Harga Gas 3 Kg Capai Rp20 Ribu

0
271
Warga mengantre untuk membeli gas 3 kilogram di SPBU Batu 7 Tanjungpinang. f-dok/tanjungpinang pos

Walikota Belum Teken Kenaikan HET

Harga gas subsidi ukuran 3 Kilogram terus membubung. Meski pemerintah belum menaikan harga, namun pedagang sudah duluan menaikkan tarif elpiji. Kini harganya sudah Rp20 ribu per tabung.

TANJUNGPINANG – Gas naik membuat ibu-ibu rumah tangga menjeritditengah perekonomian yang belum stabil.

Mosa, salah satu ibu rumah tangga yang tinggal di kawasan Sei Jang, mengaku dua minggu terakhir ini gas subsidi ukuran 3 kilogram naik. Biasanya, harga di toko atau pangkalan antara Rp16 ribu hingga Rp17 ribu. Harga tersebut masih dimaklumi tapi membubung jadi Rp20 ribu per tabung.

”Naiknya tak tanggung-tanggung. Tak ada gas tak bisa memasak untuk keluarga,” kata Mosa, saat berbincang-bincang dengan Tanjungpinang Pos, kemarin.

Hal sama juga dikatakan Santi yang tinggal di Jalan Hang Lekir. Ia mengaku akhir-akhir ini ia membeli tabung gas di pengecer kalau siang hari Rp19 ribu. Namun, kalau malam hari mereka jual Rp20 ribu per tabung.

”Kenapa gas ukuran 3 kilo naik? Daerah lainnya tidak naik, kenapa hanya di Tanjungpinang ya,” kata dia. Pemko Tanjungpinang dan DPRD Kota Tanjungpinang sudah sepakat untuk menaikan HET Gas dari Rp15 ribu jadi Rp18 ribu. Atau naik Rp3 ribu per tabung.

Meskipun masyarakat umumnya menolak kenaikan HET gas, tapi pemerintah dan DPRD Kota Tanjungpinang ngotot untuk menaikan HET gas ditengah ekonomi yang lesu. Kepala Bidang (Kabid) Perdagangan Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Kota Tanjungpinang, Desi Afrianty justru belum tahu kalau gas sudah naik.

”Kalau kita mengacu pada HET tahun 2010 lalu, harga gas elpiji 3 kilogram kisaran Rp 15 ribu dan Rp 16 ribu. Usulan HET baru belum diteken Pak Wako,” kata Kepala Bidang (Kabid) Perdagangan Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Kota Tanjungpinang, Desi Afrianty kepada Tanjungpinang Pos, Kamis (15/11).

Desi Afrianty mengatakan, ia sudah tidak asing lagi mendengar harga gas elpiji 3 kilogram di atas HET kisaran Rp 15 ribu dan Rp 16 ribu. Yang sering jual gas elpiji 3 kilogram di atas HET, adalah pemilik warung maupun kedai. Ada pemilik warung atau kedai menjual gas elpiji 3 kilogram kisaran Rp17 ribu hingga Rp19 ribu. Dengan alasan, gas elpiji 3 kilogram yang dibelinya sudah kisaran Rp16 ribu sampai Rp17 ribu.

Belum lagi, mereka membayar jasa kuli untuk mengangkat gas elpiji 3 kilogram dari agen atau pangkalan ke kedainya. Bagi pemilik warung atau kedai memakai jasa kuli.

Kemudian, ada juga pemilik warung dan kedai beli gas minta diantar sampai ke tempat. Seperti ini, perlu biaya untuk bayar transportasi. ”Hal seperti sudah langsung didengar oleh Ibu Wakil Walikota Tanjungpinang, Rahma saat langsung turun ke pemilik warung ataupun kedai, belum lama ini,” ucap dia.

Sebelum memberikan teguran, Disperdagin Kota Tanjungpinang akan menelusuri harga gas elpiji 3 kilogram Rp20 ribu yang sudah dibeli oleh masyarakat. Saat itu, masyarakat beli gas elpiji 3 kilogram di warung atau kedai. Kalau di kedai atau di warung, pihaknya akan menelusuri asal muasal pasokan gas elpiji 3 kilogram tersebut.

Sehingga tahu, pendistribusian gas elpiji 3 kilogram awalnya dari mana. ”Saat ini, kita belum ada terima HET gas elpiji 3 kilogram yang direncanakan Rp18 ribu,” sebut dia. (ABAS-ANDRI)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here