Harga Cabai Makin Pedas

0
958
Sumber: olahan berita Tanjungpinang Pos

Kerja Sama Batam-Jambi Terhambat di Kemenhub 

Batam – Kerja sama dalam memasok bahan kebutuhan pokok antar daerah yang terjalin antara Pemko Batam dan Pemprov Jambi dipertanyakan. Harga sejumlah bahan pokok antara lain cabai merah makin ’pedas’ atau mahal.

Pertanyaan itu disampaikan anggota Komisi II DPRD Kota Batam, Mukhriyadi, Selasa (31/1). Dikatakannya, harga cabai di Pasar Fanindo, Batuaji makin tinggi.

Jika biasanya Rp 70 ribu per kilo saat ini menjadi Rp 75 ribu per kilo. Selain itu. harga sejumlah komoditi sayur sayuran juga melonjak naik.

”Sekarang ada lagi kenaikan harga. Kami mempertanyakan sudah sejauh mana realisasi (kerja sama) dengan Jambi ini,” ka-tanya.

Menurutnya, tim pengendali inflasi daerah (TPID) diminta untuk memperhatikan distribusi sembako. Kerja sama antardaerah harus diperhatikan. Dalam hal ini, distribusi sembako itu harus diperhatikan benar, agar jalur distribusi hingga ke pasar lebih baik.

”Jalur distribusi itu penting. Jangan tiap Hari Raya selalu naik,” cetusnya.
Diakuinya, jika kerja sama berjalan lancar, maka kerja sama antara Batam-Jambi akan sangat menguntungkan Batam. Tapi kerja sama juga ada pengaruh cuaca.

”Kalau cuaca sedang tak bagus. Distribusi terkendala dan harga akan melonjak tinggi, tentu akan meresahkan masyarakat,” jelasnya.

Terkait dengan itu, Kadis Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Batam Zarefriadi mengatakan, sampai saat ini realisasi kerja sama antara Jambi dan Batam belum bisa karena persetujuan kapal roro dari Kuala Tungkal, Jambi – Batam menunggu persetujuan-nya dari Kementerian Perhubungan. Sementara pengusaha yang akan memasukkan barang ke Batam diakui, cukup banyak.

”Belum ada transportasi. Pengurusannya harus ke pusat, di Kemenhub. Sudah ban-yak pengusaha yang daftar. Tapi masih nunggu izin dari pusat,” katanya.

Sementara sebelumnya, Pemko Batam menjalin kerja sama dengan Kabupaten Tanjung Jabung Barat dan Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi.

Dalam nota kesepahaman itu, lebih menitikberatkan pada hasil pertanian dari Jambi untuk dikirim ke Kota Batam. Walau ada kerja sama, namun Zaref tetap mengimbau agar ibu rumah tangga untuk memanfaatkan pekarangan rumah untuk bercocok tanam.

”Khususnya cabai, paling tidak untuk konsumsi rumah tangga,” jelasnya.

Diingatkan, hukum ekonomi, permintaan tinggi dan berkurangnya pasokan bisa melambungkan harga. Bila gagasan tersebut disambut dan dilakukan oleh masyarakat, maka diyakini harga dipasaran akan terkendali.

Apalagi, dike-tahui kebutuhan pangan seperti cabai seluruhnya didatangkan dari luar daerah. Sehingga harga berpengaruh sistem transportasi dan lain sebagainya.

”Kebutuhan pokok kita, seperti cabai hanya mengandalkan pasokan dari luar,” katanya. (MARTUA)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here