Harga Cabai Mulai Merangkak Naik

0
149
AKTIVITAS pedagang cabai di Pasar Puan Maimun saat melayani pembeli. F-ISTIMEWA

Dalam sepekan terakhir, harga cabai merah dan cabai rawit di Karimun terusmerangkak naik hingga Rp 50 ribu sampai Rp 65 ribu per kilogram.

KARIMUN – Mulai naiknya harga cabai tersebut dikarenakan pasokan yang minim yang menjadi pemicu kenaikan harga. ”Sudah seminggu harga cabai merah dan cabai rawit merangkak naik. Kapal barang datang dari Medan sekali seminggu, sehingga pasokan barang kurang lancar. Kedua komoditas cabai merah dan cabai rawit dipasok dari Medan dan Padang, Sumatera Barat, Pulau Jawa,” kata Br Saragih, Pedagang cabai di Pasar Puan Maimun, Senin (19/3).

Sementara itu, pasokan cabai dari petani lokal Karimun belum mampu memenuhi pasar Karimun. Diprediksi, dalam waktu sepekan ke depan jika pasokan barang tidak lancar harga cabai diprediksi akan terus merangkak naik.

”Mungkin petani mengejar panen pada bulan Ramadan. Sehingga, pasokan dari daerah menjadi berkurang dan hal itu sama seperti yang dilakukan petani lokal. Pada bulan Ramadan, permintaan meningkat dari hari biasanya. Sehingga, dampak dari tingginya permintaan pasar,” tambahnya.

Di tempat terpisah, Imam petani Karimun mengatakan, harus bekerja keras untuk melakukan penyiraman tanaman. Karena musim kemarau dalam kurun waktu 3 bulan ini, jika tidak dilakukan penyiraman akan mengganggu proses pertumbuhan cabai dan sayuran lainnya. Ia memperkirakan masa panen tanaman petani lokal, dimulai pertengahan April sampai bulan Juni.

Beberapa petani, harus menyiasati cara bertanam sayuran untuk mendapatkan harga yang baik sehingga petani mendapat untung. Jika dibandingkan kualitas hasil pertanian Karimun dengan hasil dari luar tidak kalah bersaing.

Hanya saja, petani lokal belum mampu memenuhi pasar. Meskipun lahan pertanian masih luas dan jika dikelola dengan baik, maka akan mampu memenuhi kebutuhan lokal.(ALRION)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here