Harga Gas 3 Kg di Penyengat Melebihi HET

0
764
Petugas sedang merapikan tabung gas 3 KgF_Andri Dwi S/tanjungpinang pos

TANJUNGPINANG – Di Pulau Penyengat harga gas LPG 3 kg, dijual pedagang tidak sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) yaitu Rp 16 ribu per tabung.

Pangkalan menjual gas Rp 22 ribu per tabung. Bahkan ada yang hingga Rp 23 ribu, jika membeli dari pengecer atau warung-warung yang mengambil keuntungan Rp 1.000 rupiah per tabung dari pangkalan.

Hal ini sudah terjadi satu tahun terakhir, dengan demikian masyarakat menilai, Pemko melalui dinas terkait tak melakukan pengawasan. Salah satu warga Pulau Penyengat, Sahak mempertanyakan, apa penyebab harga gas di Pulau Penyengat lebih mahal.

Padahal, di Bintan, khususnya Uban harga gas 3 kg tersebut Rp 14 ribu per tabung. Lebih tinggi sedikit di Kijang yaitu Rp 15 ribu hingga Rp 16 ribu per tabung.

Baca Juga :  Pejabat Galau, Ragu Tenderkan Proyek

Ia meminta Disperindag Kota Tanjungpinang serta pihak kepolisian turun dan memantau ke pangkalan, agar menindaklanjuti harga gas tersebut.

Kabid Perdagangan (Disperindag) Kota Tanjungpinang, Desi Afrianty menuturkan, HET gas di Pulau Penyengat dan Dompak, sesuai SK 2009 senilai Rp 16 ribu per tabung. Berbeda di kawasan kota, harganya lebih murah yaitu Rp 15 ribu per tabung.

Ia menuturkan, terkait harga gas di Pulau Penyengat, mencapai Rp 22 ribu per tabung akan ditindaklanjuti. Pihaknya akan turun ke lapangan.

“Ada beberapa pangkalan yang tanda kutip jadi perhatian Diperindag, termasuk yang di Pulau Penyengat. Kami akan segera turun,” ujarnya kepada Tanjungpinang Pos, Rabu (20/6).

Dituturkannya, HET gas di Tanjungpinang perlu direvisi. Pembahasannya sudah pernah dilakukan di 2017 lalu, hanya saja SK nya belum ditandatangani karena Pemkab Bintan belum setuju.

Baca Juga :  Alasan Mahmud Membangkang Terkuak

Untuk diketahui, Tim Kajian Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas) Kepri mengusulkan HET terbaru gas subsidi di Tanjungpinang-Bintan senilai Rp 18 ribu.

Khusus untuk di Pulau Penyengat, nantinya dinaikkan Rp 1.000 rupiah dengan pertimbangan biaya transportasi menjadi Rp 19 ribu per tabung.

Hanya saja, SK belum ditandatangi atau disetujui Pemko, banyak pangkalan yang menjual gas di Tanjungpinang di atas HET. Bahkan di Pulau Penyengat hingga Rp 22 ribu per tabung.

“Kami akan turun, saya baru dengar kalau harganya Rp 22 ribu. Ini perlu dipastikan kembali,” ucapnya.

Desi menuturkan, di Tanjungpinang ada tiga distibutor gas. Mereka mengambil ke Pertamina senilai Rp 11.750 ribu. Ini belum termasuk biaya transportasi.

Baca Juga :  Speed Terbalik, Sekeluarga Tewas

Setelah itu, menjual ke pangkalan senilai Rp 13.750 rupiah. Dengan estimasi gas sampai ke masyarakat sesuai HET, yaitu Rp 15 ribu atau Rp 16 ribu per tabung.

Ia perpesan bagi masyarakat yang ingin mendapatkan gas sesuai HET, yaitu Tp 15 ribu dapat membeli di SPBU.

Anggota DPRD Kota Tanjungpinang, Reni juga mengaku kaget terkait perbedaan harga gas di Pulau Penyengat. Terkait hal ini, meminta dinas terkait untuk memantau.

“Kok bisa beda yah, jangan ada alasan biaya transportasi, ini perlu ditinjau kembali,” ungkapnya singkat. (dlp)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here