Harga Cabai Rawit Bervariasi

0
797
SATGAS pangan mengecek harga cabai rawit kepada pedagang Pasar Baru Tanjunguban, kemarin.F-jendaras/TANJUNGPINANG POS

TANJUNGUBAN – Harga komoditas cabai rawit di wilayah Tanjunguban bervariasi, sejak 4 hari terakhir. Di beberapa sentra penjualan, harga cabai cenderung naik.

Dari sidak dan pengecekan Tim Satgas Pangan di Tanjunguban, harga komoditas cabai rawit yang dijual sebelumnya sebesar Rp45 ribu hingga Rp50 ribu, kini mencapai Rp80 ribu hingga Rp 85 ribu per kilogram.

Dion, seorang pedagang di Pasar Lama Tanjunguban mengatakan, harga cabai rawit saja yang mengalam kenaikan. Sedangkan cabai merah maupun cabai hijau masih normal.

Baca Juga :  Dewan Desak Pemkab Merevisi APBD 2020

”Udah 3 atau 4 hari ini naik, tak tahu penyebabnya. Kami beli Rp70 ribu hingga Rp75 ribu dari distributor. Kami jual bisa Rp80 ribu sampai Rp85 ribu per kilogramnya,” katanya.

Sementara, di wilayah Pasar Baru Tanjunguban, pedagang ada yang menjual Rp70 ribu hingga Rp75 ribu. Dan ada pula yang menjual Rp50 ribu per kilogram.

Indra Setiawan, seorang distributor cabai rawit di Pasar Baru mengatakan, untuk harga cabai dari produsen, tidak ada kendala maupun kenaikan harga. Hanya saja, ia menyuplai sesuai dengan kebutuhan pasar pada normalnya.

Baca Juga :  Mencanangkan Prolisa, Anak Pulau Pintar, Warga Sejahtera

”Kalau yang saya suplai ke seluruh pedagang, harga pun normal. Namun saya tidak tahu, kalau ada pasokan dari pihak lain yang dijual lebih mahal dari harga kami,” katanya.

Ia menjual, masih di kisaran Rp50 ribu per kilogram. Untuk menstabilkan harga hingga seluruh wilayah bahkan pihaknya menyuplai lebih banyak lagi.

”Jangan khawatir, hari ini saya masukan cabai rawit lebih banyak, jadi biar tidak ada spekulan dan stok dipasaran mencukupi,” tambahnya.

Setia Kurniawan, Tim Satgas Pangan Bintan mengatakan pihaknya menemukan harga komoditas cabai rawit yang beragam. Ia mengingatkan, agar pihak-pihak lain tidak mengambil keuntungan yang tidak sesuai dengan kaidah di pasaran.

Baca Juga :  BIIE Lobam Buka Perguruan Tinggi

”Kalau harga dimainkan untuk mencari keuntungan tertentu. Itu kan ada sanksi pidana dan denda. Kalau ada pedagang yang nakal, kami tindak,” tegasnya. (aan)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here