 orang.

Dimana, saksi dari UMRAH 9 orang, Kemenristek Dikti 3 orang, Dirjen Kemendikbud 3 orang, dari Unnes 4 orang, PT Baya, PT Daham dan PT Inca 6 orang.

Selain itu ada dari PT BMKU 14 orang, Pokja 5 orang, peserta lelang 4 orang, asuransi 3 orang, Bank Jatim 1 ornag, PPHP 4 orang dan perusahaan lainnya 5 orang.

”Mereka disangkakan pasal 2 ayat (1) UU RI No.20 Tahun 2001 Tentang Perubahan Atas UU RI No.31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Ancaman penjara paling singkat 4 tahun dan paling lama 20 tahun dan denda paling sedikit Rp 200 juta dan paling banyak Rp 1 miliar,” bebernya. (mbb)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here