Harga Daging Normal, Stok Pangan Menipis

0
428
SEPI: Pasar Puan Maimun Karimun masih terlihat sepi dan belum semua pedagang membuka lapak dan berjualan seperti biasa. F-ALRION/tanjungpinang pos

KARIMUN – Hampir dua pekan setelah Idul Fitri 1438 H, harga daging sapi segar kembali normal di Pasar Puan Maimun, Karimun. Setelah sebelumnya sempat mencapai angka Rp 150 Ribu per kilogram, kini kembali Rp 140 ribu per kilogram.

”Harga daging segar sudah turun, atau normal seperti sedia kala,” kata Ucok Pakpahan pedagang daging sapi segar, kemarin. Penyebab kenaikan harga daging, selain karena faktor tingginya permintaan pembeli, karena pembeli lebih memilih daging ketimbang tulang. Kenaikan Rp 10 ribu tersebut untuk menutupi tulang, dan bagian dalam serta kulit yang kurang diminati saat lebaran Idul Fitri. Jika tidak demikian, maka pedagang daging sapi segar akan mengalami kerugian karena harga sapi hidup sampai di Karimun per ekor mencapai Rp 17 Juta. Setelah dipotong, daging yang diperoleh tidak mencapai 100 kilogram.

”Kenaikan harga sapi ditambah tarif kapal, ketika hendak membawa sapi ke Karimun, dan biaya pemeliharaan menjelang sapi dipotong,” ungkapnya. Pada hari biasa, satu ekor sapi dibutuhkan 1 minggu bahkan lebih untuk menjual daging dan bagian lainnya. Karena harus bersaing dengan daging kotak atau daging impor yang perkilogram Rp 80 ribu. Harga daging ayam potong juga ikut turun dari harga sebelumnya Rp 36 ribu per kilogram, turun menjadi Rp 30 ribu per kilogram.

Namun, saat ini stok bahan pangan di pasar Puan Maimun sudah menipis. Pasalnya, pasca lebaran Idul Fitri kapal pengangkut bahan pangan belum seluruhnya beroperasi secara penuh karena kapal pengangkut belum beroperasi penuh.(ALRION)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here