Harga Cabai Terus Merosot

0
644
LAYANI: Pedagang pasar Ranai Natuna tampak sedang melayani pembeli belum lama ini. f-HARDIANSYAH/tanjungpinang pos

NATUNA – Harga cabai di pasar Ranai terus mengalami penurunan karena pasokan cabai di Natuna melimpah.Selain itu, faktor lainnya pasokan dari petani lokal bersaing dengan pasokan cabai dari luar daerah yang seperti dari Tanjungpinang dan Jambi.

Pantauan di sejumlah lapak pedagang, hampir semua lapak menjual cabai.
Baik itu cabai merah, maupun cabai rawit yang harganya juga tinggi.
Salah satu pedagang Pasar Ranai Samila mengatakan, harga cabai rawit dan cabai merah terus turun. Bahkan, semua petani yang datang memasok cabai di pasar selalu kewalahan untuk memenuhi permintaan.

”Kini beberapa petani yang membawa cabainya ke pasar, ditolak pedagang lantaran pedagan masih memiliki stok cabai yang melimpah,” ujar Samila, Minggu (28/5). Karena stok cabai menumpuk di pedagang, cabai pun turun harga.

”Cabai rawit per kilogramnya cuma Rp 60 ribu bahkan ada yang menjual Rp 50 ribu per kilogrammnya, dan harga itu sama untuk satu kilogram Cabai merah. Padahal, seminggu sebelum puasa, harga cabai masih kisaran Rp 70 ribu sampai Rp 80 ribu,” ungkap Samila.

Menurutnya, pedagang tidak mungkin menjual cabai merah atau cabai rawit diatas Rp 60 ribu. Pasalnya, harga dari petani sudah turun antara Rp 40 ribu sampai Rp 50 ribu untuk per kilogramnya.

”Kalau masih segar, kita jual eceran per ons Rp 7 ribu. Tapi konsumen banyak beli Rp 5 ribu saja, dan jarang mereka beli pakai kilo. Makanya, kalau sudah susut kami banting harga supaya balik modal,” paparnya.
Harga cabai akan kembali naik. Jika pasokan cabai lokal yang tidak stabil. (cr29)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here