Harga Cabai Rawit Tembus Rp 100 Ribu

0
553
PEDAGANG: Desi Rosmalita, seorang pedagang cabai Pasar Bintan Center menunggu pembeli, kemarin. f-desi/tanjungpinang pos

Tanjungpinang – HARGA cabai rawit hingga minggu kedua di Februari 2017 belum bisa distabilkan atau masih tinggi. Harga cabai rawit di tingkat eceran di kisaran Rp 100 ribu hingga Rp 110 ribu per kilogram.

Seperti pantauan Tanjungpinang Pos, Senin (13/2) di pasar tradisonal KUD dan Pasar Baru, Kota Lama, Kota Tanjungpinang. Ada tiga jenis cabai rawit yang dijual.

Di antaranya cabai rawit lokal di kisaran Rp 100 ribu per kilo. Ada lagi, cabai rawit Thailand berwarna merah, biasanya jenis ini rasanya lebih pedas dari biasanya, dibanderol seharga Rp 110 per kilo. Sedangkan, cabai rawit dari Jawa sekitar Rp 78 ribu per kilo atau sama dengan Rp 8 ribu per ons nya.

Pedagang bumbu dapur di Pasar Baru Tanjungpinang, Desi Rosmalita menuturkan, sudah sejak dua minggu terakhir ini, menjual cabai rawit di kisaran Rp 80 hingga Rp 110 per Kg. Tergantung dari jenisnya, bila dari Jawa lebih murah dari lokal.

”Kalau ditanya kenapa harga beda, tergantung dari pemasok. Itulah jadi tolak ukur kami menjual ke konsumen,” ujarnya kepada Tanjungpinang Pos saat di jumpai di kiosnya.

Untuk harga cabai merah lebih rendah, yaitu di kisaran Rp 47 ribu per kilo. Jika membeli per ons, dijual di kisaran Rp 5 ribu per Kg.

Menurutnya, harga cabai merah sudah turun di bandingkan dengan beberapa bulan lalu, yang juga melambung. Mencapai Rp 70 hingga Rp 100 ribu per kilonya.

”Harga cabai merah sudah lebih turun. Kalau pun naik, dalam minggu ini, hanya sekitar Rp 50 dan Rp 52 ribu,” ungkapnya.

Sedangkan, harga bawang merah Jawa terbilang stabil yaitu di kisaran Rp 24 ribu. Turun bila dibandingkan beberapa hari lalu selitar Rp 25 ribu sampai Rp 28 ribu per kilo. Untuk bawang merah biasa, yaitu Rp 10 ribu per kilo.

Komoditi bawang putih, sekitar Rp 42 ribu per kilo dan mengalami kenaikan tetapi tidak fantastis. Biasanya harganya di kisaran Rp 36 ribu sampai Rp 45 per kilo.

Harga petai terbilang mahal yaitu antara Rp 50 ribu sampai Rp 60 per kilo. Tergantung dari jenis, untuk petai lokal di kisaran Rp 50 ribu dan petai Jawa Rp 60 ribu.

Harga jeruk nipis di kisaran Rp 14 ribu per kilo, atau mengalami keniakan Rp 2 ribu rupiah dari sebelumnya Rp 12 ribu. Untuk telur ayam kampung di kisaran Rp 3 ribu per bijinya.

”Harga kebutuhan dapur tidak bisa sama terus dalam satu bulan. Kadang harganya bisa naik namun besoknya turun pula. Jadi memang tergantung pemasok,” paparnya.

Anggota DPRD Tanjungpinang, Ismiyati saat dijumpai di pasar tersebut, menuturkan, kenaikan harga bisa jadi dipicu oleh permainan pemasok. Untuk itu, ia menilai perlu peran pemerintah menelusuri hal ini.

”Kalau pedagang paling sampaikan kenaikan disebabkan adanya gagal panen di daerah Jawa atau lainnya. Mungkin juga karena angin kecang, pasokan tidak bisa diantar. Tetapi perlu juga ditelusuri harga dari pemasuk tersebut,” ungkapnya singkat.(DESI LIZA PURBA)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here