Harga Cabai Mulai Normal Kembali

0
881
CEK HARGA: Anggota Komisi II DPRD Tanjungpinang, Pepy Candra saat mengecek harga bumbu dapur di Pasar Tradisional, Senin (27/2). f-raymon/tanjungpinang pos

Tanjungpinang – Harga cabai rawit di Pasar Tradisional Kota Lama, Tanjungpinang sudah normal dengan mengalami penurunan. Sebelumnya, sempat mencapai Rp 100 kini dikisaran Rp 46 – Rp 65 ribu per kilo. Tergantung dari jenisnya.

Pantauan Tanjungpinang Pos, Senin (27/2) kemarin, harga cabai rawit dari Jawa kisaran Rp 46 ribu per kilo. Sedagkan cabai rawit lokal Rp 60 – Rp 65 ribu per kilo.

Ujang salah satu pedagang bumbu dapur di Pasar Tradisional, menuturkan, sudah hampir dua pekan terkahir ini, harga bacai turun. Bahkan harga cabai hijau sudah sangat jatuh dari harga normalnya Rp 40 ribu kini Rp 28 ribu per Kg.

Untuk cabai merah, harga sudah normal dari sebelumnya naik hingga Rp 80 ribu kini dikisaran Rp 45 – Rp 48 ribu per kilonya. Harga bawang merah juga bervariasi. Ada yang Rp 10 ribu dan Rp 24 ribu per Kg. Tergantung dari jenisnya, untuk bawang ukuran agak besar lebih murah yaitu Rp 10 ribu sedangkan bawa Jawa sekitar Rp 24 ribu per kilo.

”Harga cabai sudah mulai normal sekarang, tidak seperti akhir tahun lalu mahal,” ujarnya kepada Tanjungpinang Pos, yang juga turun bersama Ketua Komisi II DPRD Tanjungpinang, Mimi Betty Wilingsih dan Pepy Candra.

Menurutnya, untuk harga bawang merah beberapa bulan terakhir ini masih normal. Biasanya cabai yang mengalami perubahan harga cepat.

Pepy Candra menuturkan, mudah berubahnya harga cabai disebabkan karena Tanjungpinang bukan daerah penghasil. Sehingga kebutuhanya sangat bergantung dengan daerah lain.

Dengan demikian, jika ada kendala mulai dari transportasi dan gagal panen di daerah lain, perpengaruh cepat kepada harga bumbu dapur di Tanjungpinang.

Dalam upaya menyediakan stok dan harga bisa normal, ia mendukung keinginan Pemko membangun kawasan pertanian cabai. Apalagi bila ditunjang dengan ketersediaan lahan luas yang membuat hasil panen banyak, akan sangat membantu.

”Kami dukung jika Pemko bisa merealisasikan dan mengelola ini. Minimal hasilnya setengah dari kebutuhan, saya yakin sudah sangat membantu,” tuturnya.(Desi Liza Purba)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here