Harga Cabai Masih Tinggi

0
446
PEDAGANG di Pasar Bestari Bincen saat menunggu pembeli cabai dan kebutuhan cabai dan lainnya. F-Andri Dwi S/TANJUNGPINANG POS

TANJUNGPINANG – Harga cabai di pasar tradisional Tanjungpinang, masih tergolong tinggi. Para pedagang cabai di Pasar Bestari Bintancenter pada Minggu (21/1) juga masih menjual cabai merah dan rawit sekitar Rp 52 ribu per kilogramnya. Untuk cabai hijau Rp 32 ribu, dan cabai merah kering Rp 38 ribu per kilo.

Salah satu pedagang, Januar Rasyid menuturkan, kenaikan harga sudah dari distributior. Informasi yang diterima, hasil panen cabai di luar daerah seperti Pulau Jawa tidak maksimal diperparah oleh cuaca disana masih hujan. ”Harga cabai dari luar daerah yang didatangkan ke sini masih mahal,” ujarnya kepada Tanjungpinang Pos.

Normalnya, harga cabai merah kisaran Rp 28 ribu, cabai rawit kisaran Rp 26 ribu hingga Rp 27 ribu. Cabai hijau Rp 30 ribu, dan cabai merah kering kisaran Rp 25 ribu per kilo. ”Harga cabai sekarang masih tinggi. Daerah pemasok masih hujan ini,” kata Januar.

Sedangkan komoditi lainnya, seperti bawang merah India, bawang merah Jawa, bawang putih stabil sejak sebulan terkahir. Meskipun ada juga yang mengelami kenaikan harga bila dibandingkan normalnya. Seperti bawang India dari harga biasanya Rp 10 ribu, sejak sebulan terakhir Rp 22 ribu. Bawang merah Jawa Rp 32 ribu, bawang putih kisaran Rp 22 ribu sampai Rp 24 ribu per kilo, dan bawang Bombay Rp 14 ribu pe kilo. Kemudian, harga tomat merah dan hijau kisaran Rp 12 ribu per kilo.

Sayur labu siam dari Medan Rp 6 ribu, kentang bukit tinggu Rp 16 ribu, kentang dari China Rp 11 ribu. Jahe kisaran Rp 20 ribu hingga Rp 22 ribu, kunyit Rp 12 ribu sampai Rp 14 ribu, buncis bukit tinggi Rp 18 ribu, dan kol Rp 7 ribu per kilo. Meskipun harga tinggi, penjualan masih stabil. Salah satu pembeli, Yurita Dewi mengaku rutin membeli cabai, karena selalu di konsumsi.

Berbagai macam olahan berbahan cabai merah dibuat. Diantaranya sambal tumbuk hingga sambal ikan goreng untuk menu di rumah. Perempuan (32) memiliki harapan, harga cabai merah di pasaran turun. ”Tapi, kalau tak turun apa nak boleh buat. Kita ini kan hanya bisa berharap saja. Petani dan pedaganglah yang menentukan harga,” sebut dia. (ANDRI DS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here