Harga Bawang Putih Rp 55 Ribu Per Kg

0
1128
BELANJA: Seorang ibu rumah tangga sedang belanja kebutuhan dapur di Pasar Kota Lama, Tanjungpinang.F-Andri Dwi S/Tanjungpinang Pos

TANJUNGPINANG – Harga bawang putih dalam dua pekan terakhir mengalami kenaikan cukup tinggi. Sebelumnya per kilogramnya Rp 30 ribu, kini menjadi Rp 55 ribu.

Pantauan Tanjungpinang Pos, di Pasar Bintancenter (Bincen) dan Pasar Baru, Kota Lama, Tanjungpinang banyak para pembeli yang mengeluhkan. Apalagi dalam waktu dekat akan menyambut Bulan Ramadan, pasti kebutuhan meningkat dari sebelumnya.

Hal ini dikatakan Sulastri, warga Batu 11 Tanjungpinang, yang merasa terbebani dengan kenaikan harga bawang putih. Kenaikan sekitar Rp 25 ribu dari harga sebelumnya.

”Kita heran juga kenapa harus naik harga bawang putih sekarang,” ucap dia.

Ia berharap pemerintah bisa segera menstabilkan harga bawang putih dan kebutuhan lain, sebelum Ramadan dan Idul Fitri mendatang. Tentu harga sangat mempengaruhi daya beli masyarakat.

Baca Juga :  Lis Ajak Ketua RT Perhatikan Lingkungan

Pedagang di Pasar Bestari Bincen, Junaidi membenarkan kenaikan harga bawang putih tersebut. Harganya dalam dua pekan terakhir naik secara bertahap.

Harga bawang putih stabilnya kisaran Rp 28-35 ribu per kilo. Dua minggu lalu naik menjadi Rp 40 ribu, dan minggu ini sekitar Rp 55 ribu per kilonya.

”Pemasok bawang putih saya dari Batam. Kenaikan harga juga tergantung dari mereka,” ungkapnya.

Ia mengaku tak begitu tahu apa penyebab kenaikan harga bawang putih, tetapi persoalan ini diketahuinya bukan hanya di Tanjungpinang namun juga daerah lainnya.

berbeda dengan bawang merah yang sampai kini masih stabil. Untuk harga bawang merah India dikisaran Rp 10 ribu per kilo. Sedangkan bawang merah Jawa sekitar Rp 20 ribu per kilonya.

Baca Juga :  KNRP Kepri Buka Posko Kurban untuk Palestina

”Harga bawang merah stabil, hanya bawang putih saja yang naik. Saya tak tahu di bulan puasa harga akan mengalami keniakan atau tidak,” singkatnya.

Agus pedagang di Pasar Baru menuturkan, harga bawang putih jarang naik. Bahkan ini terbilang fantastis, biasnaya tak pernah lebih dari Rp 45 ribu per kilo.

”Kata distributornya pasokan kurang, makanya harga tinggi. Kita juga sebenarnya tidak mau, tapi dari distributor sudah tinggi, makanya kita juga ikut. Untung paling dikit aja,” ungkapnya.

Terkait komoditas yang lain, seperti cabai dan sayuran, menurutnya, masih aman dan belum mengalami kenaikan. Seperti cabai merah, yang sempat juga melambung, kini harganya normal di kisaran Rp 32 ribu sampai Rp 35 ribu.

Baca Juga :  RT-RW dan Karang Taruna Harus Bekerja Keras dan Ikhlas

Sedangkan untuk sayur, ada sayur bayam Rp 10 ribu perkilogram, kangkung Rp 8 ribu perkilogram, sawi Rp 10 ribu dan kacang panjang Rp12 ribu. Rika, warga mengharapkan, kepada pemerintah daerah untuk bisa menekan harga sembako dan menyediakan stok barang agar harga tidak naik kembali menjelang bulan Ramadan.(ANDRI-RAYMON)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here